Tentangku🌺

252 25 10
                                        

Pagi ini rasanya jauh lebih berwarna dari sebelumnya,entah karena cuaca hari ini cerah luar biasa atau karena suasana hatiku yang lagi bahagia.Sejak kemarin malam rasanya senyum ini tak pernah luntur dari bibirku,ibu bahkan sampai bilang kalau bibirku bakalan kering karena senyum terus sejak semalam.Semalam juga pak Satya sudah langsung bertemu ibu,ayah dan juga bunda dirumah,beliau sudah mengutarakan tentang kedekatan kita ini.
Ayah akhirnya memutuskan untuk langsung lamaran saja pekan depan dan alhamdulilah pak Satya menyambut baik niat tersebut .Ibu juga bilang niat baik harus disegerakan biar nggak timbul fitnah.

Suasana kantor sama seperti biasanya tapi tidak dengan suasana hatiku yang dipenuhi dengan bunga-bunga bermekaran.Aku baru sampai kantor,sengaja aku berangkat sendiri karena kita sepakat untuk keep dulu hubungan kita.Nanti mau langsung sebar undangan aja biar surprise dan semoga nggak bocor ya aamiin.Langkah kakiku berhenti saat Nasya mencegahku didepan resepsionis,dia berdiri bersama seorang wanita cantik yang aku tahu namanya mbak Dewi,salah satu idola di kantor.

"Hanin!sini sebentar."Nasya menarik tanganku mendekat arah resepsionis.

"Ada apa?"

"Mbak Dewi yang mau ngomong."tunjuknya pada mbak Dewi.

"Iya mbak,ada apa?"tanyaku lagi.

"Beneran pak Satya sudah tunangan?dia mau nikah?"tanyanya tiba-tiba.

Aku menetralkan ekspresi terkejutku sebelum berucap"kalau liat dari postingan di IG kayaknya gitu mbak."jawabku pelan.

"Kamu tahu siapa orangnya?"tanyanya lagi.

"Masih karyawan sini setahuku mbak"kan aku karyawan sini,nggak salah kan.

"Hah!siapa?"Nasya dan mbak Dewi menjawab berbarengan.

"Tanya aja sendiri sama orangnya,itu barusan datang."aku menunjuk pak Satya yang barusan masuk kedalam lobby.

"Mana berani kita."ucap Nasya lagi.

"Ya udah aku duluan ya,bay."aku sengaja menghindar topik soal ini,takutnya nanti ketahuan kalau aku yang mereka bicarakan.

Sampai ruangan aku langsung menyalakan komputer,mengecek beberapa berkas yang harus ditanda tanganinya pak Bagas.

"Ngobrol apa tadi dibawah?"pak Satya bertanya dari meja kerjanya.

"Biasa ditodong sama penggemar pak Satya,
pada kepo siapa yang bapak upload."kataku sambil terkekeh pelan.

"Kamu kasih tahu mereka?"

"Ya enggak lah buat apa,mau pamer?"

"Biar mereka nggak kepo lagi,nanti meeting sama bagian perencanaan ikut kan?"

"Iya ikut tapi kita meeting intern dulu dengan pak Bagas jam 8."ingatku padanya.

"Siiap nyonya."

Kami pun bergelut dengan pekerjaan masing-masing dan mulai meeting intern dengan pak Bagas.Biasanya cuma briefing sebentar,kali ini lumayan lama.Setelah selesai kami langsung pindah meeting dengan divisi perencanaan,marketing juga keuangan.Aku duduk disebelah pak Satya mencatat point penting dari meeting hari ini.Sesekali aku mengecek hpku karena ada reschedule meeting dengan PT.Harapan Jaya siang ini setelah makan siang nanti.

"Kalian kapan nikahnya?"pak Bagas tiba-tiba bertanya saat kita sedang makan siang bersama diruanganku.

"Belum tahu pak,tergantung nanti hitungan hari baiknya."jawab pak Satya.

"Susah saya kalau kalian cuti barengan,ada rekomendasi siapa yang bisa gantiin kalian saat cuti."ucap pak Bagas lagi.

"Saya nggak ada rekomendasi,nggak tahu kalau Hanin."jawab pak Satya.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang