Erin menepati janjinya kepada Raden. Ia mengantarkan lelaki itu ke rumah keluarga Ayana. Erin tak mengantar Raden seorang diri. Deni beserta Hakim dan Miranti pun turut ikut bersamanya. Tepat ketika mobil yang dikendarai Erin terhenti tepat di depan rumah Ayana, Raden melepas sabuk pengaman dengan gerakan tidak sabar. Tangannya bergerak cepat membuka pintu mobil Erin, tak peduli jika tubuhnya masih terasa sakit di beberapa bagian.
Ia perlahan berlari, dan berdiri dengan senyum lebar di depan rumah Ayana. Tangannya terangkat dan perlahan mengetuk-ngetuk pintu rumah Ayana. "Assalamualaikum! Kak Ayana!", panggilnya dengan intonasi tidak tenang.
Menyadari tingkah Raden yang tidak terkontrol, Erin mendekat. Ia menepuk pelan pundak Raden, memandang pria itu dan menggeleng perlahan. Mengerti dengan kode yang diberikan oleh Erin, Raden perlahan menyingkir dari depan pintu, membiarkan Erin mengetuk pintu, tentunya dengan gestur yang jauh lebih tenang, dan tidak menggebu seperti yang dilakukan oleh Raden.
"Assalamualaikum!", kata Erin sembari mengetuk pintu.
Erin melakukannya lagi, hingga tak lama pintu rumah Ayana terbuka.
Sosok yang pertama kali terlihat adalah sosok Yulia. Wajahnya jelas begitu terkejut mendapati Raden, Erin, dan keluarga mereka ada di depan rumah, kecuali Lina. Wanita itu sama sekali tidak menampakkan diri disana.
Dipandang dengan tatapan intimidasi oleh Yulia, jelas membuat mereka nyaris gelagapan. Dugaan jika Yulia akan berteriak penuh amarah teepatri begitu saja di dalam pikiran mereka.
"Silakan masuk!"
Barulah pemikiran buruk itu mendadak sirna saat Yulia mempersilakan mereka masuk, dan tatapannya yang semula mengintimidasi berubah menjadi lebih lunak. Sesekali ia tersenyum tipis pada mereka. Walau dalam hatinya, rasa takut itu mendera tiba-tiba.
Arinda dan Lazuardi yang baru saja menginjakkan kaki di ruang tamu membelalak kaget. Kedatangan Raden, Erin, beserta orang tua mereka berhasil menyentak keduanya.
Raden berjalan cepat ke arah Lazuardi dan Arinda. "Ayah, Ibu, saya ingin bertemu Kak Ayana." Tanpa berpikir panjang Raden mengatakan keinginan yang sudah ia pendam sejak ia baru saja pulih.
Arinda dan Lazuardi saling melempar pandang. Mereka kebingungan, sebab Ayana sendiri sudah bertekad untuk mengakhiri segalanya. Anak perempuan mereka itu sempat berkata, ia ingin akhir yang adil untuk pernikahannya.
"Ayah, Ibu, semua berkas sudah siap..."
Ayana membulatkan kedua matanya, kala ia tak lagi menunduk memandangi berkas yang sudah ia masukkan ke dalam map besar berwarna coklat itu. Rasanya ia ingin berlari. Raden, Erin, dan anggota keluarga mereka yang lain sudah ada di rumahnya. Tangan Ayana mendadak berkeringat. Ditambah lagi, Raden mendekat padanya, dengan pandangan menyelidik.
"Kakak mau kemana?", tanyanya dengan pandangan menusuk. Pertanyaan Raden sungguh membuat Ayana mati kutu. Tak sampai disana, Raden kembali mengatakan hal yang membuat Ayana serasa tertampar. "Terakhir kali, saya melihat kakak membawa map dengan warna serupa, saat kakak ingin mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan agama waktu itu." Seketika dada Raden dipenuhi perasaan sesak. "Apa ini artinya...kakak ingin melakukannya lagi?"
Mata Ayana berkaca-kaca, ada kesedihan yang ia rasakan kala Raden memberondongnya dengan kalinat dengan nada sendu itu. Yang bisa Ayana lakukan hanyalah memalingkan wajah, memberi isyarat pada Ayah dan Ibunya untuk segera membawanya pergi dari sana.
Menahan tangis yang siap tumpah, Ayana memilih mengabaikan Raden. "Ayah, Ibu, ayo!", katanya berjalan lebih dulu, tapi Raden menarik tangannya cukup keras.
"Kak Ayana, tolong jangan keras kepala! Saya sakit hati melihat kakak melakukan semua ini!", bentak Raden, hingga berkas yang Ayana bawa akhirnya perlahan jatuh diatas lantai. Napas Ayana memburu. Tatapannya tertuju pada Raden.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twolove
RomansaTentang Ayana. Dengan segala kebodohan, ketidaktegasan, dan ketidakberdayaannya. Menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tua, karena takut anak perempuan mereka akan tetap perawan di usia tua sudah bukan hal yang mencengangkan lagi. Ayana Gayatri...
