Sebuah ruangan berukuran lumayan besar dijadikan oleh detektif Damar sebagai tempat mereka berkumpul. Tiga orang perwakilan detektif, satu anggota tim forensik, dan lima orang dari pihak kepolisian termasuk INAFIS polri (Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (Tempat Kejadian Perkara). Tak lupa juga laki-laki belia dengan sifat tak mulia, Baratha Yudha Manggala.
"Bersikap baik, jangan memancing identitas Arcanus terbongkar disini, mengerti?" Bisik detektif Damar pada cowok itu. Senyuman manis dihadiahkan olehnya, tapi jangan berharap bahwa anak itu benar-benar akan menurutinya.
"Mulai!" Titah detektif Damar membuka wacana dengan mempersilahkan anggotanya mengambil alih podium.
Seorang pria dari kepolisian berdiri sembari memegang hasil analisis sementara dari kasus tersebut.
"Dari semua pencocokan sidik jari oleh tim inafis pada barang bukti serta TKP, dan data yang ditemukan oleh tim forensik pada masing-masing tubuh korban, terdapat dua sidik jari yang begitu menonjol. Keduanya nyaris ada di setiap barang bukti." Tuturnya sebagai perantara informasi.
"kedua sidik jari tersebut atas nama Viola Adira dan Nessia." Lanjutnya.
"Suster yang menghilang?" Selidik detektif Damar.
"Benar, pak."
"Lanjutkan!"
"Namun ada satu hal yang menarik perhatian, karena dalam rekaman cctv lobby utama tepat satu jam sebelum kejadian. Teridentifikasi nyonya Violence Adira mengunjungi rumah sakit jiwa tersebut. Dan anehnya menurut kesaksian, kalau nyonya Violence tidak mendatangi ruangan adiknya, yakni Viola sebagaimana biasanya."
"Hal tersebut semakin menimbulkan tanda tanya besar karena ada bukti dimana sidik jari nyonya Violence terdapat pada gagang pintu ruangan rahasia yang baru saja ditemukan."
"Ada dugaan konspirasi dalam kasus ini yang bisa disimpulkan dari beberapa sisi."
"Sebutkan!" Pinta detektif Damar.
"Pertama, Ini terkait aib keluarga. Dimana Mr. Adira yang terkenal tegas dan tak segan melakukan apapun untuk melindungi marganya. Diduga kasus kejiwaan putri keduanya itu telah mengancam bisnis juga kehormatannya, maka ia menyuruh salah satu staf rumah sakit untuk melenyapkan putrinya tersebut. Dengan alibi kecelakaan."
"Itulah sebabnya ada satu orang yang menghilang?" Timpal Bara sok tertarik akan kasus tersebut.
"Suster Nessia. Antara dia pelakunya atau dia juga yang menjadi kunci permasalahannya, sebab mungkin saja dia mengetahui tentang rencana tersebut. Itulah sebabnya mengapa ia 'dihilangkan' atau memang sengaja menghilang. Masih menjadi teka-teki yang harus dipecahkan. Selain itu, teori ini didukung oleh permasalahan yang saat itu nyaris menjatuhkan Adira company." Lanjut polisi tersebut.
"Maka masalah bisnis dan kehormatan bisa dicurigai menjadi penyebabnya." Tambahnya lagi.
"Teori kedua," sela detektif Damar.
"Dugaan kedua adalah terkait perebutan warisan. Dimana yang menjadi tersangka adalah Violence Adira. Nyonya Violence kemungkinan ingin menjadi satu-satunya ahli waris dari keluarga Adira. Sumbangan rutin yang dia lakukan mungkin juga hanya untuk memperbaiki citranya yang pernah rusak akibat beberapa kasus. Ini masuk diakal karena setelahnya semua kejadian yang saling berhubungan terjadi. Dimana kedua orangtuanya tiba-tiba meninggal, suaminya menghilang dan anaknya juga tiada dalam waktu hampir bersamaan."
"Perspektif apalagi yang mendorong ke arah sana?" Selidik detektif Damar.
"Ada juga laporan yang menyatakan bahwa nyonya Violence Adira tergabung dalam sekte aliran sesat. Kemungkinan juga anak, suami, orang tua, beserta adiknya Viola itu menjadi tumbal sekte mereka."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tristis (TAMAT)
Mistero / Thriller( BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA) 🏅Rank 1 #detective #Riddles #murung #Toxic #psychokiller #Latin Arabella Milanello, cewek yang dijuluki semua orang sebagai cewek cupu, korban bullying yang membalut sejuta luka dengan senyum hangatnya. Hidupnya s...
