"Halo Lisa, kamu sudah pulang?"
"Sudah di jalan oppa,
sebentar lagi sampai"
"Langsung ke rumah sakit aja ya Li"
"Rumah sakit?
Siapa yg sakit oppa?"
"Sinbi Li, kesini dulu nanti aku ceritakan"
🐹🐹🐹
"Apa yg terjadi?" Lirih Lisa menatap adik iparnya...Monhae, ibunya Sinbi yg terus menangis di depan ruang IGD.
"Tiba-tiba asma Sinbi kambuh, ditambah demam tinggi, Sinbi sampai kejang" ucap Junho suami Lisa
"Sampai kejang? Saat demam terus naik nggak dikasih penurun demam yg dimasukkan lewat dubur?"
"Nggak sempet eon, saking paniknya" ucap Monhae.
Tangan Lisa mengepal saking kesalnya. Ingin rasanya mengumpat dasar tolol, tapi lagi-lagi Lisa hanya diam dan memendam semua kekesalannya.
"Apa kata dokter?" Lirih Lisa
"Belum tau" Monhae menggeleng lemah bertepatan dengan seorang dokter keluar dari ruang IGD
"Pasien atas nama Sinbi, bisa berbicara dengan orang tuanya?"
.......
"Berapa yg tidak ditanggung asuransi?" Lirih Lisa yg sudah tau ketika suaminya mengajaknya berbicara empat mata pasti tidak jauh-jauh dari uang
"1jt Won" ucap Junho membuat Lisa menghela nafas berat
"Obat dari asuransi itu kelas generik, sudah tidak mempan untuk penyakit Sinbi, begitu diberi obat kwalitas no1 Sinbi langsung membaik dan langsung bisa tidur" jelas Junho
"Aku tidak bisa jika sebanyak itu, aku bahkan hanya menerima 30% dari gajiku" ucap Lisa dengan nafas berat.
"Tidak harus pinjaman dari koperasi tempat kerjamu kan Li? Kamu bisa pinjam ke tempat lain"
"Tempat lain dimana? Tetap saja harus mencicil setiap bulannya kan? Lalu kita makan apa?" Ucap Lisa dengan mata berkaca-kaca.
"Coba Monhae atau suaminya yg cari pinjaman sana"
"Mana mungkin Li? Monhae hanya ibu rumah tangga dan suaminya hanya room service hotel, mana ada yg berani memberikan pinjaman sebanyak itu"
"Nah itu kamu tau itu jumlah yg banyak oppa"
"Tapi hanya pekerjaanmu yg memungkinkan akan mendapat pinjaman dengan jumlah itu Lisa, aku akan membantu, aku akan bekerja secepatnya, kerja apapun itu tak masalah asal bisa menghasilkan uang, aku janji"
Dan Lisa? Selalu luluh dengan ucapan itu
"Jisoo Li....pasti Jisoo bisa membantumu"
"Aku tidak bisa oppa, aku sudah terlalu banyak merepotkan Jisoo, aku tidak mungkin lagi meminta tolong padanya" lirih Lisa frustrasi
"Emergency Lisa...katakan pada Jisoo ini Emergency atau nyawa Sinbi bisa lewat" mohon Junho dengan wajah memelas andalannya
.......
"Jisoo-ya" lirih Lisa memulai pembicaraan di telfon
"Ya Li? Kamu sudah sampai rumah?"
"Aku.....maaf Jisoo....aku..."
ucap Lisa terbata
"Kenapa Li? Jangan menakuti ku
dengan nada bicara mu seperti itu"
"Maaf...." Lirih Lisa
"Kamu dimana Li?"
"Rumah sakit" lirih Lisa
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
