"Orang sinting itu bener-bener, berani-beraninya sebut nama keluarga Park di pengadilan" kesal mama Wendy dihadapan suaminya, Mr Park Jaehyung.
"Yaudah sih ma tinggal datang ke pengadilan"
"Cecurut satu ini nggak ada apa-apanya dibanding mantan suami kamu dulu, mantan suami kamu bukan orang sembarangan, pebisnis handal, anak orang besar juga, tapi bisa kita beresin apalagi cuma cecurut seperti ini" papa Jae cuma senyum tipis menatap banyaknya tanaman di halaman belakang rumahnya yg rindang.
"Kalau KDRT jeratan hukumnya sampai berapa tahun sih pa?"
"Trus...mantan suami mama sekarang dimana? Harusnya udah bebaskan?"
"Masih suka gangguin mama nggak?"
"Ada kok...tinggal nggak jauh dari kita, tapi udah nggak bisa gangguin mama kamu lagi"
"Hmm? Dipenjara membuat dia berubah ya? Baguslah kalau dia nggak datang buat nyakitin mama lagi" Jisung lugu mode on
🐹🐹🐹
"Bener Junho bawa nama keluarga Park di sidang perceraian kami?" Tanya Lisa menatap khawatir ke arah Jisung saat Jisung baru datang berkunjung ke rumah sakit.
"Hmm? Tau darimana?"
"Maaf aku malah membuat nama keluarga Park tercemar" lirih Lisa.
"Harusnya aku menyelesaikan semua ini sendiri, harusnya aku tidak terprovokasi ucapannya hingga menyebutkan kalimat itu"
"Kalimat....apa?" Jisung penasaran
"Dia menuduhku berselingkuh denganmu karna menemukan pasporku dan tiket pesawat ke Osaka"
"Dan kamu tidak menyangkalnya Li?" Jisung menatap Lisa penasaran
"Aku bilang itu perjalanan dinas karna harus syuting MV di Osaka"
"Hanya karna itu orang gila itu memukulmu?"
"Bukan....dia tetap menuduhku berselingkuh dan menjual diri pada bos kaya sepertimu"
"What? Apa dia masih nggak sadar sebegitu beban hidupnya dan keluarganya hingga kamu terlilit banyak hutang dan susah makan, kalau aku jadi dirimu Li...akupun akan memilih jual diri ke bos kaya daripada bertahan hidup dengan suami miskin banyak gaya nggak tau diri macem dia" umpat Jisung
"Aku nggak hanya diam kok" celetuk Lisa
"Lalu kamu jawab apa?"
"Ya karna dia bisa membuatku orgasme berkali-kali dalam satu kali bercinta bukan seperti pria lemah sepertimu yg sudah orgasme hanya dalam beberapa menit yg bahkan membuatku bergairah saja tidak apalagi membuatku orgasme" ucap Lisa panjang lebar membuat Jisung terbungkam beberapa saat.
"Serius....kamu...bilang...seperti itu?" Jisung hanya bisa menganga mendengar kalimat Lisa barusan.
Lisa mengangguk mengiyakan "Makanya dia langsung memukul wajahku"
"Wait....Okay....bagian yg dia memukulmu, aku membencinya, tapi...." Jisung senyum-senyum salting mode on.
"Tapi....aku beneran nggak nyangka untuk kalimat yg terakhir..."
"Itu cuma kalimat asal ceplos tidak berarti" elak Lisa.
"Masak nggak berarti tapi ngomongnya lancar banget gitu" goda Jisung
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
