Promise

439 55 6
                                        

"Mundur...." Ucap Lisa yg merasa sudah tidak bisa bergerak ke belakang lagi

"Kalau aku nggak mau....nuna bisa apa?" Bisik Jisung dengan senyuman tengilnya malah sengaja sedikit memiringkan kepalanya.

"Jie....aku bilang mundur..." ucap Lisa tergagap

"Dan aku bilang nggak mau..." bisik Jisung

"Jie...."

"Hmm?"

"Bercandanya nggak lucu sumpah"

"Tapi aku nggak lagi bercanda nuna" bisik Jisung yg semakin bergerak maju.

















Lisa pasrah?
Enggak.....
Belum waktunya 🫣











Yg bener Lisa panik, tangan Lisa bergerak pada arm rest seat mencari tombol announce untuk pramugari dan...

Ting....satu announce berbunyi tepat di kursi Lisa, tapi mungkin tidak disadari oleh Jisung















"Permisi....bisa dibantu?" Ucap seorang pramugari yg tiba-tiba muncul di hadapan Lisa

Menghembuskan nafas kesal, mau tidak mau Jisungpun kembali ke posisinya duduk dengan benar.









"Hmm...itu....boleh aku minta air mineral?" Ucap Lisa

"Oh...baik....pakai es atau tidak?" Tanya pramugari kembali

"Hmm...nggak usah"

"Baik...ditunggu sebentar" ucap pramugari berjalan menjauh.

"Jangan sembarangan bertingkah, nanti bisa jadi skandal" lirih Lisa.

"Bagus malah kalau jadi skandal" Jisung malah terkekeh santai sedangkan Lisa berdecak kesal.







........

"Lalisa aku menyukaimu"

"Hei....kamu memanggilku dengan nama langsung? Bukankah itu tidak sopan?"

"Aku hanya bosan dipandang adik kecil terus olehmu, aku tidak mau lagi" ucap Jisung mendengus kesal.

"Aku memandangmu sebagai Sajangnimku, mana berani aku menganggapmu adik kecil"

"Mana ada karyawan berani menyentuh pipi Sajangnimnya...seperti ini" Jisung memperagakan bagaimana Lisa menyentuh pipinya semalam.

"Hah?" Lisa yg masih belum paham kalau ternyata semalam Jisung masih terjaga.

"Aku masih terjaga...saat kamu menyentuh pipiku" ucap Jisung menahan senyum.

"Apa sih? Pasti sedang berhalusinasi ya?" Elak Lisa.

"Kenapa nggak dilanjut?" Tanya Jisung

"Apanya?" Tanya Lisa balik.

"Sentuh.....bibir...." Ucap Jisung menuntun jemari telunjuk Lisa untuk menyentuh bibirnya



Lisa hanya bisa melongo dan menahan nafas sesaat melihat tingkah Jisung yg sungguh di luar nalar.


"Berhenti melakukan hal-hal yang tidak manfaat....Sajangnim..." dengan segera Lisa menarik jemarinya menjauh.

"Tidak manfaat bagi siapa? Bagiku manfaat"

"Berhenti menggodaku, aku tau pasti semua itu hanya akting, ehmm...semacam trick yg biasa dipakai anak muda seusiamu hanya untuk memenuhi rasa penasaran sementara atau..."

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang