❄Chapter LVIII : Unexpected 1/2❄

188 41 9
                                    

ÜNËXPËĆTEĐ 1/2

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ÜNËXPËĆTEĐ 1/2

~Selamat Membaca~
🧚‍♀

"Jadi begini..."

"Tubuh Ashs panas tinggi karena Dimizer dalam tubuhnya sekarat. Hanya ada satu cara menyembuhkannya."

"Caranya adalah dengan mendapatkan sedikit energi dari Dimizer merah."

Amber yang sudah cukup berani untuk melihat wujud senior Edward, memutuskan untuk mengambil posisi duduk dan tetap mendengarkan perkataan senior itu.

"Ashs akan pulih total jika dia segera mendapatkan energi dari Dimizer merah."

"Dimana aku bisa menemukan Dimizer merah itu?" tanya Amber sambil memijat-mijat pelan kepalanya sendiri, akibat terlalu shock melihat senior Edward tadi.

"Dimizer merah itu kau Amber." Jawab senior Edward dan membuat Amber menatap kaget padanya.

"Aku? Sejak kapan aku jadi Dimizer??" tanya Amber tak percaya.

"Kau masih ingat Lea? Anak kecil yang menemuimu di dalam mimpimu?" tanya balik senior Edward.

Amber mengangguk. Tanda mengiyakan kalau dia ingat siapa pemilik nama Lea yang dimaksud oleh senior Edward.

"Dia adalah Dimizer merah milikmu. Kalau kau ingat...dia adalah suara-suara yang selalu kau dengar. Kalau kau ingat...dia lah yang berbicara padamu saat latihan terbang di kelas Wings." Kata senior Edward.

"Huh? Jadi itu memang benar...? Berarti aku bukan berhalusinasi..." gumam Amber.

"Benar. Dan kau masih ingat apa yang Lea minta padamu saat kau bertemu dengannya?" tanya senior Edward lagi.

"Masih. Karena itulah aku keluar dari asrama."

"Bagus. Aku hanya ingin menitipkan ini untukmu." Ucap senior Edward kemudian memunculkan sebuah kantong kain kecil berwarna merah bata yang berkilauan pada Amber.

Amber menerima kantong kain berwarna merah bata itu. Ketika kantong itu dipegangnnya, seketika cahaya pada kantong itu menghilang.

"Huh?? Apa yang baru saja kulakukan??" tanya Amber, panik.

"Kau tidak melakukan apa-apa. Cahayanya memang akan menghilang beberapa saat setelah kukeluarkan." Ujar senior Edward dan membuat kepanikan Amber sedikit teratasi.

"Aku mau kau menaburkan bubuk ini di depan pintu UKS Utama ketika kau sudah berada di UKS Utama." Pinta senior Edward yang kontan membuat Amber bertanya-tanya dalam benaknya.

❄The Frosty Queen❄Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang