Pieces 26

1.1K 172 73
                                        

Sepasang mata bulat Dowoon langsung membeliak lebar ketika melihat nama kontak Younghyun yang berkedip di layar ponselnya. Dia buru-buru bangkit duduk dan mengulap wajah yang telah sepenuhnya bebas dari rasa kantuk.

Younghyunie Hyung menelpon!? Aduh, bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini? Dowoon panik. Mana aku baru bangun tidur, penampilanku pasti berant-- pemuda itu lalu tercenung.

Ini 'kan telpon, dia tidak bisa melihat mukaku, Dowoon tersadar. Ah, Kim Dowoon babo! Menggunakan jari telunjuk, dia kemudian menggeser tombol hijau penerima panggilan.

"Halo, Hyung--"

"DOWOOOOON-AAAHHH...!" Sapaan lelaki lebih muda langsung mendapat balasan seruan lantang di seberang sana. Cara bicara Younghyun terdengar diseret, ada isakan di antara tarikan napas, dan dari bunyi berisik yang mengganggu ucapan, agaknya dia melolong tepat di depan mikrofon ponsel hampir membuat benda tersebut konslet.

"DOWOON-AH, WHERE ARE YOOOUUU...?! WHEEEREE ARE YOOUUU, BABYYY...!? DOWOON-AAAHH...!" Younghyun masih memanggil-manggil.

"Hyung," desis Dowoon. "Kau baik-baik saja?" ia melanjutkan dengan nada khawatir. "Kau tidak sedang main drama 'kan sekarang? Kenapa berteriak-teriak?"

"DOWOON, I FCKING MISS YOU! I MISS YOU FCKING SO MUCH I FEEL LIKE I WILL FCKING DIE FROM IT! DOWOOOOON...! HUHUHU...!" Suara Younghyun makin melengking gila-gilaan sambil meraung menangis namun di detik selanjutnya dia menggumam lirih nyaris berbisik pada diri sendiri.

"Baby, what did I do wrong...? What did I do wrong so you punish me like this--hiks...what did I do wrong, My Love? Do you hate me...?" kalimat ini berakhir dengan sebuah desisan yang kehilangan suara. "DO YOU HATE ME, DOWOON...!? I AM SORRYYYYY! I AM FCKING SOWWY, BABY. FORGIVE MEEE...! SOWWWYYYY...!" namun kemudian Younghyun melanjutkan dengan lolongan keras beserta tangis yang dapat didengar jelas oleh telinga Dowoon.

"Hyung, kau baik-baik saja? Kau kenapa? Kenapa menangis? Kau tidak sedang bercanda 'kan? Atau main drama? Dimana kau sekarang?" menyisakan pria lebih muda seketika panik dan mengedarkan pandangan namun tidak tahu apa yang harus dilakukan.

"Hyung, haruskah aku memberitahu Jaehyungie Hyung? Kau dimana sekarang?"

"DOWOONN...!" Kang Younghyun masih berteriak-teriak pada mikrofon ponselnya. "I love you..."

Blush~

Dowoon tahu ini bukan waktunya untuk merona tapi kedua pipinya seolah memiliki sistem kinerja sendiri yang tidak pernah bisa tahan pada perasaan-perasaan indah seperti pujian, pesona gebetan, kebaikan orang lain, ataupun pernyataan cinta.

"H-Hyung..." bibir plump pemuda berambut hitam diam-diam bergetar. "A-aku sebenarnya juga--"

"KIM DOWOON, I LOVE YOU SOOOOOO MUCH! YOU KNOWIAMSAYING!?" Pekikan lantang menghentikan kalimat lelaki bermata bulat. "Baby, I will die in peace bringing this love for you my Darling, my Honey, Lovely, Sweetie~ so please love me back...please love me back, Kim Dowoon. LOVE. ME. BACK--hiks..."

Dowoon menghela napas panjang. "Hyung, jika kau sedang bercanda tolong hentikan. Kau bertingkah gila begini...kau dimana sekarang?"

"In your heart~ hehehe," Younghyun terkekeh setelah menangis tersedu-sedu.

"Dan berhenti bicara bahasa Inggris, aku hanya paham sebagian," keluh pemuda berambut hitam.

"Baby, I will make confession. Hear it." Pria lebih tua masih mengoceh tak karuan. "Actually...actually I am a bstard. Do you belive me? I am bstard that have soft and friendly cover. Do you fall for that? Did you? Do you? Hahahahaha!" tawa Younghyun kedengaran miris.

PIECESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang