57. Dokter Cantik

2.2K 143 29
                                        

"Ma,mau ikut dong." pinta Arinda yang hanya bisa menatap Indah berkutat di dapur.

"Sabar ya,sebentar lagi selesai kok,tinggal di mixer terus masukin ke oven." kata Indah.

Arinda hanya bisa menatap hobinya dengan  bersandar di kursi roda,Arinda memutuskan mengungsi di rumah Saka karena rumahnya sangat sepi.Alan yang di pingit dan Orangtua Arinda yang menjemput Nenek di Bandung menjelang pernikahan Alan yang di depan mata.Alan terus saja berkeluh kesah pada Arinda karena proses pingit yang begitu menyebalkan baginya.Arinda yang merasa terganggu dengan beberapa keluhan Alan harus mengeluarkan sumpah serapah agar Alan tak lagi mengeluh.

Saka turun dari kamarnya,melangkah dengan tergesa-gesa sambil memakai jaketnya.

"Mau kemana Ka?" tanya Indah.

"Ke korem sebentar," jawab Saka.

"Kami gimana sih?,pasangannya ada di rumah kok di anggurin." cibir Indah.

"Tadi Saka urus laporan,Ma."

"Nanti kalo pasangan kamu ninggalin lagi gimana?,nangis lagi?,ngerengek lagi biar Mama ngerayu Arinda? Iya?" kata Indah dengan kesal.

"Mana bisa dia ninggalin aku?" tanya Saka sambil mengedipkan mata kanannya,Arinda hanya bergidik ngeri tanpa menjawab Saka.

"Iya gak?" tanya Saka lagi sambil memukul punggung Arinda.

Bug

"Akhh,"

"Saka,kamu apain?" tanya Indah dengan panik hingga langsung menghampiri Arinda yang kesakitan.

"Kamu kenapa?" tanya Saka tak kalah panik

"Laknat banget jadi orang, sakit tau!" bentak Arinda.

"Nda, berdarah." kata Indah.

"Aku antar ke rumah sakit." kata Saka sambil berlari mengambil kunci mobil yang ada di ruang keluarga.

"Ckck,panik dia." kata Indah membuat Arinda ikut tertawa.

"Sakit enggak?, Mama ikut antar ya," Indah hendak berlalu namun di tahan oleh Arinda.

"Arinda gapapa kok, Mama di sini aja istirahat."

"Iya deh yang mau berdua," cibir Indah.

"Bukan gitu, Mamakan capek abis bikin kue."

"Ayo." kata Saka yang tiba-tiba datang dan menggendong tubuh Arinda tanpa permisi.

"Kak Saka!!" pekik Arinda.

"Kenapa?,apanya yang sakit?" tanya Saka

"Kaget tau!" bentak Arinda.

Tanpa menghiraukan bentakan Arinda dan keberadaan Ibunya, Saka membawa tubuh Arinda menuju mobilnya. Ira menatap kursi roda milik Arinda, saking paniknya Saka hingga lupa membawa kursi roda Arinda.Ira pun mendorong dan membawanya menuju depan rumah.

~~~

"Di Rumah sakit sana aja lebih bagus." kata Saka.

"Di sana aja kenapa sih?,jauh tau jaraknya." pinta Arinda.

"Enggak,di sana aja."

"Kak ini sakit banget tau,buruan dong ini butuh penanganan cepat." ucap Arinda pura-pura kesakitan.

"Kok tiba-tiba sih?"

"Yaudah buruan jangan banyak cincong deh!" bentak Arinda.

Mau tidak mau Saka segera memutar arah mobilnya menuju rumah sakit yang telah mereka lewati beberapa meter. Arinda terus pura-pura kesakitan hingga membuat Saka semakin khawatir.

Bintara Perwira [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang