📌 Untuk yg masih minor dan otaknya masih polos kayak pantat bayi diharap skip chapter ini ya 🫣
"Nggak usah dinyalain..." ucap Jisung menahan lengan Lisa yg hendak menyalakan lampu ruang tamu.
"Kenapa?" Lisa sedikit menoleh
"Biarkan seperti ini" bisik Jisung meletakkan keduan tangannya di pinggang Lisa sembari memeluk Lisa dari belakang dan meletakkan dagunya di ceruk leher Lisa.
"Jie...." Lirih Lisa tidak memungkiri saat ini merasa sedikit takut.
"Nuna....katakan pada suamimu, nuna tidak akan pulang malam ini" bisik Jisung tepat di area leher Lisa hingga deru nafas Jisung yg hangat menerpa leher Lisa menciptakan sensasi yg tidak bisa diungkapkan.
"Aku tidak punya alasan untuk tidak pulang" bisik balik Lisa membalik tubuhnya menghadap Jisung dan mengalungkan kedua tangannya pada tengkuk Jisung
"Nuna bisa bilang menginap di tempat Jisoo nuna" ucap Jisung menatap lekat kedua mata Lisa
"Kamu ingin aku berbohong hmm?" Bisik Lisa mendekatkan wajahnya pada Jisung.
"Kalau begitu katakan padanya nuna sedang bersamaku" bisik Jisung dengan smirknya dan mulai melumat bibir Lisa.
Berawal dari lumatan biasa, hingga menjadi lumatan agresif bahkan tidak segan untuk menggigit bibir Lisa.
Lisa tidak tau siapa dan apa yg sebenarnya terjadi dengan telfon tadi, tapi Lisa tau telfon tadi sedikit banyak memprovokasi hingga Jisung menjadi seperti sekarang ini.
"Jie..." lirih Lisa mulai merasa takut.
Bukan...bukan takut pada Jisung, tapi takut pada dirinya sendiri. Takut kalau dirinya akan ikut terhanyut dalam perasaan ini.
Aroma tubuh Jisung masih menjadi favorit Lisa yg membuatnya candu dan kali ini benar-benar membuat Lisa terhanyut.
Masih mencoba mewaraskan otak bahwa ini salah, ini tidak boleh berlanjut.
"Sttttt...." Bisik Jisung menempelkan jari telunjuknya pada bibir Lisa.
"Shiiittt..." umpat Lisa yg akhirnya memilih menyerah saat Jisung mencumbui lehernya dengan jemarinya yg perlahan bergerak menyusup ke dalam kemeja yg Lisa kenakan.
Persetan dengan semua aturan, norma, kehormatan, aku ingin meletakkan semuanya malam ini.
Setidaknya hanya untuk malam ini, aku ingin menjadi diriku.
Aku........
Ingin mendesah kan sisi lain dari diriku
"Apa aku membutuhkan ijin?" Bisik Jisung menatap lekat kedua mata Lisa, meski tanpa cahaya Lisa masih dapat menatap jelas kedua mata Jisung yg menatapnya seolah siap memakannya dan jangan lupa deru nafasnya yg menderu, membuat Lisa yakin apapun jawabannya kali ini, tidak akan bisa menyelamatkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
