Demi Bapak🍀

222 17 7
                                        

Hari ini aku berangkat ke kampus lebih pagi dari jadwal yang ditentukan,aku sengaja berangkat pagi sebelum kena macet.Dag dug dug sudah pasti,tapi yakin semuanya akan berjalan dengan lancar.
Bismillahirrahmanirrahim hari ini dilancarkan dan dimudahkan semuanya,
aku sudah mempersiapkan ini sebaik dan semampu yang aku bisa.Didalam ruangan ada 5 penguji, sekitar dua jam kedepan adalah yang menentukan semunya,yakin Anin kamu pasti bisa,yakin bisa Anin.

"Selamat Anin."satu teman angkatanku langsung memelukku erat begitu aku keluar dari ruang sidang,rasanya sungguh luar biasa lega.Alhamdullilah semuanya bisa berjalan dengan baik dan awal bulan depan aku bisa ikut wisuda.

"Makasih kak Tika,habis lanjut s3 yukk?"
ajarku pada kak Tika,teman satu angkatan yang sudah dulu sidang minggu lalu.

"Angkat tangan,sudah nggak sanggup lagi buat mikir otaknya,kamu mau lanjut?"kak Tika memberikan sebuket bunga untuku.

"Kalau ada sponsor mau mbak,ini aja modak beasiswa jadi harus nyari beasiswa lagi."jawabku sambil terkekeh.

"Beneran mau lanjut? otaknya bener-bener encer ini."katanya padaku lagi.

"Insya Allah doakan saja,makasih kak sudah datang,padahal aku tahu kakak sibuk."kak Tika ini punya kantor kontrakan sendiri,
aku takut pasti dia sibuk banget.

"Sama-sama,kebetulan free hari ini?yuuk kita makan siang aku traktir."dia sudah menarik tanganku dari depan ruang sidang,
sebelumnya kita foto-foto dulu diluar.

"Harusnya aku yang traktir kak,ini kebalik malahan."

"Enggak apa-apa,santai aja."

"Semoga rejekinya kakak lancar,proyeknya makin rame aamiin."

"aamiin,yuuk jalan."

*****

Pagi tadi aku merasa sendiri,tapi siang ini tidak lagi,ada kak Tika yang ternyata datang.Awalnya aku ingin memberitahu mas Radit kalau aku sidang hari ini,tapi karena sudah dibuat jengkel kemarin jadinya aku males.Chat dan telfonnya sejak kemarin aku cuekin,aku lagi males berdebat atau sejenisnya lebih baik konsen buat persiapan sidang hari ini.Aku bahkan sengaja off hp sejak kemarin siang,jadi beneran belajar buat hari ini.Kak Tika mengajakku ke Resti sunda,dia tahu banget kalau lidahku nggak suka makanan jepang dan lainnya.Sudah paling cocok makanan sunda,jawa,padang pokoknya makanan Nusantara hampir semua cocok dilidahku.

"Kak,aku mau cerita?"aku mendekat kearah kak Tika,kita untung duduk di saung yang jaraknya lumayan antara satu dengan lainnya,kalau ngobrol pelan nggak bakalan denger juga.

"Kenapa?"

"Aku udah nikah."ucapku santai.

"What! jangan bercanda kamu,nggak lucu."
ucapnya tak percaya.

"Beneran kak,nggak percaya dibilangin."
aku menunjukan foto-foto pernikahan kami dan juga foto KK yang ada di hpku.

"Kapan?kok nggak bilang-bilang?"

"sebulan yang lalu kak,itu atas permintaan bapak."

"Maksudnya?"tanya bingung.

Aku menceritakan semuanya,mulai dari awal bapak memintaku menikah dengan mas Radit.Bapak masuk RS, pernikahan kami sampai kepergian bapak yang tiba-tiba,semuanya aku ceritakan tampa terkecuali.Aku juga menceritakan hubunganku dengan mas Radit yang terkesan dingin dan stak ditempat.

"Kamu cuma kurang komunikasi aja sama suamimu,cobalah bangun komunikasi yang baik dulu.Chat atau telfon duluan nggak apa-apa,kan istrinya kan ada yang salah.
Tanya tentang kesehariannya,pekerjaan atau bahas hal receh sekali pun.Kakak nikah juga hasil perjodohan,awalnya juga nggak baik,cuek dingin tapi setelah serumah mulai bangun komunikasi dan sekarang sudah jalan 5 tahun."ucap kak Tika padaku.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang