Bukan Mauku🍂

273 16 12
                                        

Setiap detik berlalu begitu cepat,semua yang ada pun berubah begitu cepat.
Beberapa waktu yang lalu aku masih berstatus karyawan dan juga seorang istri,
lalu berubah jadi istri,mahasiswa dan juga karyawan.Ya aku freelance sebagai kasir disebuah kedai kopi yang masih satu lokasi sama apartemen tempatku tinggal.Walau mas Bayu melarang tapi aku tetep ngotot,
karena bosen jika sendirian terus setelah pulang kuliah dan nggak ada kegiatan.
Hubunganku dengan mas Bayu alhamdulilah sudah banyak kemajuan,
walau kadang aku masih suka canggung jika kita video call.Seperti saat ini aku baru saja selesai masak untuk makan malam dan mas Bayu menerima diseberang sana dengan laptop dipangkuannya.Kita selisih waktu 1 jam,jadi mudah buat mensiasati kalau mau telfon seperti sekarang yang sedang kita lakukan.

"mas baru pulang?"panggilanku berubah setelah aku di Penang,aneh aja kalau harus manggil Abi,kecuali jika didepan Rayyan.

"sudah sejak tadi, soalnya nggak lagi masak."jawabnya sambil terkekeh.

"bisa aja jawabnya,Rayyan dimana?"aku tak melihat Rayyan disekitarnya.

"Dikamar sama bu Shanti,masak apa dek?"
inilah panggilan kami beberapa bulan terakhir ini,entah siapa yang mulai pokoknya berjalan apa adanya.

"Nasi goreng yang simple,mas sudah makan?"aku memamerkan masakanku dan dijawab dengan dengkusan olehnya."lho itu kenapa exspresinya gitu?"

"Cuma dipamerin virtual padahal pengin dimasakin."ucapnya.

"Sabar yaa bulan depan kan ketemu"mas Bayu biasanya 3 bulan sekali akan kesini mengunjungiku bersama Rayyan.

"Lama dek,nggak bisa gitu sekarang aja ketemunya."jawabnya dengan manja,ini udah ngalahin Rayyan.

"Ya nggak bisa to,mas udah makan?"tanyaku sekali lagi.

"Udah tadi siang,sekarang nggak mood."

"Lho kenapa?banyak kerjaan atau lagi ada masalah dikantor?"tanyaku sambil menyendokan makanan di mulutku.

"Mala rindu jadi males ngapa-ngapain."

"Alah alah sekarang lancar banget gombalnya si bapak."ucapku sambil terkekeh melihat ekspresi mas Bayu diseberang sana.

"Nggak gombal ya ini kenyataan,kuliahnya gimana?"

"Alhamdulillah semuanya baik,mama sehat kan mas?"sudah seharian ini aku belum bertukar kabar dengan beliau, biasanya setiap hari selalu telfon atau chat.

"Sehat lagi kangen sama menantunya katanya.'

"Aku juga kangen mama."

"Sama mas nggak kangen??"

"Sedikit lebih banyak kangen mama sama Rayyan."Jawabku serius.

"Ya udah mas tutup telfonnya assalamualaikum."

"Lho marah,mas waalaikumsalam "

Sambungan telfonku dimatikan bahkan aku coba telfon lagi tetep nggak bisa,mas Bayu sering banget pundung cuma karena masalah sepele.Tapi jujur aku nggak begitu kangen,mungkin karena hampir setiap jam sudah ditelfon atau sekedar chat.Aku hanya menghela nafas pelan dan melanjutkan acara makanku,aku sudah kirim chat semoga saja direspon secepatnya.

Aku hanya menghela nafas pelan dan melanjutkan acara makanku,aku sudah kirim chat semoga saja direspon secepatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang