Saka dan Danyon tengah asik membicarakan salah satu tamtama remaja yang viral, akibat aksinya yang asik berjoget seorang diri ketika melaksanakan kurve. Arinda dan Ibu Danyon hanya bisa tertawa ketika menyimak keduanya.
"Arinda, kamu itu beruntung punya calon suami yang suka jaim kaya Saka ini, supaya tidak bikin malu kaya si Prada itu." kata Danyon.
"Mas, yang jaim-jaim gini biasanya makin banyak ceweknya. Zaman sekarang cewek mana yang gak meleleh kalo liat cowok cool, Nata aja yang umur 4 tahun lengket sama Saka, gimana yang seumuran?"
"Om Saka!!!" panggil seorang bocah perempuan dari luar rumah yang berlari dari menuju dalam rumah kemudian memeluk leher Saka dengan sangat erat. Dengan sigap Saka pun membalas pelukan bocah tersebut dan membawanya di pangkuannya.
"Nata, bau asem, belum mandi ya?" tanya Saka pada bocah perempuan yang di panggil Nata.
"Udah, tapi tadi main di rumah Aluna, terus pulang." ucap Nata sambil menatap mata Saka, bahkan bocah itu bercerita sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Kok udah pulang? Biasanya gak mau pulang." ucap Ibu Danyon.
"Gerah, Ma. Di rumah Aruna gak ada AC-nya. Kalo di rumah Om Saka 'kan ada AC-nya, aku mau main sama Om Saka aja ya, Ma?" celoteh Nata.
"Izin dulu dong sama Tante Arinda." ucap Danyon kali ini.
"Tante cantik, Nata main sama Om Saka boleh ya?"
"Izin dulu dong sama Om Sakanya yang sibuk." ucap Arinda menirukan ucapan Danyon.
"Om Saka sibuk ya? Gak bisa main dong?" ucap Nata dengan nada sedih.
"Om Saka gak sibuk kok. Sebentar lagi Om Saka punya waktu kosong,"
"Kapan?"
"Setelah Nata bantuin Om Saka,"
"Bantu apa?"
"Bilangin ke Papa Nata, Om Saka izin menikah dan cuti 10 hari setelah menikah." ucap Saka pada Nata tapi di dengar oleh Danyon, Ibu Danyon dan Arinda. Arinda yang mendengar ucapan Saka pada Nata segera menepuk bahu Saka cukup keras bersamaan dengan pelototan tajam dari Arinda.
"Menikah itu apa?" tanya Nata dengan polos membuat Danyon dan Ibu Danyon menepuk dahi mereka bersamaan.
"Nata bilang dulu sama Mama Papa, ingat 'kan?" ucap Saka memotong pertanyaan Nata. Nata pun mengangguk.
"Papa, Om Saka mau cuti 10 hari." ucap Nata dengan polos, Nata juga mengucapkannya secara langsung tanpa turun dari pangkuan Saka. Kali ini Saka yang di buat tepuk dahi oleh bocah 4 tahun membuat semuanya tertawa.
Setelah berbincang cukup lama, Nata yang sedari tadi masih lengket bersama Saka akhirnya terlepas dengan syarat yang membuat Danyon dan Ibu Danyon geleng-geleng kepala.
"Om Saka, Nata ngantuk, mau tidur dulu ya."
"Yaudah, istirahat sana."
"Cium dulu disini, disini, disini." ucapnya sambil menunjuk bagian yang di inginkan.
"Ya Allah, Nak, centil banget sih kamu," ucap Ibu Danyon.
"Kan biasanya kalo sama Papa gitu," ucap bocah itu tak terima.
"ayo cepetan tidur,"
"mau tidur sama Tante Cantik." ketus Nata.
"Nata," ucap Danyon dan Ibu Danyon memberi peringatan bersamaan dengan nada lembut namun penuh penekanan.
"Sini, sama Tante," potong Arinda tiba-tiba.
Nata pun bersemangat dan mendekat pada Arinda, menjadikan paha Arinda sebagai bantalan adalah pilihan Nata, tak lupa dengan usiran halus bocah 4 tahun itu pada Saka agar dapat tidur dengan leluasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintara Perwira [END]
RandomKisah cinta dari dua insan yang pernah menjalin hubungan, kini kembali di pertemukan dalam satu acara yang sengaja di bentuk oleh kedua keluarga. Pertemuan keduanya tidak berakhir di situ, mereka justru harus di persatukan dengan profesi yang sama d...
![Bintara Perwira [END]](https://img.wattpad.com/cover/224870949-64-k888574.jpg)