Bukan Mauku🍂

383 25 9
                                        


Setelah acara kecil-kecilan di sebuah panti asuhan aku bergegas pulang,rasanya aku capek dan ingin segera tidur.Tapi semuanya hanya anggan semata,sampai depan rumah sudah ada bapak dan ibu yang nunggu.Aku langsung membuka gerbang tampa banyak tanya,aku tahu pasti akan ada huru hara lagi setelah ini,jadi aku menyiapkan mental.

"Kamu baru pulang kerja nduk?"tanya bapak saat kami sudah berada didalam rumah.

"Heeum."ini lho 3 tahun kepergian eyang dan anaknya sendiri tidak ingat hal itu,aku kok jadi melow keinget eyang lagi.

"Sebenernya bapak dan ibu sudah datang kesini sejak pagi tapi kamu sudah nggak dirumah.Mau kekantor tapi kita nggak tahu kamu kerja dimana,kata satpam kantormu dulu kamu sudah resign dari sana."aku memang sengaja berpesan pada siapa pun dikantor kalau ada yang tanya tentangku bilang aja sudah resign,aku nggak mau bapak dan ibu datang ke kantorku.

"terus mau apa?nggak mungkin datang tampa tujuan?"tanyaku.

"Sebenernya kedatangan bapak dan ibu kesini mau meminta uang nduk,kamu kan sudah kerja pasti gajinya besar."aku sudah duga kalau kedatangan bapak dan ibu dan akan lepas dari uang,aku mengirim pesan pada mas Bayu jika aku akan telefon tapi memintanya diam.Aku hanya ingin dia tahu kalau mertuanya tidak sebaik yang ia kira.
Aku juga sudah denger dari tetangga sebelah rumah kalau bapak terjerat pinjol,sudah ada beberapa orang yang datang kerumah buat mencariku.

"Bapak dan ibu kan pensiunan kok malahan minta uang aku."Jawabku dengan nada sedatar mungkin.

"Uang pensiunan kami sudah habis buat bayar hutang nduk."jawab ibu kali ini.

"Hutang apa?"aku jadi penasaran selama ini tentang gaya hidup kedua orang didepanku.

"Hutang untuk biaya pengobatan mbakmu dan biaya perawatannya di RS kemarin sebelum dia meninggal."jawab bapak.

"Lho kok bapak dan ibu yang bayar,kan ada suaminya?buat apa punya suami kalau nggak bisa diandalkan."aku sengaja memancing disini,karena aku sudah curiga ada yang tidak beres dengan keduanya.

"Bayu dan keluarganya nggak mau bayar biaya RS, semuanya ibu dan bapak yang tanggung."ibu menimpali ucapan bapak.

"Lho ya jangan mau to kan sudah ada suaminya,masa istrinya sakit nggak mau bayar.Aku coba telfon mas Bayu ya buat konfirmasi."ucapku sambil pura-pura mengotak-atik hpku.

"Jangan telfon Bayu nduk."cegah bapak.

"Lho kenapa nggak boleh,kan kalian sendiri yang bilang kalau aku sudah jadi istrinya,
jadi nggak masalah kan kalau cuma konfirmasi yang sebenarnya."jawabku lagi.

"Jangan nduk, percuma kamu telfoh Bayu pasti mereka akan mengelak dan pasti akan mengkambing hitamkan bapak dan ibu."

"Ohh gitu,ya udah kalau gitu.'jawabku.

"Jadi gimana kamu mau ngasih uang buat kami kan?nggak banyak kok nduk cuma 10 juta aja."kali ini bapak yang bicara serius dengan menatapku.

"Minta uang,kok gampang banget kalian datang cuma minta uang.Selama ini kalian pernah kasih uang buat aku nggak?aku lho pernah nggak ngemis-ngemis minta uang ke kalian.Kalau mau uang ya kerja jangan cuma bisanya minta."aku sama sekali kasian dengan kondisi mereka sekarang.

"Kita ini orang tuamu lho nduk,kamu tega liat bapak dan ibu kelaparan."ibu menitikan air matanya,mungkin dia kira aku akan luluh ogg tentu tidak.

"Kenapa aku harus memikirkan kalian kalau kalian saja tidak pernah memikirkan aku.Kalian nggak pernah tahu kan kalau aku pernah kelaparan sampai harus puasa sama eyang,kalian nggak pernah tahu kan kalau kami harus bekerja keras demi bisa bertahan hidup dan makan.Dimana kalian saat aku butuh,jadi sekarang jangan bilang tentang kasian karena aku nggak pernah punya rasa kasian sedikit pun kepada anda."Bukan aku nggak sopan tapi rasanya kok bapak dan ibuku nggak pernah belajar dari pengalaman,ini juga sudah tua kok bisanya judol.Bukannya sudah tua tinggal beribadah yang rajin,ini kok malahan banyak tingkah.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang