Sejak kembali ke Surabaya,hubunganku dengan pak Lukman berjalan seperti biasa,
hampir setiap hari kami masih telfon atau sekedar berkirim pesan.Tapi aku belum memberikan keputusan apa pun,aku masih belum bisa mikir karena pekerjaanku yang memang sedang sibuk-sibuknya.Apa lagi ada peralihan pimpinan di pusat jadi sedikit banyak berpengaruh terhadap anak cabang.Banyak aturan yang berubah dan itu buat kami sebagai anak cabang sedikit kewalahan.Tapi itu hanya sebentar karena seiring berjalannya waktu,kami sudah terbiasa dengan ritme kerja pimpinan pusat dan kami sebagai anak cabang sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik.
Seminggu ini aku disibukan dengan acara persiapan ulang tahun perusahaan dan juga akhir bulan.Banyak laporan yang harus aku periksa ulang,aku nggak mau ada sedikit kesalahan jadi sebisa mungkin akan aku periksa satu persatu sebelum masuk ke pusat.Dicabang acara ulang tahun perusahaan diadakan secara meriah,ada jalan sehat,bakti sosial dan juga aneka macam hiburan seperti orkes musik dll.
Puncak acara akan diadakan Sabtu depan di Jakarta dan aku akan datang kesana sebagai perwakilan dari Surabaya,beserta beberapa manager lainnya.
Aku sengaja berangkat Kamis sore setelah pulang kerja,sengaja ambil cuti sehari
dihari Jum'at demi bisa lebih lama di rumah dan tentunya lebih lama ketemu dengan Damar.Rasanya kangen banget sama adik kecilku,padahal minggu lalu Damar baru saja berkunjung ke Surabaya.
"Mbak kangen banget lho dek?"aku memeluknya erat sesaat begitu aku sampai dirumah,sengaja aku nggak kasih kabar kalau pulang lebih awal biar surprise.
"Lho kok sudah sampai mbak,tak kira baru besok dari sana."
"Sengaja ambil cuti besok biar lebih lama dirumah,kamu sehat kan dek?makanmu teratur kan?"walau sudah besar tetep aja dimataku dia masih jadi adik kecilku.
"Alhamdulillah sehat,kalau kasih kabar kan bisa aku jemput mbak,aku makan teratur jadi nggak usah khawatir.Mbak makin glowing aja ya sekarang."Halah sudah bisa gombalin mbaknya sekarang.
"Alhamdulillah mbak seneng dengernya,air Surabaya kayanya yang buat mbak jadi glowing."Jawabku sambil terkekeh.
"Hahaha mungkin saja ya,sudah ketemu jodoh belum disana?masa nggak ada yang nyantol satu pun."lah ini baru ketemu sudah ditagih soal jodoh,aneh.
"Baru ketemu dek langsung ditanyain jodoh,kamu yang mau nikah?ngaku?"aku curiga kalau adekku ada niatan buat nikah.
"Belum mbak,aku lho baru mau lanjut magister dulu baru mikirin nikah.Aku juga pengin kaya mbak,gapai pendidikan setinggi mungkin.Jodoh nanti juga ketemu kalau sudah waktunya."adik kecilku ternyata bisa juga dewasa gini.
"Nach itu tahu kalau jodoh ada waktunya,
lah kok malahan mbak yang di todong soal jodoh."tanyaku heran.
"Ya nggak apa-apa,kan mbak sudah matang dari segi usia dan semuanya,mau sampai kapan sich mbak sendiri?mbak nggak pengin ya punya keluarga kecil kaya orang lain.Mbak nggak pengin ada yang nemenin terus selain aku?"ucapnya padaku.
"Ya pengin tapi mungkin belum waktunya."
jawabku enteng.
"Tapi ada yang deket saat ini nggak?"
"Lah ini ceritanya mbak lagi di interogasi kan?"beneran kaya di interogasi ini jadinya.
"Anggap aja gitu,jadi ada yang lagi deket nggak sama mbak?"tanya Damar lagi.
"Heem sebenernya ada tapi ya gitu"aku juga bingung gimana sebenarnya hubunganku dengan pak Lukman.
"Gitu gimana?mau cerita nggak?"
Mengalirkan cerita dariku tentang awal ketemu pak Lukman,sampai semua masa lalunya aku ceritakan tampa terkecuali pada Damar.Aku butuh tempat untuk berbagi,rasanya ruwet aja dalam otakku.
"Jadi mbak harus gimana?"ucapku pelan sambil menatap wajah adikku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomanceWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
