Warning : maaf jika ada kata-kata yang sedikit vulgar ya, pinter-pinter pilih bacaan sesuai umur ya guys thanks.
Suara adzan dari hp terdengar menggema seluruh ruangan ini,aku menggeliat bangun saat sebuah tangan melingkar diperutku.
Aku mendongak untuk menatap wajah suamiku,begitu tenang bahkan tak terganggu dengan suara adzan dari hpnya.
Begini ya rasanya bangun pagi dipekukan suami,nggak bisa di diskripsikan gimana perasaanku saat ini.Aku menyentuh rahangnya yang mulus bekas cukuran sebelum akad nikah kemarin.Ini sama sekali nggak terganggu,apa memang sudah bangun tapi pura-pura tidur,entahlah.
"Mas bangun sudah subuh."aku mengelus wajahnya yang kelihatan sangat damai.
"Heeum jam berapa??"matanya masih terpejam,seakan enggan untuk membuka mata,tanganya makin erat membelit di pinggangku.
"Sudah adzan,itu hp mas udah bunyi dari tadi."tanganku masih tetep berada ditempat yang sama,kayaknya ada yang nggak mau bangun kalau di elus gini.
"Tanganmu halus dek."
"Hah!apa?"aku masih tidak konek dengan kalimat yang mas Lukman ucapakan.
"Tanganmu halus,mas suka di elus gini."
mendengar ucapan mas Lukman,reflek aku menarik tanganku dari wajahnya.
"Lho kenapa berhenti?mas suka lho."mas Lukman membuka matanya dan seketika itu padangan kami saling beradu dan aku langsung menundukan kepalaku.
"Enggak apa-apa,lepas dulu aku mau mandi dam bersiap sholat."aku mencoba melepaskan pelukannya tapi nggak bisa lepas,kaya di lem tangannya.
"Angkat kepalanya dek,mas mau liat lho wajah cantik istri mas saat bangun tidur."
bisanya gombal,nggak tahu apa kalau jantungku sudah tak aman dan pipiku sudah mulai memanas.
"Dek,sayang"ucapan lembut mas Lukman dan sentuhan lembutnya dilenganku membuatku meremang."Sayang,suaminya kok dicuekin."belum menyerah juga bapak satu ini.
"apa mas?"
cup
Sebuah kecupan kilat mendarat di bibirku,
belum sempat aku menetralkan detak jantungku bibirku langsung dikulumnya lembut.Baru buka mata sudah disuguhi adegan 21+,emang gini ya kalau sudah punya suami,bangun tidur langsung ada yang memberikan morning kiss."Masss"
aku memukul dadanya pelan,sesak rasanya kaya mau kehabisan nafas."Aku nggak bisa nafas."aku menghirup oksigen banyak-banyak dan menetralkan detak jantungku yang menggila.
"maaf sayang,mas khilaf habisnya sejak kemarin bibirmu keliatan sungguh menggoda.Nggak tahan mas buat nggak mencicipi dan mengulumnya lembut."ini pak dosen ngomongnya nggak ada filternya.
"Mas!mesum!masih pagi juga.Udah lepas dulu nanti keburu habis waktu sholatnya,
kita belum sholat lho ya."aku nggak mau terlena dengan kecupan mas Lukman sampai melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim.
"Mesum sama istri sendiri nggak dosa kok,
malahan dapat pahala."
"Mas!sholat!"aku sedikit menaikan suaraku,
bisa-bisanya malah ngomong gitu.
"Iya iya sholat."dengan wajah sayu,mas Lukman melepas pelukannya,ia berlalu kekamar mandi walau dengan wajah yang ditekuk.Bisanya disuruh sholat kok kaya bocah,sambil mecucu bibirnya.
🪷🪷🪷🪷🪷
Setelah jama'ah subuh,mas Lukman mengajakku untuk melihat sunrise sambil menyusuri hamparan pasir didepan kamar kami,tidak perlu berjalan jauh cukup melangkah sudah terhampar lautan lepas dengan pasir yang lembut.Kami menyusuri pantai dengan bergandengan tangan,angin laut meniup jilbab yang aku pakai,walau masih gelap tapi tidak berasa dingin.
"Mas bahagia nggak?."ucapku tiba-tiba.
Mas Lukman menoleh kearahku sebelum menjawab "tidak ada alasan buat mas nggak bahagia dek,semua sudah mas dapatkan dan sekarang ada kamu yang melengkapi separuh hatiku."bahagia itu bukan dicari tapi kita ciptakan sendiri bahagia versi kita sendiri,karena ukuran kebahagiaan tidak bisa kita samakan satu sama lainnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
