Naughty Mind

742 22 3
                                        

Kalau ada yang lebih gila dari seorang Anna Castella, mungkin dia memang jenis manusia paling tidak waras didunia ini.

Manusia diciptakan memiliki pikiran agar mereka bisa membedakan antara yang benar dan salah.

Tapi Anna sangat menyukai pemikiran liar yang penuh dengan imajinasi liar terhadap seseorang.

Membayangkan betapa panas tangannya ketika menyentuh otot-otot perut teman satu kantornya yang terkenal dingin, ditambah lagi penampilan noraknya membuat siapa saja enggan mendekat.

Tapi Anna tidak sama dengan rekan kerjanya yang lain, dia tidak pernah menolak berada didekat pria itu. Bahkan dalam keadaan apapun Anna akan menyempatkan diri untuk menatap ke arahnya. Sekilas memang tampak biasa saja, tapi bila diperhatikan lebih lanjut Anna tahu bahwa dibalik kacamata itu terdapat mata yang indah berwarna hazel. Semua orang meremehkan nya karena penampilan, tapi Anna tidak.

Anna dan pemikiran nya adalah sesuatu yang berbahaya.

Dia memiliki sesuatu yang lain dalam dirinya, sisi dominan yang sangat menyukai kegiatan menyakiti.

Hal itu yang membuat Anna selalu tampak elegan, berkharisma serta memancarkan aura feminim yang sangat kuat.

Anna menggigit pulpen nya sembari menikmati wajah polos pria didepan nya, tatapan penuh keinginan untuk menyentuh terlihat jelas di kedua mata indahnya.

"Apa aku boleh menyentuhnya?" Suara lembut nan seksi milik Anna mengalun diantara mereka, menyentuh sisi lengan pria itu menggunakan jari telunjuknya. Masih dengan tatapan yang sama, tidak terganggu.

Lelaki itu tampak tidak terganggu dengan kelakuan Anna, dia terus menggerakan jemarinya di atas keyboard laptop tanpa memberikan sedikit pun perhatian pada Anna.

"Damian, apa aku boleh menyentuhnya?" Tanya Anna sekali lagi, kali ini dia mengubah posisi menjadi tegak. Berharap pertanyaan nya akan mendapat respon tapi nihil.

"Singkirkan imajinasi liarmu terhadap kejantanan ku, Anna. Kau norak sekali!" Jawaban ketusnya sama sekali tak membuat Anna goyah, justru perempuan itu makin gencar melakukan aksinya.

Aksi yang akan membuat pria itu jengah, sungguh melelahkan menghadapi wanita gila seperti Anna.

"Aku bahkan belum sampai ke sana membayangkan dirimu tanpa pakaian, tapi.. aku tidak keberatan sama sekali jika kau ingin merasakan hisapan ku. Hm?"

Kali ini dia benar-benar berhasil menarik perhatian Damian. Selain karena kata-kata provokasi Anna, tentu saja Damian muak sekali menerima tatapan melecehkan dari wanita gila satu ini.

"Aku tidak mengerti kenapa otakmu hanya memikirkan penisku, padahal pekerjaan mu menunggu untuk diselesaikan!" Geramnya sambil menepis sentuhan tangan Anna yang menjalari dada bidang nya.

"Aku penasaran bagaimana kau merawat penismu, apa dia sangat besar? Besar tidak menjadi jaminan, oh.. melihat dari postur tubuhmu aku yakin dia pasti sangat panjang. Sial, aku jadi membayangkan nya!"

Damian menajamkan sorot matanya menatap wajah sok polos Anna yang kian hari membuatnya ingin sekali memukul gadis itu.

Demi Tuhan, Anna adalah wanita paling liar dan menyebalkan yang pernah Damian temui seumur hidupnya.

Hidupnya yang tenang berubah menjadi suram karena Anna.

"Kau gila!"

"Tidak, aku tidak gila."

"Ya, Anna. Kau gila, apa aku perlu mengantarmu berobat?"

"Kenapa aku harus berobat? Aku kan tidak sakit."

Anna makin bertingkah menyebalkan.

"Kau sakit, Anna. Sakit jiwa!"

Anna dan Damian sama-sama mengalihkan pandangan mereka.

Anna lebih dulu mundur kemudian bersandar pada kursinya. Sedangkan Damian masih dengan posisi yang sama, tegak dan tegang. Brengsek!

"Aku tidak gila, Damian. Aku hanya terlalu liar dalam berimajinasi, salahkan ototmu karena terlalu seksi dan aku tidak tahan untuk tidak menyentuhnya!"

Wajah merajuk Anna yang membuat Damian semakin tegang berhasil mengacaukan segala kewarasan lelaki itu.

Anna sialan.

Kau lebih sialan, Damian.

"Shut the fuck up, Anna!"

"Yes, fuck me harder Damian!"

"ANNA!"

"Apa?"

"Sial!"

Damian tidak tahan lagi, lelaki itu bangkit dari tempat duduknya dan pergi dari hadapan Anna. Ia menuju toilet menuntaskan segala yang tertahan akibat ulah Anna.

Anna sialan! Umpatnya.

Sedangkan yang menggoda kembali sibuk dengan imajinasi nya, berselancar di dunia maya mencari foto pria tampan untuk dikagumi.

Damian pasti kesal sekali kalau tahu dia hanya salah satu bahan imajinasi Anna.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SHORT STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang