Arshita🍊

301 16 1
                                        


"Ayah nggak usahlah ini sudah lebih dari cukup kok buat Shita."aku sedang berbicara dengan ayah Ibnu dan ibu di rumah.

"Ayah mau buat kamu nyaman nduk,kamu bentar lagi kan menikah jadi butuh privasi.
Gini aja kamar kamu aja yang ayah renovasi selebihnya akan tetap seperti ini dan kita perbaiki yang memang butuh diperbaiki sama kita cat ulang, gimana??"

Ayah Ibnu ngotot mau merenovasi rumah nenek sebelum aku nikah,obrolan ini sudah kesekian kalinya dan masih belum ada yang mau ngalah.Aku kekeh nggak mau diperbaiki dan ayah kekeh mau di perbaiki.
Aku berfikir sejenak sebelum berucap lagi
"ya udah Shita manut mawon,tapi janji ya kamar Shita aja."ucapku.

"Ayah janji,nanti ada tukang langganan yang biasa ayah pakai dirumah mau kesini.
Kita obrolin bareng,cuma renovasi  kamar Shita dan nambah kamar mandi dalam dan juga merenovasi beberapa bagian yang sudah mulai lapuk.Apa Shita ada usulan lain?"tanya ayah padaku.

"Sebenernya Shita pengin di pagar keliling area rumah,biar lebih nyaman aja jadi nggak kelihatan dari luar.Tapi menurut ayah gimana?"rumah nenek hanya di batasi pagar bambu keliling,jadi kita masih bisa lihat area sekililing rumah.Tapi sejak nenek meninggal,aku nggak nyaman karena sempat beberapa kali pager bambunya rubuh,padahal itu pagar baru dan tidak ada hujan atau pun angin.Aku takut aja kalau ada orang yang berniat berbuat tidak baik,apa lagi aku dirumah sendirian.

"Itu ide bagus,ayah juga nggak tenang kalau kamu dirumah sendirian mengingat beberapa kali pagar roboh.Nanti kita bicarakan sekalian sama tukangnya,ayah tembok kira-kira 2,25 m,buat gerbangnya nanti kita buat yang model dari kayu pasti lebih bagus.Gimana nduk??"

"Bagus yah,Shita suka.Ayah pintar ternyata desain rumah nanti pohon yang sudah terlalu besar dan mengganggu ditebang aja yah.Nanti kalau sudah beres semuanya kita tanami sama pohon buah musiman lagi."
dibelakang rumah nenek masih ada pohon rambutan yang kata ibu sejak dulu sudah ada disitu,pohonnya sudah terlampau tinggi dan takutnya nanti lapuk karena termakan usia.Ada juga pohon Durian yang sudah tinggi banget,kalau lagi musim durian biasanya buahnya sering pada jatuh dan siapa aja boleh ngambil.

"Ayah setuju,nanti pohon durian sama rambutan kita tebang aja,itu sudah terlalu tinggi dan berbahaya karena berada diarea sekitar rumah.Untuk pohon mangga dan durian yang ada didepan rumah kita biarkan saja,nanti kita rapikan aja."

"Heeum yah,kalau yang didepan itu kan usianya baru 5 tahunan,belum pernah berbuah juga duriannya."pohon yang didepan rumah itu dapat bibit dari desa,
katanya untuk penghijauan area sekitar rumah.Ada beberapa yang ditanam di pekarangan lain jauh dari rumah.

"Baiklah kita sudah sepakat ya nduk,kali ini kita lanjut ngobrolin gimana untuk acara pernikahan kalian mau konsep seperti apa."
Kali ini ibu yang angkat bicara.

"Kalau aku dan mas Aryan penginnya cuma keluarga dan temen deket aja yang diundang sama tetangga sekitar rumah aja.
Akad dan resepsi dalam satu waktu yang sama,kalau bisa juga pas weekend jadi para guru disekolah bisa hadir nggak usah izin."
terangku pada ibu dan ayah.

"Untuk harinya masih di itung sama para sesepuh,kita nggak bisa milih nduk mau hari apa.Kalau nggak bisa weekend gimana?"kata ibu padaku.

"Kalau nggak bisa weekend ya udah nggak papa,kami manut aja.Kalau emang nggak bisa weekend ya mau gimana lagi menolak pun tak bisa kan bu?"ucapku lagi.

"Kalau usul ayah gimana kalau misal akad nikah pas hari kerja,gimana kalau resepsi pas weekend?misal selang berapa hari gitu,
gimana nduk?"ini usulan dari ayah.

"Ribet nggak yah,soalnya aku penginnya sehari selesai biar capek sekalian."

"Ohh kalau gitu berarti hari apa pun itu pokoknya kalian maunya rangkaian acaranya selesai sehari ya,gitu kan?"

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang