WAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!!
Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending.
Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
"Bisanya sok agamis padahal jelas ibunya bekas PS*"
"Cih sombong banget nggak mau nyapa, padahal jelas-jelas ada orang disini."
Banyak lagi kalimat-kalimat ejekan yang terlontar padaku,ini sudah jadi makanan sehari-hari sejak aku kecil sampai usiaku kini 30 tahun.Awalnya sakit hati,nangis, minder tapi sekarang aku sudah kebal dan aku anggap sebagai angin lalu.Aku tetep melangkah kaki menuju rumah kontrakan yang sudah aku tempati sejak aku SD sampai sekarang.Dari yang harga sewanya puluhan ribu,sampai sekarang mencapai ratusan ribu rupiah.Aku tinggal bersama ibu yang hebat,sangat hebat menurutku. Ibu yang tidak lelah berjuang sekuat tenaga,walau harus berpeluh keringat,air mata dan cacian yang tiada henti.
"Assalamualaikum,Hanin pulang."aku mengucapkan salam sambil membuka pintu kontrakan yang tidak dikunci.
"Waalaikumsalam baru pulang nduk."ibu melangkah keluar dan menyambutku dengan senyum yang terukir diwajahnya yang mulai kelihatan keriput.
"Iya tadi nunggu angkot lama,ibu ada pesanan?"aku melihat ibu yang sedang berkutat dengan adonan kue diruang tamu sekaligus ruang keluarga.Kontrakan yang sudah jadi saksi kita berdua tersenyum karena orderan kue banyak atau kita berdua menangis karena tidak bisa makan dan membeli beras.
"Iya,ada pesanan bolu pisang 5 loyang dari bu RT,kamu segera mandi nduk sudah mau magrib."ucap ibu sambil mengelus lenganku lembut.
"Hanin mandi dulu ya bu."aku masuk kekamar untuk mengambil baju ganti dan juga meletakan tasku.Selepas mandi aku membantu ibu packing kue yang akan diambil nanti jam 7 malam."Bu RT ada acara apa bu pesan kue banyak."tanyaku.
"Ibu nggak tanya nduk,kalau kata bu Endah ada saudaranya yang pada mau datang." jawab ibu sambil mengambil loyang terakhir bolu pisang yang baru matang.
"Ohh iya,ini diambil atau dianter?"
"Diambil katanya nduk tapi kalau nanti minta dianter biar ibu aja yang anter."
"Aku temanin ya bu."
"Nggak usah kamu capek pulang kerja,ini sudah selesai biar ibu yang beresin kamu siap-siap buat magriban."ucap ibu sambil membereskan semua peralatan yang baru dipakai membuat bolu.
"Iya,Hanin sholat dulu ya,mending kita sholat dulu nanti beberesnya nanti lagi " ajakku pada ibu.
"Iya juga, kamu duluan yang wudlu."
"Iya bu."
Kami pun wudlu bergantian dan sholat dikamar masing-masing,selesai sholat kita langsung makan malam dengan menu sederhana yang ibu masak untukku.Ini adalah salah satu menu kesukaanku,walau sederhana tapi bisa ngabisin nasi sebakul.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(pict by pinterest)
Setelah makan kita berdua duduk lesehan, disini nggak ada kursi apa lagi televisi,kue pesanan bu RT sudah diambil saat kau baru selesai sholat.Aku sudah menawarkan pada ibu biar beli TV untuk hiburan ibu kalau aku kerja,ibu selalu menolak alasannya nanti token listriknya jadi banyak.Kalau kursi memang sengaja tidak ada,hanya karpet biasa lagian nggak pernah ada tetangga atau tamu yang mau bertamu. Kalau ada pesanan mereka cuma pesan by phone atau hanya berdiri didepan pintu tak mau masuk hanya sekedar untuk ngobrol atau singgah.