Tentangku (end)

317 19 4
                                        

Setelah dirawat di RS selama 3 hari,ayah sudah diperbolehkan pulang.Kita akan tinggal diapartemen untuk sementara waktu karena 3 hari lagi ayah dijadwalkan check up,jadi dari pada bolak-balik dan ayah capek jadi kita putuskan menginap di apartemen.Selanjutnya jadwal kontrol jadi 2 minggu sekali selama itu kemungkinan kita akan balik lagi kekota sebelah.Mas Satya nggak bisa jemput karena sudah balik kekota sebelah,ada beberapa pekerjaan yang nggak bisa ditinggalkan.Kami tadi naik taxi online, alhamdullillah ketemu supir yang baik mau bantu bawa barang-barang kita sampai di unit apartemen kita diatas.

"Sementara kita disini dulu ya yah,sampai jadwal kontrol ayah minggu depan.Nanti setelahnya kita baru pulang kerumah."aku menuntun ayah untuk duduk disofa ruang tamu,sedang bunda lagi membereskan barang-barangnya dikamar.

"Makasih ya nduk,ayah jadi ngerepotin kamu terus,padahal kamu aja nggak pernah merepotkan ayah."ucap ayah pelan.

"Nggak ada yang direpotkan,Hanin seneng kok bisa jagain ayah.Pokoknya ayah nggak harus mikirin apa-apa dulu,kesehatan ayah sekarang nomer satu.Ayah harus semangat sembuh,sehat biar bisa ngajakin Hanin jalan-jalan lagi."setelah pemasangan ring jantung,ayah jadi lebih sensitif dalam hal apapun,sering banget bilang maaf dan bilang kalau beliau ngerepotin.

"Iya nduk terima kasih,kamu anak yang baik,semoga Allah mudahkan semua urusanmu ya nduk."

"aamiin,ayah istirahat disini apa mau dikamar?"tanyaku sambil merapikan bantal biar ayah duduk dengan nyaman.

"Disini aja bosen tiduran terus,masmu belum kesini nduk?"tanya ayah lagi.

"Kemungkinan nanti sekalian ayah check up,lagi banyak kerjaan dikantor apa proyek baru katanya."jelasku pada ayah.

"Kangen pasti nggak ketemu sama mas,biasa tiap hari ketemu."

"Kangen,tapi kan cuma sementara lagian bisa videocall.Ayah nonton tv dulu ya,
Hanin mau masak buat makan malam."

"Iya nduk, makasih."

"Kembali kasih ayah sayang."aku mencium pipi ayah sekilas sebelum beranjak kedapur, dari sini masih bisa liat kalau ayah lagi nonton berita seperti bapak-bapak pada umumnya.

Ayah masih harus diet mengurangi minyak dan gorengan, diet rendah gula dan garam,juga masakan berlemak lainnya.Aku ganti pakai minyak kelapa untuk masak,
alhamdullilah ayah nggak rewel soal makanan,apa aja yang kemarin di sajikan di RS dimakan sampai habis.Aku akan buat capcay sayuran,steak dada ayam buat ayah dan untukku dan bunda kita makan dada ayam juga tapi aku kasih bumbu pedas.

"Nduk,kok masak nggak pesen aja."bunda baru keluar kamar dan berjalan kearahku.

"Masak aja bun, biar jelas kualitasnya."

"Capek lho?"

"Enggak,bunda mending ngobrol aja sama ayah,ini sudah Hanin kupasin alpukat buat ayah."aku memberikan alpukat dan apel yang sudah aku kupas pada bunda.

"Makasih banyak nduk,bunda ngerepotin kamu terus,padahal kamu nolak pun bunda nggak masalah."ucap bunda pelan.

Aku maju dan memeluk bunda pelan, aku nggak mungkin menolak bunda atau ayah.
Didunia ini aku sudah nggak punya ibu,aku cuma punya bunda dan ayah sebagai orang tuaku.Didunia bunda dan ayah hanya aku yang beliau punya,jadi aku nggak akan membuang kesempatan ini untuk berbuat baik dan berbakti pada ayah dan bunda.
"Hanin sayang sama bunda,kaya sayang sama ibu.Bunda adalah ibu juga buat Hanin jadi jangan bilang gitu lagi ya."aku melepas pelukanku, akhir-akhir ini kedua orang tuaku ini sedikit sensitif, apa-apa nangis mungkin faktor usia atau apa nggak tahu juga ya pastinya.

"Bunda juga sayang sama Hanin, melebihi apa yang Hanin tahu."

"Terima kasih sudah menerima Hanin sebagai anak bunda,sudah sayang sama Hanin sampai detik ini,Hanin beruntung punya bunda ."

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang