Beberapa hari ini rasanya aku makin gelisah bahkan susah tidur,sudah aku bawa sholat,
dzikir tetep aja nggak bisa tidur.Malam ini hujan turun sangat lebat,tadi mas Damar juga bilang kalau Banyumanik hujan deras.
Hari ini mas Damar dan ibu sengaja ziarah kemakam bapak dan juga keluarga yang lain.Katanya kalau ada anak yang mau nikah harus bersih kubur leluhurnya dulu dan tadi mas Damar sekalian.Takutnya nanti pulang dari Surabaya mepet dan nggak bisa mampir buat ziarah,jadi sekalian hari ini.
🧕 : mas nginep di Banyumanik?
🧒 : enggak,ibu mintanya pulang tapi ya nanti nunggu hujanna reda.
🧕 : nggak nginep aja pulang besok pagi,
sudah malam lho mas apa lagi habis hujan jalannya licin
🧒 : ya gimana ibu maunya pulang,kalau mas ya manut ibu aja.Mau nginep ya hayoo pulang ya hayoo
🧕 : ya udah kalau ibu maunya gitu, pulangnya hati-hati mas,nggak usah ngebut jalannya licin hujan soalnya
🧒 : iya sayang,sudah sana tidur hampir jam 10 lho dek?
🧕 : heeum iya,ngantuk sebenernya tapi mataku susah merem
🧒 : ambil wudlu terus nanti dzikir sebelum tidur,udah sana tidur nanti mas kabari kalau sudah sampai rumah
🧕 : ya udah hati -hati,jangan ngebut nanti bawa mobilnya,ingat 12 hari kita nikah.Ade nggak mau sampai mas kenapa-kenapa.
🧒 : iya cantik,gemes banget kalau lagi ngomel gini jadi pengin nyium
🧕 : ehh ngomongnya ya,tak bilangin mas Bima nanti lho
🧒 : keceplosan dek,usah sana tidur ini hujannya sudah reda kok,mas siap-siap pulang ya?
🧕: iya,mas hati-hati dan salam buat ibu.
Ade sayang sama mas
🧒 : mas lebih sayang sama ade,mas tutup telfonnya ya assalamualaikum
🧕 : waalaikumsalam
Entahlah memikirkan mas Damar pulang malam-malam setelah hujan kok pikiranku jadi jelek ya.Aku mengambil jaket dan kerudungku lalu keluar kamar, lebih baik ikut sortir kentang yang mau dikirim nanti jam 2 ke Ambarawa,dari pada dikamar sendirian pikiranku malahan aneh-aneh.
"Lho mas kira sudah tidur,ngapain kesini?"
tanya mas Bima saat aku mengambil tempat disebelahnya dan mulai ikut menyortir kentang yang ada didepanku.
"Nggak bisa tidur mas,mending bantuin disini sampai aku ngantuk."jawabku.
"Ada yang dipikirin?"
"Enggak ada."
"Bohong banget,ade lho kalau mikir keras mesti susah tidur,kenapa?"tanyanya sekali lagi padaku.
"Mas Damar lho jam segini mau pulang ke Salatiga,padahal udah malam plus habis hujan juga jalannya pasti licin."aku lho nggak bakalan bisa kalau nggak cerita hal apa pun sama masku.
"Lho nggak nginep aja pulang besok pagi?."
"Ibu nggak mau nginep,ngajaknya pulang."
"Banyumanik hujan juga?"
"Sama hujan sejak jam 1an katanya,
makanya mau pulang sejak sore nggak bisa kepater hujan."
"Ya juga ya,hujan deres walau pakai mobil bahaya juga jarak pandangnya terbatas."
"Lah iya itu,ibu juga ngapain nggak mau diajak nginep,buat aku overthinking."
"Hus,nggak boleh ngomong gitu, namanya juga kesepuan dek nggak nyaman kalau harus nginep mungkin,lebih nyaman dirumah sendiri.Doain saja semuanya baik-baik dan sehat-sehat sampai rumah."
"Aamiin ya rabbalalamin."aku selesai hampir jam 12 malam,setelah bersih-bersih aku mengecek hp tidak ada satu pun notifikasi dari mas Damar.Aku coba telfon mas Damar dan ibu juga nggak bisa dihubungi,pikiranku makin nggak karuan, mau tidur pun rasanya susah sangking semrawutnya pikiranku.
Sejak jam setengah 5 pagi aku sudah bangun,
mas Damar lagi ke mesjid biasanya jam segini.Aku mencoba telfon mas Damar dan ibu tapi tetep nggak bisa,dichat juga nggak bisa.Aku juga telfon pak Rudy nyambung tapi nggak diangkat,mungkin jam segini masih tidur pikirku.Dengan perasaan gelisah dan tak menentu,aku putuskan untuk masak saja mungkin batrainya mas Damar lowbet,dia kecapean jadi lupa ngabarin aku,aku masih berpikir positif sampai suara mas Damar membuat semuanya berubah saat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
