Pagi ini beneran mas Damar menjemputku di kost,jam 07.15 dia sudah didepan gerbang.
Aku sengaja bersiap lebih awal,padahal biasanya jam segini aku masih bersiap.Hari ini mas Damar tampil beda,dia pakai celana bahan warna hitam dan kemeja slim fit warna biru,sangat cocok ditubuhnya.Pagi ini disuguhi pemandangan indah begini,jadi pengin dipeluk kan eh ehe maaf maaf,anak gadis khilaf maaf,maaf.
"Makasih sudah repot-repot kesini,padahal ade bisa berangkat sendiri."ucapku setelah aku masuk dan duduk dikursi depan.
"Enggak repot kok,lagian mumpung mas disini,kalau sudah luar kota lagi kan nggak bisa jemput gini.Mau sarapan apa?"mobil mulai bergerak kearah jalan raya,biasanya kalau pagi banyak yanh jual sarapan.
"Mas mau sarapan apa?"tanyaku kalau aku itu pemakan segalanya.
"Nasi aja kalau bisa,nanti ada pertemuan sampai siang kalau bubur nggak ngangkat kayaknya."jawabnya sambil terkekeh.
"Nasi uduk mau?didepan gang biasanya ada yang jualan."
"Boleh."
Nggak sampai 3 menit kita sampai dipenjual nasi uduk langgananku,dia berjualan didepan toko.Kalau pagi buat jualan nasi uduk nanti agak siang tokonya buka.Aku pesan seperti biasa nasi uduk,oseng kentang,
telur balado dan kerupuk.Mas Damar sama denganku hanya porsi nasinya dia 1,5 porsi dan tambah kering tempe.Disini untung ada tempat duduknya,mau lesehan juga bisa jadi kita memilih sarapan disini.Ini sarapan pertama kami sebagai pasangan,iya kah pasangan atau apa ya sebutannya.Selesai sarapan langsung kekantor dan ini pertama kalinya aku datang agak telat, sebenernya nggak telat karena masih jam 07.52 tapi bagiku telat karena aku biasa sampai sini jam 07.35 dan ini sudah banyak sales marketing yang datang,parkiran sudah full.
"Telat ya dek?"
"enggaklah kan masuk jam 8,mas hati-hati nyetirnya ya,kabari ade kalau sudah sampai.
ade turun dulu."aku mengambil tasku yang aku taruh dijok belakang.
"Iya nanti mas kabari,dek?"
"dalem."aku menatap mas Damar.
"Enggak apa-apa semangat kerjanya."mas Damar mengelus kepalaku yang tertutup jilbab pelan,aku tersenyum sebelum turun dari mobil.
"Mas juga semangat kerjanya,aku jajannya banyak soalnya."kataku sambil turun dari mobil,mas Damar cuma tersenyum tipis.
Aku memperhatikan mobilnya mulai bergerak keluar,aku melambaikan tanganku dan dibalas klakson olehnya.Sudah pasti itu jadi perhatian anak-anak marketing yang ada diluar kantor.
"Mbak Sekar cie cie,siapa itu."
"Kenalin dong mbak,jangan diumpetin."
Aku cuma tersenyum sambil berjalan masuk untuk absen,aku nggak menggubris omongan mereka,biarlah jadi rahasia batinku berucap pelan.
"Tumben siang banget yu."pak Hadi baru turun dari lantai atas dengan sapu ditangan.
"Hehehe sarapan dulu sama yang kemarin."
jawabku sambil terkekeh.
"Lho nginep?"
"Ngawur ya enggak lah pak,habis subuh dari Salatiga."
"Ya elah yang lagi kasmaran,jauh pun dibelani rak ngerti kesel."ucap pak Hadi.
"Mau ada meeting dikantor pak jadi sekalian,mumpung masih disini."
"Lah mau balik lagi ke Bandung?"tanyanya.
"Sampai awal tahun pak."
"LDR meneh."
"Hahaha iya pak."pak Hadi ini jadi temen curhatku disini,orangnya itu ngemong masku sendiri,mas Gilang juga suka berbagi cerita sama pak Hadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku
RomantikWAJIB Follow dulu ya sebelum membaca thanks !!!! Ini berisri kumpulan cerita dan yang pasti dengan konflik yang ringan dan berakhir dengan happy ending karena aku nggak suka sad ending. Ini murni karangan saya pribadi dan masih dalam tahap belajar.J...
