Enm to Lovers 5

460 26 3
                                        

Pangeran sadar bahwa dia tak pernah melakukan hal yang melanggar hukum dan norma kehidupan, tapi ia benar-benar frustasi saat ini.

Kegilaan nya sudah muncul sejak lama, sejak pertama kali ia merasakan jatuh cinta pada seseorang. Claudia Tamara.

Satu nama yang berhasil memporak-porandakan dunia Pangeran, satu orang yang sukses membentuk sisi liar dalam diri Pangeran agar bertindak diluar nalar.

Dia tidak bisa menahan diri, Pangeran ingin meluapkan apa yang ada di pikiran nya.

Setelah memastikan lokasi acara pernikahan gadis itu, ia segera meluncur kesana. Pakaian nya berantakan sekali, kemeja hitam nya tampak kusut begitu juga rambut tebalnya. Pangeran membiarkan penampilan nya seperti ini agar Mara melihat betapa tidak warasnya dia karena kehilangan perempuan itu.

Seperti yang diharapkan, para tamu sudah mulai berdatangan dan makanan pun telah dihidangkan sebagai teman mengobrol. Pangeran masih setia menunggu kedatangan mempelai pria, dia akan mencegat lelaki itu dan melihat dengan mata kepala sendiri setampan apa dia hingga Mara rela menerimanya sebagai suami.

Hingga pukul sepuluh pagi Pangeran tak kunjung melihat rombongan lain yang datang, bahkan ia juga tak menemukan Mara dimana pun.

Pangeran tidak merasakan keanehan sedikit pun, dia juga tidak melihat kejanggalan.

Bosan menunggu, akhirnya pria itu mengambil tongkat baseball nya dari mobil kemudian mulai berjalan menuju tempat acara akan berlangsung. Langkah nya terlihat sangat mantap, pasti dan tanpa keraguan.

Pangeran mulai menjatuhkan pot bunga yang dipajang dekat pintu masuk, dia bahkan tak segan membuat keributan dengan menjatuhkan banyak benda hiasan yang sengaja dipasang untuk mempercantik dekorasi pernikahan ini. Lelaki itu terus berjalan sampai ia masuk ke taman yang telah dihias secantik mungkin, tema pernikahan yang sungguh diimpikan oleh Mara sekali.

Bagaimana dia bisa tahu kalau ini adalah pilihan Mara sendiri, karena sebelum gadis itu hancur karena masalah keluarganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bagaimana dia bisa tahu kalau ini adalah pilihan Mara sendiri, karena sebelum gadis itu hancur karena masalah keluarganya. Mereka pernah membicarakan nya, obrolan kosong yang ternyata menjadi nyata.

Pangeran tersenyum miring diliputi perasaan sakit hati yang bukan main membunuh akal sehatnya, pria itu tak habis pikir bisa-bisanya Mara mewujudkan impian mereka dengan cara memilih orang lain.

"Bangsat!"

Emosi yang memang sudah bertumpuk selama bertahun-tahun menguap ke permukaan, tidak bisa dikendalikan lagi, penuh kemarahan tapi tidak ada kebencian disana.

Hanya ada marah dan kesal.

Karena sosok Pangeran yang terlihat seperti bandit membuat beberapa orang mundur ketakutan. Apalagi pemuda itu tak segan menendang kursi-kursi yang sudah disusun rapi, ia benar-benar mengamuk. Seolah hidupnya ikut berantakan karena pernikahan Mara.

Ia tak peduli berapa ganti rugi yang akan dituntut oleh pengantin asalkan hatinya puas, Pangeran akan melakukan nya. Setidaknya sekali seumur hidup ia harus memberitahu Mara bahwa hatinya tidak pernah berpaling Pangeran setia mencintainya sepenuh jiwa raga.

"SETAN!! BISA-BISA NYA DIA NIKAH SAMA ORANG LAIN! ANJING ANJING!" Makinya lagi tanpa perasaan, sorot matanya sungguh mengerikan.

Ulah Pangeran ini sungguh membuat takut, meski begitu ia enggan memperdulikan tatapan orang-orang sampai akhirnya ada asisten pribadi nenek Pangeran yang melihat ulah lelaki itu.

