Bapak harusnya jadi laki-laki pertama yang mengajarkan cinta dan kasih pada anak perempuannya.Memberikan kasih sayang secara utuh untuknya,mengajarkan banyak hal,mungkin jadi orang pertama yang sangat bahagia saat putrinya memanggilnya untuk pertama kali atau saat putrinya melangkahkan kaki untuk pertama kalinya.
Saat aku lahir yang menyambutku dengan suka cita adalah ibu dan mbah uti,dua orang yang tulus merawatku dari aku kecil hingga aku beranjak remaja.Kalau ditanya apa peran bapak dalam hidupku,kalau aku jawab hanya sekedar sebutan tapi tidak ada perannya dalam hidupku apakah aku berdosa?.Saat ibu masih ada bapak memang mencukupi segala kebutuhanku,tapi lebih sering menggerutu atau mengumpat saat harus mengeluarkan uang untukku,walau itu sekedar untuk biaya sekolah.Mbah uti yang selalu jadi garda terdepan saat aku butuh biaya untuk sekolah.Setiap mbak Rasti ulang tahun selalu ada perayaan dirumah,kadang juga mengundang teman-teman sekolahnya dirumah.Kalau aku yang ulang tahun,ucapan pun tidak ada,apa lagi perayaan.Hanya ibu dan mbah uti yang selalu membuat tumpeng nasi kuning mini untukku,kita makan bertiga saat bapak dan mbak Rasti tidak dirumah.
Setelah ibu meninggal,lalu disusul dengan mbah uti,hidupku penuh dengan cacian dan makian bapak dan mbak Rasti.Dulu selalu ada ibu dan mbah uti yang membelaku,tapi setelahnya dua orang yang aku sayangi meninggal tak ada lagi yang membelaku,tak ada lagi yang menjadi sandaran hidupku.
Aku menggantungkan hidupku pada diriku sendiri,bekerja apa saja demi bisa membayar uang sekolahku.Saat pagi aku biasa membawa gorengan untuk aku jual disekolah,jika sore pulang sekolah aku membantu mencuci piring disebuah warung makan yang tak jauh dari rumah.
Aku sering mendengar omongan dari orang-orang,ada yang bersimpati padaku tapi ada juga yang mencemoohku.Awalnya sempet sedih,malu tapi akhirnya aku sudah terbiasa dengan semuanya.Dirumah sejak sebelum subuh aku sudah mulai bangun dan mengerjakan semua pekerjaan rumah,
mulai dari masak, membersihkan rumah sampai mencuci dan menyetrika semuanya tidak ada yang terlewat.Jika ada yang terlewat sudah pasti,aku akan mendapatkan cacian,makian dari mbak Rasti,bahkan tak jarang mendapatkan pukulan dari bapak.
Jika sudah seperti itu,aku hanya bisa menahannya semuanya sendiri,menahan rasa sakit semuanya sendiri.Aku akan selalu nangis dikamar sendirian,mengadu disetiap sujudku dengan tangis bahkan tak jarang sampai tertidur.Puncak dari semua ini adalah ketika aku menolak menikah dengan juragan Rusli,salah satu juragan tanah dan saudagar kaya di kampungku.
Aku jelas menolak keras keinginan bapak,
selain aku masih ingin bekerja sambil melanjutkan kuliah,aku juga nggak mau jadi istrinya ketiganya.Lebih baik aku pergi dari pada harus jadi istri ketiga,aku ingin mengejar mimpi-mimpiku,walau jalannya tak mudah penuh tangis,air mata tapi nyatanya aku bisa sampai dititik ini.Aku bisa berkuliah seperti impianku dulu,aku bahkan dapat beasiswa full untuk S2 dikampus almamaterku.Jika sekarang aku bisa diposisi ini,itu bukan aku dapatkan dengan mudah,ada perjuangan panjang yang harus aku lalui.Sempat ingin mundur dan menyerah,tapi aku selalu ingat bahwa aku ingin membuktikan bahwa anak yang dianggap bodoh,tidak berguna ini bisa lebih dari pada yang mereka pikirkan.
Aku menghela nafas panjang saat mengingat semuanya,ada rasa sesak,sakit yang menyiksa didada setiap aku ingat tentang perlakuan buruk yang aku terima.
Walau sudah lama berlalu rasanya luka ini masih ada sampai sekarang.Aku menatap seseorang yang ada di depanku,wajahnya kadang serius,kadang mengulas senyum tipis,tipis sekali sampai tidak terlihat.Iya mas Damar masih zoom meeting dan aku hanya menemaninya,tanganku digenggam erat olehnya,kami rencananya mau fetting baju pengantin.Setelah obrolan panjang antara aku dan mas Damar,kita juga sesuaikan dengan jadwal pekerjaan kita,
nggak sampai 1 minggu lagi kita akan melangsungkan pernikahannya.
Tak banyak yang kami undang hanya keluarga inti dan pak Arif juga jajaran dewan direksi.Kami sengaja tidak mengundang temen-temen kantor,selain karena undangan yang terbatas,mas Damar juga bilang nggak mau ribet,karena harus berdiri lama di pelaminan menyalami para tamu undangan.Ini mungkin hanya 100 orang tidak lebih.Kamu mengusung adat jawa untuk akad nikah sesuai tanah kelahiran kita berdua.Pokoknya semuanya konsepnya lahir dari kita berdua, mulai dari prewedding, souvernir sampai makanan itu kita berdua yang nentuin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomantizmWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
