Flight to you

473 65 8
                                        

"Menikah?" Tanya Lisa

"Hmm" Jisung menjawab dengan anggukan kepalanya

"Tapi...bukankah ini terlalu terburu-buru?"

"Aku harus ke USA seminggu, tapi aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di sini"
"Mama minta kita menikah dulu agar bisa membawamu ke USA"

"Kalau begitu aku di sini aja" jawab Lisa dengan cepat yg seketika membuat senyum di wajah Jisung memudar.
"Ke-na-pa?" Lirih Jisung

"Pernikahan itu sangat sakral, pernikahan yg direncanakan dengan baik saja bisa jadi berantakan, apalagi yg terburu-buru"

"Li....." lirih Jisung menatap sendu ke arah Lisa

"Maaf membuatmu kecewa, tapi aku sedang tidak ingin menikah dalam waktu dekat" lirih Lisa tanpa ekspresi kemudian berjalan meninggalkan Jisung yg masih termenung menatap kepergiannya.








...........

"Oppa bilang tentang pernikahan?"

"Ya Li...orang tuaku menyukaimu, lalu apalagi?"

"Bukankah terlalu terburu-buru oppa?"

"Bukankah lebih baik Li? Aku akan segera bisa melindungimu"

.......

"Itu? Gadis itu? Namanya Lalisa?"
"Aku dengar dia yatim piatu"
"Makanya dia langsung bilang iya ketika ada laki-laki yg melamarnya"
"Dia kurang kasih sayang makanya begitu"
"Mungkin dia akan bilang iya ketika siapapun melamarnya, jadi tidak perlu efort tinggi untuk mendapatkan hatinya"
"Apa semua anak yatim piatu akan seperti itu?"
"Menyedihkan sekali"

........

"Oppa mana cincin untukku?"

"Cincin apa Li?"

"Bukankah di setiap pernikahan ada sebuah cincin pernikahan oppa?"

"Ah....menurutku tidak perlu Li, dalam sebuah pernikahan yg terpenting itu cinta"

"Tapi oppa...."

"Kenapa kamu terlalu banyak permintaan Li?"

"Aku?"
"Maafkan aku oppa..."

.......

"Lalisa itu....kenapa tidak kamu pinang dengan cara yg baik dan dengan pernikahan yg baik juga?"

"Seperti ini sudah sangat baik, lagipula...
seorang yatim piatu sepertinya tidak baik jika memiliki pernikahan impian yg terlalu tinggi"
"Itu namanya tidak tahu diri!"




.........

Lisa diam, duduk memeluk kedua lututnya
Kembali teringat masa lalunya tentang sebuah pernikahan membuat kedua tangan dan kakinya gemetaran.

"Ya Tuhan apa aku benar tidak tahu diri?" Lirih Lisa dalam hati.

"Li.....maaf...." Lirih Jisung bersimpuh di hadapan Lisa sontak membuat Lisa menurunkan kedua kakinya ke lantai.

"Kenapa minta maaf?" Lirih Lisa

"Aku egois..." lirih Jisung menjeda kalimatnya
"Dan tidak memperdulikan perasaanmu"
"Tapi....jangan marah lagi padaku, kumohon" lirih Jisung meletakkan kepalanya di pangkuan Lisa.













"Tidak seorangpun wanita yg menginginkan pernikahannya sesederhana mungkin, bodohnya aku kenapa seeogois ini" lirih Jisung dalam hatinya.








Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang