Pagi ini aku terbangun dengan suasana hati yang lebih baik,apa lagi ada putriku yang masih tertidur lelap disampingku.Dia sangat menggemaskan,bahkan aku ciumi seluruh wajahnya dia masih tetap tertidur.
Aku putuskan untuk mandi dan bersiap untuk sholat subuh,papa mungkin sudah kemasjid karena tiap hari dirumah pun selalu seperti itu.Selesai semuanya pun putriku masih tertidur pulas,aku gunakan kesempatan ini untuk mengecek beberapa email yang Handi kirim,ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.Cuti bukan berarti lepas tanggung jawab soal kerjaan,tapi memang kerjaannya tidak sebanyak waktu dikantor karena sebagian besar sudah diambil alih Handi.Aku mencium aroma harum masakan dari luar,
bisa kepastikan kalau itu adalah Ara.
Aku menutup laptop dan berjalan keluar kamar,suasana masih sepi karena memang masih jam 5 lebih sedikit.Aku berjalan pelan kearah dapur dan benar dari tempatku berdiri aku bisa melihat Ara yang sudah sibuk didepan kompor.Dia pakai daster batik rumahan panjang dan kerudung instan warna navi,rasanya aku ingin berjalan mendekat dan memeluknya dari belakang.Tapi tidak bisa aku lalukan,
aku hanya bisa memandanginya dari belakang seperti sekarang,aku mengusap istigfar banyak-banyak,mengalihkan pandanganku dan juga pikiran anehku dari sosok didepanku.Aku berjalan kehalaman samping rumah,suasane masih gelap dan sepi tidak seperti di kota yang jam segini sudah penuh dengan kebisingan suara klakson dari kendaraan bermotor.
"tehnya mas."
"astaghfirullahalazim "aku tersentak kaget saat sebuah suara mengagetkanku.Aku berbalik ternyata Ara yang datang dengan nampan ditangannya.
"Maaf,maaf kaget ya."
"sedikit,terima kasih."aku mengambil alih nampan yang dia bawa,ternyata ada dua gelas teh hangat,pisang goreng dan juga singkong goreng.
"Kinan masih tidur?"aku kira Ara akan kembali kedalam ternyata dia duduk dikursi yang ada di depanku.
"Masih,waktu saya kesini dia melek tapi ternyata tidur lagi."aku mengambil tempat duduk didepannya,posisi kita berharapan.
"Semalam langsung tidur?"
"Enggak bacain dongeng dulu,ambil buku diruang tengah."semalam aku kira mau langsung tidur ternyata harus ada ritual.
"Berapa buku yang dibaca mas?"
"3 buku,setiap hari gitu?"aku heran anak baru usia 5 tahun tapi suka banget dengan yang namanya buku.
"Setiap hari seperti itu kalau mau tidur."
"Tapi sudah bisa baca kok,waktu dibacain donggeng dia kadang-kadang suka ikutan baca."kataku pada Ara.
"Alhamdulillah sudah bisa baca tulis cuma belum lancar,biar mengalir aja nggak usah dipaksa."jawab Ara dengan tenang,dia menatap matahari yang mulai terbit.
"Masih PAUD berarti,tahun depan TK A kan?"tanyaku pada Ara.
"iya tahun depan baru TK,sekarang masih kelompok bermain."
"huua ayah!huua ayah.!
Aku dan Ara langsung menengok saat suara tangis Kinan terdengar sangat keras,dia sudah berjalan kearahku dengan tangisnya yang semakin kencang.Aku langsung mendekat dan membawanya dalam pelukanku,tangisnya bukan berhenti tapi malahan semakin keras saat melihat Ara.
Aku bingung kenapa bisa begitu,aku mengusap lembut punggungnya pelan.
"Mau sama bunda?"Ara mendekat kearah kami duduk tapi dibalas tatapan Kinan.
"Bunda jahat."ucapnya pada bundanya.
"Jahat kenapa nak? bunda nggak ngelakuin apa-apa lho?"Ara kembali duduk karena Kinan menolaknya.
"Jangan deket-deket ayah,ini ayah aku."
jawabannya sengit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
