Park's Mode

505 63 8
                                        

"Berhenti mengikutiku, aku mau pulang!" Ucap Lisa

"Nggak usah pulang....!!!" Ucap Jisung

"Lalu harus kemana?" Tanya Lisa menatap lekat kedua mata Jisung.

"Maybe...membuktikan kalau hasil test itu tidak salah" bisik Jisung menahan senyum.











Ctaaaakkkk....

"Iissshhhhh....kok disentil sih" protes Jisung mengusap dahinya.

"Biar ngomongnya nggak ngelantur"

"Namanya juga usaha..." Jisung terkekeh.

"Anak baik harus tetap menjadi anak baik" ucap Lisa menatap Jisung lalu tersenyum.

"Kalau begitu ayo makan dulu, sebelum aku antar nuna pulang"

"Makan lagi? Barusan sudah makan..."

"Tadi kan makan siang nuna...ini sudah masuk waktu makan malam, siapa tau saat pulang di rumah nuna tidak ada makanan yg bisa dimakan lagi"

"Jie..." lirih Lisa

"Makan yg banyak, aku suka pipi nuna yg chubby" ucap Jisung menunjuk pipi Lisa sambil tersenyum.





........

"Nuna harus cobain hotpot disini yg terbaik, serius..." ucap Jisung antusias
"Enak kan?" Tanya Jisung menatap Lisa menyuapkan potongan daging ke dalam mulutnya dan mengangguk setuju

"Kamu sering kesini Jie?"

"Iya...dengan Sullyoon" celetuk Jisung membuat Lisa tersedak.
"Hahaha....nuna lucu kalau sedang cemburu, aku bohong...maaf ya, aku kesini dengan anak Dream, hotpot makanan favoritnya Renjun dan Chenle"

"Oya?"
"Kalau makanan favoritmu apa?"

"Ciyeee....udah kepo makanan favoritku" Jisung mode cengar-cengir.

"Nggak jadi kepo...orangnya nyebelin"

"Aku suka banyak makanan nuna, aku bisa makan makanan apapun yg enak" Jisung terkekeh

"Karna kamu tipe orang yg selalu menghargai orang lain, jadi kamu nggak pernah mengeluh tentang makanan" tebak Lisa

"Kok nuna bisa tau? Jadi istri aku aja gimana?"

"Jie..." Lisa mendengus.

"Nuna pernah berfikir nggak kenapa manusia bisa lahir?" Celetuk random Jisung

"Hmm?"

"Kenapa manusia bisa lahir?"
"Kenapa aku bisa lahir?"
"Kenapa aku dilahirkan beberapa tahun setelah nuna lahir?"
"Dan kenapa kita dipertemukan setelah nuna menikah?"
"Pernah berfikir kenapa?"

Lisa terdiam sejenak, lalu menggelengkan kepalanya perlahan.

"Aku juga tidak tau kenapa, tapi aku yakin maksud Tuhan pasti baik" lirih Jisung.
"Mungkin Tuhan tidak ingin melihat nuna sedih lagi, jadi mengirimku untuk membuat nuna selalu bahagia"

"Pede banget kamu Jie" Lisa terkekeh.

"Tapi beneran bahagia kan?"

"Sangat....." lirih Lisa tersenyum












........

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Snow (Lalisa-Park Jisung)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang