Hari ini seluruh kantor kayaknya heboh karena ada kunjungan dari pusat,siapa lagi yang kesini kalau bukan pak Danu dan pak Rudi,dua manusia yang paling ditakuti kalau kunjungan ke cabang.Aku seperti biasa datang sebelum yang lain datang dan langsung menyiapkan bahan untuk meeting dengan pak Danu nanti jam 10 pagi.Ada Risma juga yang datang setelahku,dia katanya nggak enak datang telat terus padahal aku yang datangnya kepagian.Aku mengecek beberapa laporan yang sudah ada dimejaku,kali ini semoga tidak ada omelan panjang lebar dari pak Danu.
"Bu Sekar mau keruang meeting sekarang?"
tanya Risma saat aku keluar dari ruanganku.
"Iya,infokan semua departemen 10 menit lagi harus sudah siap diruang meeting."
"Baik bu."jawabnya sopan.
Aku langsung melangkah kaki menuju ruang meeting,belum ada siapa-siapa disana tapi semuanya sudah siap.Aku duduk menunggu seluruh manager kumpul, kami akan breafing sebentar sambil menunggu pak Danu datang.Infonya beliau datang jam 10,tapi semuanya tidak pasti,bisa lebih lama atau bahkan lebih cepat dari perkiraan.Kami breafing sekitar 15 menit sambil menunggu pak Danu datang.Pak Danu datang tepat jam 10 pagi,
meeting langsung diadakan saat itu juga.
Alhamdulillah semuanya berjalan lancar sesuai keinginanku,tidak ada evaluasi dan juga koreksi besar-besaran,hanya beberapa masukan untuk divisi marketing.
"Sekar nanti jam 1 ikut saya meninjau proyek,bisa?"ucap pak Danu saat aku ingin kembali keruanganku.
"Bisa pak, mau ke satu lokasi atau dua lokasi?"
"Lokasi apartemen dulu,jika semuanya okey kita bisa pindah kelokasi perumahan."
"Baik pak."jawabku sopan sambil membungkukkan sedikit tubuhku.
Disini aja dua proyek besar yang sedang kita garap,satu proyek perumahan yang letaknya tak jauh dari kantor.Kedua adalah proyek apartment yang sudah 80% pengerjaannya,ditargetkan akhir tahun ini selesai.Biasanya proses finishing yang cukup memakan waktu lama.Aku menyempatkan makan siang dulu sebelum ke proyek,jangan lupa touchup suncreen terlebih dahulu.Apa lagi udara diluar sedang panas-panasnya dan ini perlu untuk melindungi paparan sinar matahari langsung ke kulit.Tak lupa juga aku berganti dengan sepatu yang lebih nyaman,nggak mungkin aku ke proyek pakai sepatu hak tinggi seperti yang aku sehari-hari dikantor,bisa kena semprot sepanjang jalan nanti sama pak Danu.
"Berapa unit yang terjual?"tanya pak Danu padaku saat kita baru tiba dilokasi perumahan, apartemen katanya nanti setelah dari sini, kan berubah jadwalnya sesuka hatinya.
"Semuanya sudah terjual pak dan sudah masuk proses bank."jawabku.
"Nggak ada sisa?"tanyanya seakan tak percaya dengan jawabanku.
"Tahap 1 sudah habis pak,tahap dua baru sekitar 30% penjualnya."perumahan ini lokasinya strategis berada di dekat pusat kota,sekolah,RS, pusat perbelanjaan.
"Kamu nggak niat ambil satu disini?saya bisa buatkan desain khusus sesuai keinginan kamu."ucapnya tiba-tiba padaku.
"Tidak pak,saya nggak begitu suka tinggal di perumahan."tahun ini alhamdulilah bisa kebeli rumah kecil di pinggiran kota,nggak begitu jauh dari kantor.Bukan rumah baru tapi hanya rumah kecil dan terasa hangat setiap harinya.
"Kan rumah dinas juga di perumahan kan?"
pak Danu nggak tahu kalau aku sudah pindah rumah.
"Saya sudah pindah pak sejak setahun lalu."
"Lho kok saya nggak tahu?pindah kemana?'
tanyanya lagi.
"Daerah Kembangan pak."
"Kenapa pindah?nggak nyaman disana?"
"Alasannya karena menemukan rumah sesuai dengan keinginan saya,rumah mungil tapi nyaman.Udaranya disana segar,
sejuk karena masih asri dan yang paling utama sesuai budget."jawabku sambil terkekeh pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
