AUTHOR's POV
Bulan berganti fajar, saat itu pula Harry terbangun dari tidurnya yang sangat tidak nyaman akibat prasangka buruk menghantuinya setiap kali ia berusaha untuk tidur.
Dilihatnya wajah Kendall, terlelap terpapar sinar matahari dengan kantung mata yang sedikit menggelap karena acara semalam. Harry mencium pelan kening Kendall sebelum akhirnya bangkit dan membersihkan dirinya.
Ia membasuh wajahnya dengan air dingin, berharap air itu akan menyegarkan pikirannya hingga ia bisa menjalani hari tanpa harus terjeda karena dihantui pikiran-pikiran negatif.
"Mengapa serumit ini?!" Keluhnya pelan sambil menopang kepala dengan tangannya diatas wastafel. Rasa kantuk tidak bisa hilang darinya, namun apa daya? Harry harus tetap pergi ke kantor untuk membiayai keluarga yang ia bangun.
Harry mengusap wajahnya kasar kemudian bergegas mandi dan pergi ke kantor.
Bersamaan dengan Harry yang baru keluar dari kamar mandi, Kendall nampak duduk bersandar sambil mengelus perutnya yang sangat membesar.
"Good morning, wifey." Sapa Harry sambil berjalan menghampiri Kendall kemudian mendekatkan wajahnya pada perut Kendall. "And babies." Kemudian Harry memandang manik mata Kendall dan disusul oleh elusan dikepala istrinya itu.
Pagi Kendall diawali dengan pemandangan Harry yang bawel berbicara pada bayi mereka yang bahkan masih di dalam perut. Kendall tidak bisa bayangkan apabila bayi mereka sudah lahir, rumahnya pasti akan ramai dengan suara tangisan bayi serta Harry yang tak kenal lelah mengobrol dengan mereka .
"Harry, you're gonna be late." Harry mengakhiri obrolan paginya dengan kecupan kecil di perut Kendall, kemudian lelaki itu berjalan ke walk in closet nya dan bersiap dengan pakaian formal.
Setelah dirasa penampilannya cukup, Harry mengalungkan jas pada lengan bawahnya dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan, sementara Kendall membersihkan tubuhnya di kamar mandi.
Segala macam menu sarapan sudah tersedia diatas meja makan tersebut dan Harry cukup mengatakan minum apa yang dia mau maka pelayan di rumahnya siap untuk membuat minuman sesuai yang diminta majikannya.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk Harry menghabiskan sarapan pilihannya pagi ini. Tepat setelah Harry meletakkan garpu dan pisaunya, Kendall tiba disebelah Harry untuk memakan sarapannya juga.
"Aku sudah selesai sarapan. Kau tidak keberatan jika aku langsung pergi ke kantor sekarang, 'kan?" Tanya Harry kepada Kendall yang baru duduk.
Kendall menoleh kemudian mengangguk pertanda bahwa ia tidak keberatan apabila Harry tidak menemaninya sarapan pagi ini.
"Baiklah, aku berangkat sekarang. Jaga dirimu baik-baik, sampai jumpa nanti sore." Ucap Harry dan diakhiri dengan pelukan hangat yang setiap pagi Harry berikan pada isterinya.
Lelaki itu berusaha agar dirinya tetap tenang dalam mengemudi walaupun pikirannya kacau dan detak jantungnya kencang. Ia tidak ingin kehilangan fokus mengemudi dan akhirnya mengalami kecelakaan.
Biasanya ia hanya menghabiskan waktu 20 menit di jalan menuju kantor, namun hari ini 20 menit itu bertambah menjadi 30 menit. Akhirnya ia terlambat tiba di kantornya dan harus menanggung malu terhadap karyawannya yang tiba lebih dulu dari bos nya.
Harry menempatkan mobilnya di parkiran khusus untuknya sendiri, kemudian dengan langkah cepat ia berjalan menuju ruang kerjanya.
Ia mengaktifkan microphone di ruangannya, mengeluarkan suara dari speaker kecil yang terletak di setiap tingkat gedung kantornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fight For Love
Fanfiction•SEQUEL• BOOK 2/2 OF PARTNER IN LOVE Tidak ada kisah cinta yang berjalan mulus. Seluruh dongeng kesukaanmu bahkan memiliki konflik yang berbeda-beda. Mungkin kau sudah melupakan masa lalu, namun itu tidak menutup kemungkinan bahwa masa lalu akan mel...