"MAS PANGE!! YA ALLAH GUSTI!! BERHENTI MAS!" Jerit syok asisten nenek Pangeran yang terkejut bukan main karena melihat taman sudah berantakan. Sungguh tak menyisakan lagi keindahan sampai ya allah ya allah Pangeran anj

Pangeran tidak mau mendengarkan panggilan itu sampai tubuhnya ditarik hingga terhuyung ke belakang, barulah kesadaran nya kembali.

"PANGERAN!!! GUSTI RABBI ANAK KAMU JAYA!!" Kali ini jeritan sang nenek yang menggema, Pangeran memusatkan pandangan nya kepada orang-orang yang berdiri dibelakang nya dengan tatapan linglung.

Matanya memindai kehadiran satu persatu orang yang sangat ia kenali.

"Mam, Pah, Nenek? Kenapa kalian di sini?" Belum sempat kepalanya memproses apa yang sudah ia lakukan hingga situasi jadi kacau, Pangeran kembali dihantam perasaan tak menentu karena ada Mara di sebelah ibunya. Wanita itu berdiri dengan tatapan yang super dingin.

 Wanita itu berdiri dengan tatapan yang super dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ya, Pangeran. Kamu berhasil mengacaukan acara pernikahan kita, sangat berhasil mengacau!" Suara dingin Mara terdengar hingga menusuk relung hati Pangeran yang memang sedang tidak sehat.

"Kamu! Kenapa kamu nikah sama orang lain? Hah!! Mara.. Mara.. sialan! Aku masih ga rela kamu nikah sama orang lain!" Bentak Pangeran dengan keras seolah dia tak menyadari ucapan yang baru saja keluar dari mulut Mara.

"ORANG LAIN APA?! ORANG LAIN ITU KAMU PANGERAN DWIJAYA! Ini nih kalo anak dari kecil dikasih makan jangek celup, ya allah.. jantung aku!"

Ibu Pangeran ikut bersuara, namun keadaan diri lelaki itu masih belum sadar sepenuhnya hingga ia masih bersikeras hendak menghancurkan properti lainnya.

"Pangeran, kalo kamu nolak aku dengan cara kaya gini. Kamu ga akan pernah ketemu aku lagi", Mara benar-benar menunjukkan wajah tanpa ekspresi yang akhirnya menarik kesadaran Pangeran seutuhnya.

"Apa maksud kamu?" Tanya lelaki itu setengah tak percaya.

Mara tahu tindakan nya bisa dinilai tidak sopan tapi perbuatan Pangeran lebih tak masuk akal.

Gadis itu melemparkan undangan tepat di dada Pangeran. Kemudian ia berbalik meninggalkan taman, ia berjalan dengan susah payah karena gaun dan riasan nya.

Pangeran memungut undangan tersebut kemudian membuka nya. Sampul undangan itu sama persis dengan yang diterimanya kemarin, tapi kali ini Pangeran baru membaca bahwa nama yang tertera di sana adalah namanya.

Pangeran Dwijaya

&

Claudia Tamara

"A-ahh.."

Sial

Sial

Sial

Pangeran tak mungkin berhalusinasi kan?

Bagaimana bisa?

Ayah Pangeran yang cuma bisa menatap prihatin kondisi putranya menepuk pundak lelaki itu.

Bahkan neneknya pun hanya menggeleng tak percaya.

Kalau ibunya, sudah jelas siap menumpahkan seluruh kalimat-kalimat mutiara yang akan membuat telinga Pangeran berdarah-darah.

"Mami ga ngerti lagi otak kamu ada dimana mas! Sumpah demi Patrick Kluivert yang berhasil gagalin timnas masuk pildun, kamu bodohnya lebih dari dia! Kenapa sama otak kamu mas? Rusak apa gimana? Mau mami bantu benerin konsletnya? Kamu tu gila apa ya, ini dekorasi Mara yang pilih sendiri. Kalo sampe dia pergi lagi, mama ga akan bantu kamu! Edan tenan kamu! Angel-angel".

SHORT STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang