Flashback on
Hari ini ibu Ratih,pak Aryan,pak Ibnu dan Hani akan datang kerumah,setelah berfikir cukup lama akhirnya aku menyetujui usulan nenek untuk memberikan kesempatan bu Ratih menjelaskan semuanya.Aku juga tidak bisa menghakimi sepihak tanpa mendengar penjelasan beliau terlebih dahulu,walau pun sebenarnya egoku menolak hal itu.Sejak pagi buta aku sidah berkutat didapur bersama nenek,hari ini aku masak rica-rica ayam kampung,lalapan,tahu dan tempe goreng serta krupuk.Untuk cemilannya aku sudah buat risol dari semalam,kacang rebus hasil panen sebelah rumah dan juga beberapa makanan kering yang nenek beli di pasar.
Semua sudah siap dimeja,sekarang giliran aku yang nggak tenang,jantungku rasanya berdetak lebih cepat dari biasanya.Aku bahkan beberapa kali kekamar mandi sangking tegangnya.Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah,aku semakin deg degan bahkan tanganku berasa lebih dingin dari biasanya.
"Nduk,kenapa kelihatan tegang gitu?'ucap nenek padaku.
"Nggak tahu nek,sejak tadi rasanya bolak balik kekamar mandi."jawabku pelan.
"Semua akan baik-baik saja,bismillah ya nenek bukain pintu dulu,kamu siapin jamuan untuk tamu kita."
"Ya nek."aku melihat nenek berjalan kearah depan dan aku berbalik menuju dapur,aku membuat teh hangat untuk semuanya.Aku mendengar pelan obrolan didepan sana,
bismillah aku pun melangkah kedepan.Aku melihat semua mata tertuju padaku dan aku mengulas senyumku semanis mungkin walau terpaksa.
"silahkan."aku menyuguhkan teh hangat dan beberapa jajanan yang sudah aku dan nenek siapkan sejak pagi.
"terima kasih,sini duduk sebelah ibu nduk."
suara bu Ratih mengalihkan antensiku,aku menatap nenek sejenak dan dengan langkah pelan aku duduk disebelah beliau,
sebelumnya aku sudah bersalaman dengan semuanya ya guys.
"Kamu sehat mbak??"tanya bu Ratih padaku.
"Alhamdullilah."
"Alhamdullilah,kenalkan ini pak Ibnu,suami ibu dan itu yang cewek adikmu namanya Hani,kalau Aryan sudah kenal kan??"ibu Ratih memperkenalkan semua keluarga yang datang kesini.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum memandang satu persatu yang beliau perkenalkan kecuali pak Aryan.Aku sengaja menghindari kontak mata dengannya.
"Salam kenal mbak,aku Hani."
"Iya,panggil Shita aja."aku menerima uluran tangan dari Hani walau canggung.
"Aku panggil mbak boleh??"ucapnya lagi.
"boleh"aku melirik pak Ibnu dan menjabat tangannya sambil berkata "Salam kenal pak,
saya Shita."
"saya Ibnu panggil saja ayah seperti Aryan dan Hani,nduk."beliau menatapku lembut.
"enjih yah."ucapku ragu.
"Biar Shita dan Ibunya ngobrol dulu ya,kita ke belakang nenek ada kolam ikan dan kebun sayur "
"Wachh asyik boleh mancing nek?"ucap pak Aryan pada nenek.
"Boleh,ya udah mari,minumnya dibawa aja."nenek mengajak semuanya ke belakang kecuali aku dan bu Ratih.
Suasana semakin terasa asing saat kita tinggal berdua,kami terdiam beberapa saat sampai bu Ratih mulai berucap"nduk."
"ya"jawabku sambil menatap wajah beliau.
"Ibu tau ribuan kata maaf nggak akan bisa menghapus semuanya,ibu tahu sesakit apa dan sekecewa apa kamu sama ibu dan ayah.
Tapi yang harus kamu tahu ibu sangat menyayangimu nduk,nggak ada satu hari pun ibu nggak memikirkan kamu."ucap ibu Ratih pelan dan terdengar pilu disetiap kata yang beliau ucapkan."Kamu mau percaya atau nggak itu nggak masalah buat ibu,tapi itulah yang sebenarnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
