77. Laut dan paus (2)

963 159 0
                                        

'Apa ini pengaruh naga hitam? Atau sebaliknya?"

Callian kini menatap naga hitam dengan tatapan aneh.

"Ada apa manusia? Kenapa menatapku? Apa kamu menyadari betapa hebatnya aku? Aku akan mengijinkan kamu menatapku sebanyak yang kamu suka"

- Mereka mirip

Callian sekali lagi mendengar suara Ryung tapi saat ini suaranya tampak lelah.

'Benar'

Callian akhirnya hanya akan mengabaikan mereka dan menutup matanya hingga mereka tiba.

Tapi..

"Apa itu paus?"

"Sangat banyak nyaa"

Tapi Callian tidak bisa melakukan itu. Callian bisa mendengar suara On dan Hong yang berkomentar saat melihat laut.

"Paus? Wah, benar. Apa mereka sedang migrasi?"

Perhatian Cale kini dengan cepat berubah pada pemandangan di depannya.

"Manusia, paus itu tampak cukup kuat"

"Suku paus?"

Bayi naga menimpali, dia tidak pernah bertemu satu sebelumnya tapi dengan pengetahuan melalui buku di rumah Callian, bayi naga bisa menebaknya.

'Ini gawat.. ?'

Kemungkinan besar itu adalah suku paus itu benar jika indra naga menebaknya.

Apa perang antara suku paus dan putri duyung sudah terjadi disini?

Bukankah ini masih terlalu awal?

Bahkan jika mengikuti alur novel, masih butuh 1 bulan Toonka datang dan mendapat sound of wind.

Callian tidak ingin terlibat pada kejadian apapun yang terkait pada mereka.

'Mari abaikan saja'

Mungkin mereka hanya lewat untuk migrasi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tapi...

'perasaanku tidak enak'

Callian mencoba menenangkan diri, tapi Callian masih merasakan dingin di belakang lehernya.

"Manusia, apa kamu sakit?"

"Callian, apa kamu baik-baik saja?"

Cale yang mendengar komentar naga hitam kini menyadari kondisi Callian.

Callian kini terlihat sangat pucat.

"Aku baik-baik saja, aku hanya mabuk setelah terlalu lama melihat laut"

Posisi mereka saat ini melewati jalan tebing satu arah yang memutar tidak rata, area yang menyeramkan ditambah tidak ada penyanggah antara jalan dan jurang.

"Tidak baik melihat laut yang menyeramkan dari sini terlalu lama nya!"

"Tebing tampak sangat menyeramkan nya"

"Manusia lemah, kamu jangan mendekat ke laut"

Callian merasakan tangan balita naga yang menarik tangannya untuk kembali lagi duduk.

"Sebaiknya kamu tidur hingga kita tiba"

Tentu saja Callian dengan senang hati menerima tawaran Cale dan menutup matanya.

.
.

Saat ini mereka telah tiba di wilayah Ubar.

"Tuan muda Callian? Apa anda mabuk laut?"

Hans yang membukakan pintu bertanya setalah melihat wajah pucat Callian.

"..Bisa dibilang begitu"

'Sial, dia sama sekali tidak bisa berhenti memikirkan tentang paus itu'

Callian sangat gugup setelah melihat paus.

'Tidak ada yang terjadi kan?'

Callian khawatir akan ada perbedaan alur situasi cerita dari novelnya lagi.

Callian telah menghadapi dua perubahan yang tidak sesuai pada novel antara desa serigala dan pengeboman di ibukota.

Kedua situasi itu membuat Callian tidak bisa tenang karena dia tidak ingin terlibat dalam situasi ini apalagi saat ini dia berada di wilayah Ubar.

"Tuan muda, anda tidak perlu khawatir. Perjalanan kita pasti aman berkat paman saya yang berbakat dan ahli dalam mengemudikan kereta di tempat yang ekstrim sekalipun!"

Hans dengan bangga menunjuk pamannya yang juga berekspresi cerah.

"..."

'dia punya paman?'

Callian hanya memandang Hans dan pamannya dengan wajah datar.

"Tuan muda Cale, Tuan muda Callian selamat datang"

Callian mengalihkan perhatiannya pada suara yang menyambut mereka.

"Terimakasih telah menyambut kami"

Callian melakukan salam dengan membungkuk sedikit untuk menyapa.

Callian tentunya tidak melupakan ekiket bangsawan yang merepotkan ini.

"Sudah saya bilang, anda tidak perlu  bersikap dengan formal dengan saya tuan muda Callian"

Itu adalah nona Amiru.

"Baiklah nona Amiru"

Setelah diberi izin, tentunya Callian menerimanya dengan senang hati.

"Nona muda, orang yang kita selamatkan telah sadar"

Seorang prajurit tiba-tiba datang dan melapor pada Amiru pada beberapa saat mereka berbicara.

Setelah itu Amiru mulai menjelaskan dengan bangga bahwa mereka menemukan seorang pelaut yang terdampar di pantai dan menyelamatkannya.

'Tidak mungkin...'

Callian tiba-tiba merasakan firasat buruk.

'Itu pasti Toonka bukan?'

Firasatnya mengatakan akan ada hal besar yang merepotkan.

To be continue..

Tolong like dan komen biar aku tau pendapat kalian!

The Novel's Extra Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang