Tentangku🌺

226 25 8
                                        


Pak Satya beneran serius dengan ucapannya beberapa minggu yang lalu,dia mulai terang-terangan ngasih perhatian lebih bukan seperti rekan kerja pada umumnya.Suka nawarin pulang bareng,
makan siang bareng dan yang paling buat aku shock dia setiap hari nggak pernah abesn kirim chat,walau sekedar tanya kabar,tanya udah makan belum atau nanyain lagi apa, pokoknya random banget kelakuannya beberapa hari ini.Seperti ini tiba-tiba ada sekotak sushi dimejaku,tak lupa juga lengkap dengan sticky note didalamnya.

Seperti ini tiba-tiba ada sekotak sushi dimejaku,tak lupa juga lengkap dengan sticky note didalamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(pict by pinterest)

Antara kaget,seneng ada yang perhatian tapi kebanyakan adalah rasa takut.Aku takut hati ini terluka dan takut kalau harus jatuh untuk kesekian kalinya.Ya Allah aku harus apa,bantu aku ya Allah buat bisa menjaga hatiku agar tak mudah goyah.

Bahkan dia juga sering kirim makanan kerumah kalau pas lagi libur kerja atau pas malam hari.Seperti malam ini saat aku baru selesai mandi sudah ada bungkusan di atas meja,padahal aku nggak merasa beli atau order sebelumnya.

"Itu apa bu?"tanyaku pada ibu yang sedang menjahit baju di karpet.

"Tadi ada yang nganter atas namamu nduk,
ya udah ibu terima."jawab ibu sambil masih konsentrasi dengan jaitan ditangannya.

"Lah Hanin nggak merasa pesan bu."aku berjalan kearah meja dan ternyata makanan dengan label sebuah restoran cepat saji.

"Lho iya kah?apa salau kirim ya nduk tapi kok kalau salah nggak diambil.Sudah dari tadi lho ibu terimanya."

"Lah itu,tapi bentar."aku berlari kekamar dan benar ada beberapa panggilan masuk dari pak Satya juga beberapa chat.Dia tanya order makanannya buat aku sudah diterima belum,kan ada aja gebrakannya setiap hari orang itu.

"Siapa nduk?"

"Pak Satya yang kirim makanan bu,barusan ngabari orangnya.Tiap hari ada aja gebrakannya,nggak dikantor nggak dirumah "gerutuku sambil menatap jumlah makanan yang terlalu banyak ini,kalau dimakan berdua nggak akan habis pasti.

"Dikantor juga gitu nduk?"ibu beralih menatapku yang duduk didepannya.

"Iya bu,tiap hari kaya minum obat selalu chat buat ingetin sholat,makan dan masih banyak lainnya."jelasku pada ibu.

"Kamu suka diperhatikan gitu nduk?"

"Siapa yang nggak suka diperhatikan gitu,
tapi Hanin takut sakit hati dan kejadian yang dulu ke ulang lagi bu.Kalau boleh jujur kehadiran pak Satya buat warna sendiri dalam hati Hanin,kaya ada sebagian hati ini yang keisi,ada rasa nyaman,tapi rasa takut ini lebih mendominasi bu."aku takut kejadian dulu terulang lagi,dulu waktu kuliah pernah dilabrak kerumah oleh salah satu ibuknya temen kuliah,kami deket cuma karena kita satu kelompok buat tugas.Itu aja omongannya pedes banget,
masih keinget jelas sampai sekarang padahal kejadiannya udah lama banget.

"Manusia kan nggak sama nduk,jangan disamain pak Satya sama temen kuliahmu dulu."kata ibu menengahi kegelisahanku.

"Iya Hanin paham bu,tapi tetep aja kaya rasa takut itu masih ada sampai sekarang."
jawabku pada ibu.

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang