Aku nggak tahu kedekatan macam apa yang sedang kita bangun,katanya dekat tapi selama ini tidak pernah bertukar pesan kecuali masalah kerjaan,jujur selama ini selama sebulan lebih dari pertemuan pak Danu dan ibu tak ada yang spesial diantara kita, komunikasi hanya sebatas wajar.Aku bahkan tidak pernah chat atau duluan kecuali masalah kerjaan,sedangkan pak Danu hampir tiap hari selalu telfon dll.
Aku juga bingung jika harus memulai duluan,jadi aku memilih diam seperti sekarang.Ditelfon diangkat, dichat ya dibales udah gitu aja,apa lagi kita berjauhan jadi nggak perlu ketemuan dan sejenisnya.
"Lho?"aku kaget saat melihat pak Danu sudah berdiri diruangku,perasaan tidak ada agenda apa pun dicabang.
"Kenapa?"jawabnya santai lalu nyelonong masuk tanpa permisi.
"Perasaan nggak ada jadwal kunjungan kok tiba-tiba pak Danu ada disini?"tanyaku.
"Enggak boleh ya?"
"Boleh,maksud saya kan biasanya bapak kesini cuma kalau ada kerjaan."emang kenyataan seperti itu.
"Oke mulai sekarang saya akan sering kesini."ucapnya santai.
"Buat apa?"tanyaku heran.
"Ketemu kamu lah,siapa lagi.Masih banyak kerjaan?"tanyanya tiba-tiba.
"Sudah mau pulang tapi bapak tiba-tiba nonggol didepan pintu."
"Ya udah ayo kita pulang."pak Danu langsung berjalan mendahuluiku,aku dibuat bingung oleh sikapnya, bisanya tiba-tiba muncul disini.
Aku berjalan mengikuti beliau dari belakang, biasanya juga begini kan.
"Motornya ditinggal aja?"ucapnya padaku.
"Trus saya pulangnya gimana?"
"Bareng sama saja,besok pagi saya jemput."
"Kuncinya?"tanyaku lagi.
"Kasih saya,biar nanti saya suruh anak-anak buat nganter kerumah kamu."
Aku mengulurkan kunci motorku dan berjalan menuju mobil pak Danu,hari sudah malam jadi kantor sudah sepi.Tadi aku memang lembur karena ada laporan yang harus segera diemail ke pusat.
"Bapak sampai sini jam berapa?"tanyaku saat mobil mulai bergerak keluar dari area parkir kantor.
"Jam 4 tapi tadi mampir kerumah ayah dan kepanti dulu,mau makan dulu?"tanyanya.
"Langsung pulang aja pak,saya sudah gerah pengin mandi."
"Ohh okey."
Tidak ada obrolan lagi setelahnya sampai kita sampai dirumah.Aku langsung masuk kedalam sedang pak Danu ngobrol diluar sama ibu dan Gading.Aku sudah nggak tahan sejak tadi pengin mandi,apa lagi tadi siang habis dari proyek,sudah berkeringat,
lembab dan bau matahari komplit jadinya.
Selesai semuanya aku langsung keluar kamar,masih ada pak Danu,ibu sedang sholat isya aku tahu kalau Gading entahlah.
"Gading kemana pak?"aku duduk berhadapan dengan pak Danu.
"Barusan pamit keluar sebentar,mau makan diluar nggak?"katanya padaku.
"Pak Danu belum makan?"
"Belum,makanya saya ngajakin makan diluar,mau?"tanyanya sekali lagi.
"Makan disini aja mau,tapi ya seadanya."
"Boleh,kalau tidak merepotkan."
"Ya udah tunggu sebentar."
Aku langsung beranjak dan berjalan kedapur,kayaknya aku masih punya stock ayam bumbu bakaran,tinggal buatkan sambal dan lalapan aja,simple.Kurang lebih hampir satu jam aku berkutat didapur,aku tambahin bakwan jagung kesukaan pak Danu,ada juga sambal cocolannya.Kita berdua makan dengan tenang,pak Danu bahkan sampai nambah 2 kali,entah doyan apa sangking laparnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
