Demi Bapak(end)🍀

233 16 4
                                        


Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, hari ini aku wisuda dan ibu sudah datang sejak 2 hari yang lalu.Kalau mbak Nanda akan langsung ketempat acaranya nanti bareng mas Teguh dan Rania.Aku sudah bersiap sejak pagi,bahkan sejak semalam sudah nggak bisa tidur rasanya gelisah,padahal ini bukan wisudaku yang pertama.Aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya, kali ini nggak masak karena mas Radit melarang.
Jadi kita sarapan bubur ayam yang mas Radit beli sepulang dia dari masjid,aku mendandani ibu dulu setelah itu baru aku.
Mas Radit nyuruh buat panggil MUA aja tapi aku menolaknya,sayang uangnya lagian aku juga bisa make up sendiri.Mas Radit sudah siap sejak tadi,tinggal aku yang masih bersiap dibantu oleh ibu.

"cantiknya dek."mas Radit tiba-tiba memelukku saat aku baru selesai bersiap.

"terima kasih,yuuk berangkat."

Jarak antara rumah dan kampus nggak begitu jauh,mas Radit kali ini datang sebagai suami ya bukan sebagai dosen.Dia cuti khusus hari ini buat isterinya,nanti pasti bakalan heboh karena dikampus nggak ada yang tahu kalau aku nikah sama mas Radit,walau dosen baru tapi lumayan terkenal dikampus kalau mau tahu yaa.
Rangkaian acara pun dimulai,ibu dan mas Radit duduk dibarisan paling depan sesuai dengan nomer urut yang diberikan.Aku duduk bersama para wisudawan lainnya,ini ada wisuda sarjana dan magister.Aku berdiri didepan para wisudawan dan juga pada tamu undangan yang hadir hari ini,
sebagai wisudawan terbaik.Aku sengaja nggak ngasih tahu semuanya biar jadi kejutan dan ternyata beneran ibu sampai berkali-kali menghapus air matanya.

"Barakallah nak,ibu bangga sama kamu,
bapak pasti bangga disana liat anak bontotnya sekarang."rangkaian acara sudah selesai beberapa saat yang lalu dan aku sudah selesai melakukan foto sesi dengan teman-teman satu angkatan, kali ini giliran sama keluarga dan para sahabat.

"Terima kasih,aku nggak bisa seperti sekarang tampa ibu,terima kasih."aku menghapus air mata yang mengalir di pipi ibu dan memeluk beliau,sejak tadi ibu sudah banyak nangis.

"selamat dek,berkah dan barokah ilmu dan gelar barunya."kali ini mas Radit yang memberikannya ucapan selamat,bukannya menjawab aku malah memeluknya erat dan menangis dalam pelukannya."Lah kok malahan nangis?"ucapnya tapi tetep membalas pelukanku.

"Aku cenggeng ya?"aku melepas pelukanku dan menatapnya lagi.

"Sedikit,udah ahh nanti jelek."mas Radit mencium keningku lembut dan memelukku lagi,tak lupa juga memberikan money buket yang besar untukku.

"Kapan pesennya coba?"perasaan dari kemarin nggak liat ada buket dirumah atau dimobil pun ngga ada

"Sejak kemarin tapi tak taruh di ruangan mas,suka nggak?"

"banget ini asli kan?"

"Asli lah."

"Alhamdulillah,kita jajan nanti bu."ucapku yang dibalas derai tawa ibu dan mas Radit.

Setelah semuanya selesai kita langsung ke studio foto,mbak Nanda sudah nunggu disana.Tadinya nggak mau foto studio tapi mbak Nanda sudah booking ya udah aku manut ajalah.

"jangan deket-deket tante aku!"teriakan Ramia sudah terdengar saat aku turun dari mobil dan digandeng mas Radit.

"Mulai rusuh."omel mas Radit yang dapat pukulan dari ibu.

"Sama ponakan sendiri nggak boleh gitu."
ucap ibu pada mas Radit.

"Tapi resek,liat aja sudah mendelik gitu."
aku melihat Rania yang sudah menatap mas Radit tajam.

"Sini sama tante."aku melepas gandengan mas Radit dan langsung menggandeng tangan Rania,kalau nggak gini sudah nangis pasti,lah sudah hampir mewek.

Mbak Nanda memelukku sekilas sambil menitikkan air mata,mbakku cenggeng banget ternyata "Selamat ya dek,mbak nggak menyangka tiba-tiba sudah S2 aja."

CeritakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang