WARNING
"Khloe, kenapa kalian membawa Tracy kemari?" Harry berbisik pada kakak iparnya itu.
Bukannya langsung menjawab, Khloe mengulaskan senyum jahilnya pada Harry, "watch." Ujar Khloe, kemudian ia menarik tangan Tracy untuk mendekat ke sisi ranjang Kendall, "come on, Tracy, ucapkan selamat pada Kendall!"
Tracy hanya bisa menghela napas dan memutar bola matanya diam-diam. Kini ranjang Kendall dikelilingi oleh Kylie, Khloe dan Tracy sementara yang lain sudah pulang, menyisakan Harry juga Gemma bersama Thomas yang kiji sedang mengajak Hugo ke kafetaria. Gemma belum ingin meninggalkan Kendall jika masih ada Tracy disekelilingnya.
"Lihat, Tracy! Bukankah mereka menggemaskan?" Kylie memulai pembicaraan sembari menatap si kembar yang terbaring dikedua lengan Kendall dengan mata yang berbinar.
"Setuju! Sangat tampan dan cantik seperti Kendall dan Harry." Timpal Khloe, membuat Tracy semakin jengah mendengarnya.
"Selamat atas kelahiran bayi kembarmu, Kendall. Aku tidak menyangka setelah tiga tahun menikah, kau masih dikaruniai momongan, walaupun kau harus melalui masa sulit selama mengandung." Ujar Tracy yang justru lebih mirip seperti sindiran.
Ck! Perempuan ini benar-benar tidak tau di untung! Masih bagus Gemma tidak mengusirnya secara tidak terhormat dari tempat ini, ia malah mengungkit masa sulit Kendall. Padahal Kendall mengalami masa sulit itu sejak kedatangan Tracy di tengah rumah tangga Kendall dan Harry.
"Well, meskipun begitu Kendall sangat beruntung memiliki suami yang sangat bertanggung jawab dan mencintainya. Ava dan Arel hadir atas dasar cinta mereka dan dalam kesadaran penuh, how sweet.." balas Khloe dengan lebih menusuk walaupun nadanya lembut. Mungkin telinga Tracy sudah panas saat ini.
Sementara Gemma dan Harry yang masih duduk di ujung ruangan hanya menahan tawa mereka melihat wajah Tracy yang berubah masam karena kalah dengan Khloe dan Kylie, sepasang saudari yang begitu kompak dalam kejahilannya.
Bahkan Kendall sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Khloe barusan. Jika saja Tracy tidak berada didepannya, Kendall pasti sudah tertawa dengan puas.
"Oh, ya! Tracy, kapan hari kelahiran bayimu?" Kylie bertanya setelah setengah mati meredam tawanya.
Mendengar itu Tracy tersenyum puas, "satu bulan lagi dan dokter bilang aku sehat, begitupun kandunganku, jadi aku bisa melahirkan dengan normal."
Kendall memutar bola matanya, jengah mendengar lagi-lagi Tracy menyindirnya. Kalau bukan karena luka jahitnya yang masih basah, Kendall yakin akan mencabik-cabik wajah angkuh Tracy dengan kukunya. Terdengar kejam untuk dilakukan seorang Kendall, tapi memang itu yang ia rasakan. Kesal.
"Dan aku harap Harry bisa menemaniku selama proses bersalin nanti."
***
Setelah tamu-tamu pulang, Kendall hanya duduk terdiam diatas ranjangnya bahkan pertanyaan dari Harry hanya ia jawab seadanya. Terlihat jelas perubahan mood Kendall yang signifikan.
Awalnya Harry mengira itu bawaan ibu yang baru melahirkan, namun lama-kelamaan Harry menyadari sesuatu yang berbeda. Walaupun hormon Kendall sering berubah-ubah, wanita itu selalu bisa mengendalikan mood nya, berbeda dengan kali ini.
"Ken," panggil Harry seraya mengelus puncak kepala Kendall. Sementara Ava dan Arel sudah tertidur di crib mereka masing-masing.
Kendall membuka matanya yang baru saja terpejam, kemudian menolehkan kepalanya.
"Sesuatu mengganggu pikiranmu?" Harry menaikkan kedua alisnya dan bertanya selembut mungkin, berusaha tidak memaksa Kendall.
"Kenapa kau bertanya itu, Harry?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Fight For Love
Fanfiction•SEQUEL• BOOK 2/2 OF PARTNER IN LOVE Tidak ada kisah cinta yang berjalan mulus. Seluruh dongeng kesukaanmu bahkan memiliki konflik yang berbeda-beda. Mungkin kau sudah melupakan masa lalu, namun itu tidak menutup kemungkinan bahwa masa lalu akan mel...
