22. Sekedar Rasa Kagum

3.3K 229 10
                                        

"Bapak ada sedikit rezeki,kami permisi.."Kata Saka kemudian meninggalkan Arinda menuju mobil sedangkan Arinda masih diam di tempat.

Arinda tersadar dari halusinasinya yang melihat Kadek sedang mengulurkan tangannya yang berisi sesuatu pada seorang laki-laki paruh baya,saat mendapatkan sentuhan pada bahunya.

"Kenapa?"Tanya Saka yang terpaksa turun dari mobil karena melihat Arinda yang masih diam,Arinda menggeleng kemudian berjalan mendahului Saka.

Mobil kembali berjalan entah kemana,Saka pun duduk menegang saat Arinda mulai memasuki jalan raya,diam-diam tangannya meremas lututnya sendiri,menahan agar kakinya tak bergetar,melihat Arinda mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.

Mobilpun kembali berhenti,kini berhenti di sebuah rumah yang Arinda dan Saka tidak tahu pasti bahwa rumah itu milik orang yang Arinda cari.

Arinda menuruni mobil,memasuki salah satu rumah claster yang cukup besar,Arinda nampak ragu mengetuk pintu rumah tersebut.

Saka pun memutuskan turun,hingga Saka tepat di samping Arinda pintu pun masih belum terbuka.

"Balik aja,mungkin orangnya lagi pergi.."Kata Saka

Arinda masih tetap mengetuk pintu,dan akhirnya suara pergerakan terdengar dari dalam.

"Cari siapa?"Tanya seorang wanita dari dalam rumah.

"Oh h-hai,De..wi,Ak-aku cari Dewa ad-da?"tanya Arinda ragu-ragu.

Kemudian dari dalam terdengar suara laki-laki yang Arinda rindukan,namun masih dia benci beberapa minggu yang lalu.

"Ada siapa?"tanya Kadek.

"Ada Arinda"Jawab Dewi.

"Cari siapa?"tanya Kadek ketus pada Arinda.

"Ca-car-"

"Kita cari Dewa,Dewanya ada?,kalo ada suruh keluar dong,kita ada perlu,minta tolong cepat ya..,ini udah malam,kasian Arinda.."Kata Saka yang menyerobot ucapan Arinda,tak hanya menyerobot,tangan panjangnya juga memeluk pinggang Arinda dengan posesif.

"Dewanya gak ada di rumah,jadi lo berdua bisa pergi.."Kata Kadek mengusir Saka dan Arinda.

"Ayo sayang masuk.."ajak Kadek menarik Dewi dengan paksaan.

Arinda pun menghempaskan tangan Saka yang ada di pinggangnya,berbalik dan kembali masuk ke dalam mobil.

Saka mengambil alih kemudi,karena tiba-tiba Arinda duduk di samping kemudi saat dia kembali dari rumah Kadek,keadaan begitu canggung,Saka pun menjadi serba salah,walaupun memang sejak tadi mereka hanya diam saat di dalam mobil,namun ini lebih terasa dingin dari sebelumnya.

"Nda,kamu baik-baik aja kan?"Tanya Saka memastikan,Arinda hanya bergumam,Saka pun tak berniat melanjutkan ucapannya karena mendengar nada jawaban yang tidak mengenakan.

Mobil Arinda berhenti tepat di depan rumah Saka,Arinda pun turun,di ikuti Saka sambil membawa kunci mobil milik Arinda.

Saat Arinda hendak memasuki mobilnya Saka menahan tangan Arinda,namun Arinda segera menepis dan menatap Saka dengan tatapan datarnya.

"Bisa kita bicara?"tanya Saka hati-hati.

"Gue ada janji sama Bagas,"Jawab Arinda kemudian merebut paksa kunci mobil miliknya dari tangan Saka dan meninggalkannya.

Walaupun hanya berbeda 3 meter dari tempatnya menuju rumah dinasnya,begitu berat untuk Arinda mengendarai mobilnya untuk masuk ke dalam garasi,dari Spion Arinda melihat Saka yang berjalan memasuki rumahnya.

Bintara Perwira [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang