"Aku nggak mau nikah sama mas Bayu,aku masih pengin kerja masih pengin jalan tampa diribeti sama urusan suami dan anak."nafasku terasa berat ditenggorokan,
emosiku rasanya sudah mau pecah saat itu juga didepan ibu dan bapakku.
"Demi Rayyan nduk,kamu nggak kasian liat keponakanmu kekurangan kasih sayang dari ibunya."ucap bapak pelan.
"Kenapa aku harus kasian sama Rayyan,
yang harus dikasihani itu aku!aku yang masih punya orang tua lengkap aja tidak pernah merasakan kasih sayang jadi buat apa aku kasihan sama Rayyan yang masih punya ayah yang mencintainya."aku luapkan semua unek-unek dihatiku,rasanya sudah cukup lama aku diam selama ini.
"Kamu kan tahu kondisi mbakmu seperti apa nduk,ibu dan bapak terpaksa menitipkan kamu sama eyang."ucap bapak lagi.
"Menitipkan kok selama 27 tahun dibilang menitipkan,dibuang itu namanya .Aku memang tidak pernah kalian anggap anak selama ini,lalu kenapa tiba-tiba datang dan memintaku menikah dengan ayahnya Rayyan.Apa bapak pernah mikirin perasaanku enggak kan?apa bapak pernah bertanya apa yang aku mau dan aku suka,dari kecil aku harus mengalah.Kasih sayang,mainan semuanya aku harus kalah dari mbak Dian,semuanya mbak Dian dan mbak Dian."ucapku lantang.
"Tapi kamu sehat nduk,nggak seperti mbakmu yang sakit -sakitan dari kecil."kali ini ibu yang menjawab ucapanku.
"Karena aku sehat terus aku harus ngalah terus gitu sama mbak Dian?karena aku sehat jadi aku tidak berhak mendapatkan kasih sayang bapak dan ibu sama seperti mbak Dian gitu maksudnya!.Jawabanku tetap sama,sekali tidak tetep tidak,kalau sampai bapak nikahkan aku diam-diam tampa sepengetahuanku jangan harap aku bakalan menjalani peran sebagai ibu dan istri,nggak akan pernah!."aku meninggalkan bapak dan ibu diruang tamu dan langsung masuk kekamarku,emosiku sudah sampai ubun-ubun dan takut aku los kontol.
Flashback off
Hari ini mendung duka menyelimuti keluarga kami,kakak perempuanku baru saja menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit jantung yang ia derita sejak kecil.Semua keluarga menangisi kepergiannya kecuali aku,entah harus sedih atau senang aku bingung buat menjabarkan perasaanku saat ini.Dia memang kakak perempuanku tapi kami tidak pernah dekat selama ini,kami hidup terpisah sejak aku bayi.Mbak Dian dirawat bapak dan ibuku di kota,sedangkan aku hidup didesa bersama eyang.Dari cerita yang aku denger,aku sengaja dititipkan karena ibu dan bapak ingin konsen kepada pengobatan mbak Dian,
tapi nyatanya sampai aku berumur 27 tahun pun aku masih tetap di desa bersama eyang.
Bapak dan ibuku bahkan jarang datang kesini untuk menjengukku,bahkan mereka datang cuma setahun sekali saat lebaran itu pun cuma sehari.Jadi wajar kalau kita tidak dekat sebagai seorang adik perempuan atau sebagai seorang anak perempuan.Saat kita bertemu pun aku selalu harus mengalah dari mbak Dian,apa pun itu aku harus mengalah.
Awalnya aku menuruti semua permintaan mereka tapi beranjak dewasa aku mulai sadar jika bapak dan ibuku pilih kasih.Aku bertumbuh sendiri tampa pendampingan mereka,langkah pertamaku pun mereka tidak tahu.Bapak dan ibuku tidak pernah tahu apa pun tentang aku,makanan favoritku,hoby tidak pernah tahu,yang mereka tahu cuma namaku Gendhis Pramesha Sasmitha.Mungkin cuma nama itu yang mereka tahu, selebihnya mereka hanya tahu kalau aku masih hidup dan bernyawa.
Mbak Dian pergi meninggalkan suami dan seorang anak laki-laki bernama Rayyan,dia masih berusia 1 tahun.Rayyan termasuk anak yang lucu,badannya gempal,hidungnya mancung,kulitnya putih tapi entah kenapa setiap kita bertemu aku tidak ingin menyapanya seperti layaknya tante pada keponakannya pada umumnya.Pernah suatu ketika Rayyan ingin ikut denganku,tapi aku dengan santainya memilih untuk pergi.Aku memang merasa tidak perlu dekat dengan siapa pun dikeluargaku kecuali eyang dan selebihnya cukup aku tahu saja.Aku kenal suami mbak Dian,dia adalah kakak tingkatkan saat aku kuliah dulu di Bandung.
Kami pernah satu organisasi tapi kita tidak dekat hanya tahu nama dan wajahnya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
