"Mbak Kinan mau ya jadi ibuku?nikah sama bapakku."entah berapa kali Tasya berkata seperti itu selama beberapa bulan belakangan ini,sudah aku tolak tetep aja nekat buat bilang lagi dan lagi.
"Ya Allah sudah berapa kali mbak bilang,
kalau mbak nggak mau nikah Sya,mbak masih menikmati kehidupan mbak sekarang.Bisa beli apapun yang mbak mau,
bisa staycation kemana pun tampa ada yang melarang dan yang utama mbak bisa wujudin impian mbak buat dapat gelar doktor tampa ada hambatan dan tanggung jawab sebagai istri."itulah hidupku yang aku habiskan untuk kerja,sekolah dan liburan walau usiaku sudah masuk kepala 3 tapi belum kepikiran buat menikah.
"Ayolah mbak,bapakku itu asyik lho dia nggak kaya bapak-bapak jadul yang kaku.
Bapak juga suka staycation dan berkunjung ketempat yang indah di Indonesia.Bapak suka healing kaya mbak,bapak juga suka baca dan sekolah kaya mbak, walau umurnya sudah 50 tahun bapak masih semangat buat kuliah lho mbak."Tasya memang juara kalau soal promosi, pantas saja dia jadi manager marketing diusianya yang belum genap 30 tahun.
"Kenapa harus mbak?kan masih banyak perempuan lain yang seumuran ayahmu dan juga satu frekuensi."ya kali aku nikah sama laki-laki yang umurnya cuma selisih berapa tahun sama bapakku.
"Ya karena aku maunya mbak bukan yang lain.Mbak itu rajin,pinter masak dan baik cocok pasti sama bapak."Tasya beneran nggak segan-segan buat promosikan ayahnya.
"Aku galak lho Sya kalau kamu lupa."aku terkenal galak dan tegas jika dikantor,aku tak menolelir sekecil apa pun tindakan tidak disiplin dikantor.
"Bapak emang perlu istri yang galak,biar bisa ngontrol hidupnya yang suka minum kopi padahal umurnya sudah nggak muda lagi."ini anak ada aja jawabannya,seakan dia punya segudang jawaban dari semua yang aku ucapkan.
"Hiih udahlah,yuuk balik kekantor mbak ada janjian ketemu sama si bos jam 2 siang."
aku beranjak dari dudukku dan langsung balik kantor,kalau nurutin Tasya bisa sampai magrib.
"Ya allah mbak tunggu."
Aku hanya menatap Tasya sekilas,dia itu selalu heboh dimana pun.Walau kita selisih 8 tahun tapi nggak tahu kenapa kita bisa jadi bestie selama 6 tahun ini.Sejak dia masuk kekantor kita sudah akrab,dulunya cuma teman satu kost dan akhirnya bisa jadi sahabat seperti sekarang.Dulu Tasya kost dirumahku,kebetulan ada kamar kosong dirumah jadi aku sewakan aja untuk tambahan uang jajan Damar.Tasya yang awalnya cuma coba-coba akhirnya betah dan baru pindah setelah dia menikah.
Dikantor walau pun kita beda devisi tapi kita masih tetap akrab sampai sekarang,
ditambah lagi Tasya sudah menikah sejak 3 tahun lalu yang otomatis dia pindah dari kost mengikuti suaminya.Walau begitu komunikasi kita tetap lancar dan masih sering meet up berdua,walau cuma sekedar makan,belanja atau perawatan bareng.
Sampai ruanganku aku langsung mengambil laporan yang diminta big bos.
Aku menduduki posisi sebagai manager accounting,tugas yang sudah aku emban 8 tahun terkahir ini.Sejak lulus kuliah sampai sekarang aku masih betah untuk jadi budak corporate disini.Sudah 13 tahun aku mengabdi di perusahaan ini,salah satu perusahaan ekspor import terbesar dikotaku.Perusahan impian hampir semua lulusan kampus dikotaku,lingkungan kerja yang nyaman dan gaji diatas rata-rata jadi nilai plus perusahaan ini.Bahkan big bos tak segan kasih reward atas pencapaian setiap karyawannya.
Meeting dengan big bos selesai jam 4 sore,pembahasan alot mengenai kenaikan gaji karyawan tahun depan yang tinggal sebulan lagi dan juga membahasan tentang target perusahaan tahun depan,tak lupa pembahasan cabang baru di Surabaya yang akan mulai beroperasi awal tahun depan.
Lelah sudah pasti tapi aku happy,aku melanjutkan beberapa laporan yang terpaksa aku pending karena meeting barusan.Aku type orang yang kerjaan hari ini harus selesai hari ini,jadi walau pun harus lembur bakalan aku jabanin.
🪷🪷🪷🪷🪷
Sampai rumah tepat adzan isya berkumandang,rumah ini sepi seperti tidak ada kehidupan.Sejak 10 tahun lalu aku tinggal disini berdua dengan adik laki-laki,
Damar Radhika Putra yang biasa aku panggil Damar.Dia sudah bekerja disebuah BUMN dikotaku sejak setahun yang lalu,dia alasan aku untuk hidup dan bekerja keras.
Saat bapak dan ibu meninggal otomatis semua tanggung jawab jatuh ditanganku.
Kami bukan keluarga yang berada,bapak dan ibu hanya pedagang kecil disebuah pasar tradisional di kotaku.Tidak ada harta benda yang berlebih yang beliau tinggalkan untuk kami,alhamdullilah saat itu aku sudah bekerja sedikit banyak bisa untuk menopang kehidupan kita berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
