Naughty Mind

265 5 0
                                        

Anna sedang menelpon sahabatnya ketika bayangan tubuh tegap itu menghalangi pandangan nya.

Siluet gagah lelaki itu membuat tubuhnya terlingkupi dengan sempurna.

Tak perlu bertanya siapa pemilik punggung lebar nan seksi itu karena sudah jelas Damian satu-satu nya pria yang ingin Anna goda.

"Aku tidak tahu kalau punggung seseorang akan memberikan sensasi menyenangkan walau cuma ditatap saja. Uhh aku ingin menyentuhnya!" Ucap Anna dengan suara putus asa, ia mundur selangkah agar bisa lebih leluasa memandangi tubuh Damian.

Bahkan meski tanpa melihat wajah pria tersebut, Anna masih bisa merasakan kalau Damian itu sangat sempurna. Entah itu secara fisik, sikap dan aura bossy nya kental sekali.

"Aku lebih tidak mengerti mengapa Damian mau menuruti semua kegilaanmu, Anna. Gosshhhit, kalian sudah menikah lima tahun dan masih saja bertingkah seperti ini. Hell, kakak ku ketularan gila mu Anna!"

Claire, adalah sahabat Anna sekaligus adik Damian. Mereka satu kampus dan satu jurusan, meski baru mengenal sejak masuk kuliah tidak membuat mereka mengalami hal-hal tak menyenangkan selama bersahabat.

Claire menerima segala kegilaan Anna sama seperti kakak tercintanya yang jauh lebih tidak waras karena mecintai sahabatnya itu.

"Hei adik ipar, Damian adalah suamiku. Aku bebas menjadikan nya apa saja sesuai keinginanku, lagi pula jika kau sangat penasaran kenapa tidak menikah saja! Bodyguard Damian si brengsek itu apa sudah melamarmu? Kalian pasangan serasi, aku akan memberi hadiah istimewa jika dia berani melamarmu pada Damian."

"Bitch, hell no! Damian akan membunuhnya kalau berani melamarku, lagi pula kami sudah memutuskan untuk berpisah!"

Claire menyisir rambutnya sambil berkaca, menaruh ponsel diatas meja rias lalu menyalakan pengeras suara. Sedangkan Anna masih dengan posisi berdiri menghadap punggung Damian, lelaki itu dengan lincah menyiapkan makanan diatas meja. Tanpa pakaian atas, memakai celemek merah jambu kesayangan Anna.

Rambutnya berantakan, wangi sabun mandi mereka tercium dihidung Anna membuat bagian bawahnya berdenyut basah. Anna gila!

Mereka sudah lama menikah tapi entah mengapa setiap kali bertatap muka dengan Damian, ia selalu merasa kalau pria nya selalu membangkitkan sisi liar Anna yang ingin dipuaskan.

Anna berjalan mendekati Damian, langkahnya tanpa suara. Tangan lentiknya menyentuh kulit punggung lelaki itu, menyusuri setiap incinya kemudian beralih mengusap pipi.

Damian yang sudah hafal dengan kelakuan istrinya cuma bisa menatap tanpa ekspresi, membiarkan Anna melakukan apapun atas dirinya.

Anna mendekatkan wajahnya pada Damian, memberi isyarat agar lelaki itu menciumnya.

"Anna, kau sedang apa? Halo!"

Tatapan menggoda milik Anna menyiratkan gairah yang begitu besar hingga membuat Damian menghentikan kegiatannya.

"Aku sedang merencanakan sesuatu, tentang Damian yang harus memakai costum apalagi setelah ini", suara sensualnya yang memancing hasrat Damian membuat Claire merinding sebadan-badan.

"Grosssss Anna, kau menjijikkan! Matikan telpon nya jika kalian ingin bercinta, sialan aku tidak mau mendengar suara kalian berciuman!!"

Anna tertawa mendengar sahabatnya yang kesal.

Damian masih setia menunggu kelanjutan perbuatan istrinya yang semakin menjadi.

"Well, aku akan menghubungimu lagi nanti. Aku sudah tidak tahan lagi ingin mencium kakak mu", Anna langsung menutup telponnya tanpa menunggu respon Claire.

Yang mana hal itu lagi-lagi membuat Claire mengumpat.

"Mereka melakukan nya setiap hari, setiap jam dan tidak menghasilkan apa-apa selain perilaku aneh. Setidaknya lahirkan satu keponakan lucu untukku, ughh".

Kembali dengan Anna dan Damian, mereka sudah memulainya tanpa peduli apapun.

Anna melilitkan kedua kakinya pada tubuh Damian, sedangkan pria itu memegang erat pinggul istrinya sebagai bentuk penahanan agar tidak jatuh.

Anna terus mencium Damian tanpa melewatkan satu pun kecupan, bahkan di pagi yang indah ini terasa panas karena ulah nya sendiri.

Damian menghentikan ciuman basah diantara mereka, mengatur nafas dan memberi ruang bagi Anna untuk menenangkan diri.

"Horny huh?"

"Setiap saat, dan setiap kali aku ingat kalau kau sangat tampan. Vagina ku selalu saja berdenyut minta dipuaskan".

Damian tersenyum, jenis senyuman hangat penuh kasih yang jarang sekali diperlihatkan.

Mereka menikah atas dasar suka sama suka, bukan paksaan apalagi perjodohan. Mengingat sikap dan sifat mereka yang berbanding terbalim tentu saja pilihan menikah itu sangat jauh dari bayangan orang-orang yang mengenal mereka berdua.

Sayang nya Damian atau pun Anna memang saling mencintai, perasaan mereka tumbuh begitu saja tanpa diminta. Tanpa permisi ia mengikat dua hati menjadi satu, menyatukan dua kepala yang sama keras menjadi satu badan dan jiwa.

Damian tahu kalau istrinya memiliki kelainan tapi ia dengan senang hati menerima itu semua.

Dia rela melakukan apapun asalkan Anna senang, termasuk menjadi seorang pegawai dengan penampilan nerd yang membosankan hanya demi memuaskan imajinasi sang istri.

Tapi cosplay itu sudah berakhir karena Anna sudah merasa bosan. Dia mulai kesal karena orang-orang mulai memperhatikan Damian, perhatian yang membuat hatinya terbakar cemburu.

Damian miliknya, hanya milik Anna seorang.

"Dam"

"Hmm.."

"Apa kau mencintaiku?"

"Apa kau tidak bisa merasakan sedikit pun perasaanku, Anna?"

Anna menatap mata suaminya, mencari-cari rasa yang selama ini telah mengikat mereka berdua. Anna merasakan nya, sangat besar dan tulus. Damian mencintainya.

"Terima kasih"

"Terima kasih karena sudah mencintaiku, Damian."

SHORT STORYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang