Arshita 🍊

558 24 2
                                        

Arshita Maheswari sebuah nama yang diberikan kedua orang tuaku,aku tinggal bersama nenekku karena kedua orang tuaku merantau entah kemana.Kata nenek dulu pamitnya ingin merantau kekota saat usiaku 1 tahun tapi sampai usiaku 28 tahun mereka tidak pernah kembali,berkirim pesan pun tak pernah.Aku bekerja sebagai guru SMA disebuah sekolah di kotaku.Sejak pagi aku sudah berkutat didapur,aku biasa membuat risol mayo yang aku titipkan dikantin sekolah,hasilnya lumayan bisa untuk belanja sayur dan lauk.Nenekku cuma seorang buruh tani,sejak kecil aku sudah mendapatkan beasiswa jadi itu sedikit meringankan beban nenek.Untuk saat ini nenek sudah sepuh jadi kegiatannya hanya dirumah dan berkebun disamping rumah,kalau pagi biasanya membantuku penata jajanan yang akan aku jual.

Terbiasa hidup berdua dengan nenek membuat kami saling menguatkan satu sama lain,kami berjuang bersama demi sesuap nasi setiap harinya.Alhamdullikah berkat doa nenek aku keterima PNS dua tahun lalu,sedikit banyak kehidupan kami mulai berubah tapi aku masih tetap jualan risol dan lumpia sama seperti dulu.Sayang kalau harus berhenti karena sudah banyak pelanggan dan hasilnya juga lumayan.Aku biasanya sehari buat 50-100 psc kalau ada pesanan bisa buat lebih dari itu.Lelah jangan ditanya tapi aku happy menjalaninya,selama masih diberikan kesehatan kita harus terus berjuang bukan?
berjuang untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang yang menyayangi kita.

"Nduk,besok bu RT pesana risol 150pcs buat acara pengajian bisa nggak?tadi kesini waktu kamu masih ngajar."nenek berucap sambil duduk disebalahku.

"Bisa nek,untuk jam berapa?"

"Katanya habis magrib,coba nanti ditelfon lagi aja biar jelas."

"ohh ya udah nanti biar Shita telfon lagi."
besok kebetulan Sabtu jadi bisa buat pesanan banyak,kalau hari kerja aku nggak bisa buat banyak karena keterbatasan waktu dan juga tenaga.

"Sekolah gimana hari ini nduk?"

"Alhamdullilah lancar-lancar aja sejauh ini,
Nenek seharian ngapain aja dirumah?aku liat ada tanaman baru didepan."nenek itu hoby banget bercocok tanam,didepan rumah banyak sekali pohon mawar dan aneka bunga lainnya,dibelakang dan samping rumah ada berbagai macam sayuran yang beliau tanam.Aku biasanya hanya ikut merawat kalau weekend atau hari libur,itu cuma nyiarami tanaman atau menyiangi rumput.

"Ohh tadi dapat bibit dari bu RT bunga matahari,ya udah nenek coba tanam,
semoga saja bisa tumbuh.Kamu sudah makan belum?nenek masak pismol nila hasil mancing tadi siang,tapi cuma dapat beberapa ekor saja."

"Ya nanti Shita makan nek,nenek sudah makan belum?jangan capek-capek kalau dirumah nanti pegel pinggangnya."aku memijat kedua kaki nenek,beliau bukan cuma nenek tapi ibu dan ayah bagiku.

"Nggak capek kok,kalau cuma duduk aja malahan capek harus banyak gerak."

"Ya tapi jangan semua dikerjakan,nanti biar Shita yang ngerjain kalau pulang dari sekolah."nenek itu enggak bisa diem apa aja dikerjakan,padahal aku sudah sering melarangnya tapi tetap nggak manut.

"Ngerjain apa to nduk,cuma berkebun aja kok.Semua pekerjaan rumah sudah kamu kerjakan semuanya juga.Kamu yang jangan terlalu capek,kalau mau berhenti jualan ya nggak papa kok nduk,insya Allah dicukupkan oleh Allah."ucap nenek sambil mengelus tanganku.

"Shita nggak capek kok nek malahan seneng,jualan itu hoby yang menghasilkan lumayan kalau ditelateni.Mau berhenti kok sayang uangnya ya."jawabku sambil terkekeh pelan.

"Kamu kalau soal uang rajin banget nduk."

"Pasti rajin lah nek,siapa yang nggak suka uang nggak ada lah "

"Memang didunia ini nggak melulu soal uang,tapi semuanya butuh uang ya nduk."

"100 buat nenek."aku bertepuk tangan heboh,beginilah kami kalau malam hari suka ngobrol hal random lainnya.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang