Demam

515 75 8
                                        

"Terima kasih sudah mengantarku pulang, sudah sana pulang" ucap Jisung yg langsung merebahkan diri di atas ranjangnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut bahkan tanpa melepaskan sepatunya.

"Kamu belum minum obat" Lisa masih berdiri mematung di tempat.

"Aku hanya butuh tidur, sudah sana pulang..."
"Suamimu menunggumu pulang"

Lisa diam sesaat, hanya berdiri menatap Jisung yg sudah full terbungkus selimut tebal.

Mendengar suara pintu menutup, Jisung mengintip dibalik selimutnya.

"Beneran pergi?"
"Ckkkk.....berharap apa sih Jie" Jisung sedang menertawakan dirinya sendiri.














Lisa pergi?
















Iya.....Lisa keluar dari apartment Jisung.
















Tapi bukan pulang, Lisa tidak bisa pulang setelah mengecek tidak ada apa-apa dirumah ini, tidak ada makanan, tidak ada obat-obatan, tidak ada termometer suhu.

"Jadi apa yg ada di rumah ini selain air mineral? Bisa kembung manusia jika hanya minum air mineral seharian" gerutu Lisa.

Bagaimana ada banyak hal di sebuah rumah yg tidak ditempati?

Tapi....Lisa kan tidak tau tentang ini.








"Bawa mobil.....banyak yg perlu aku beli" lirih Lisa dan benar saja, Lisa membeli banyak hal di dalam toserba mulai dari roti, sayuran, ikan, daging, bahkan beras.

"Tunggu....kenapa harus beli beras juga?"
"Eh...gimana makan nasi kalau beras aja nggak ada" gerutu Lisa yg memasukkan satu kantung beras ke dalam belanjaannya.

"Untung disini juga ada obat-obatan...aku perlu plester kompres demam dan paracetamol"

Keluar dari toserba dengan tentengan segitu banyak yg hampir full satu troli.

"Aku berasa sedang mengurus bayi" Lisa terkekeh sendiri melihat barang belanjaannya.

Langkah Lisa terhenti saat melihat sepasang muda mudi di hadapannya sedang asik bercumbu.

Tadinya Lisa acuh, Lisa tidak mengenal mereka toh mereka sudah dewasa ini, sudah legal untuk berciuman, tapi....saat sinar lampu dari mobilnya menyala dan sedikit menerangi sepasang muda-mudi itu......













"Sulyoon?" Lirih Lisa terkejut dengan apa yg dia lihat barusan, dan laki-laki itu......


Teman-temanku sering melihat Sullyoon dengan laki-laki lain

Laki-laki yg memukulku tadi, aku rasa dia selingkuhan Sullyoon, hebat ya selingkuhan malah memukul pacar asli





"Yang Jisung katakan benar, benar laki-laki yg tempo hari memukul Jisung yg aku lihat saat ini" lirih Lisa.


Aku tidak pernah membohongimu
Kamu yg tidak pernah mempercayaiku meski aku mengatakan semua kebenaran padamu



Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang