Let me explain 2

367 44 12
                                        

Area +++
Yg masih minor, di skip dulu ya dek 🙏



















"Aku rindu aroma tubuhmu...Jie" entah apa yg ada di otak Lisa saat ini sampai bisa mengeluarkan kalimat itu dari bibirnya.

"Boleh aku bilang aku rindu eranganmu?" Bisik balik Jisung.

"Do it!"
"Buat aku mengerang.." bisik Lisa penuh penekanan, dan damn...sejak kapan Lisa se-agresif ini dengan kalimat sevulgar ini.
Ditambah gerakan Lisa yg mendorong tubuh Jisung hingga terduduk pada sebuah sofa panjang, dengan Lisa yg mendudukan diri di pangkuannya.

"Dasar bodoh...kenapa tidak bisa membedakan mana yg membencimu dan mana yg menginginkanmu, hmm?" Dan Lisa dengan terang-terangan ingin memimpin dengan menampilkan sedikit smirknya bergerak perlahan diatas pangkuan Jisung mencoba membangunkan sesuatu di bawah sana.

"Aku sering membayangkanmu seperti ini saat aku ingin" bisik Jisung

"And me too" bisik Lisa perlahan mulai menjelajahi Jisung dengan ciuman nya, dari area wajah, menyusuri jawline, mengecup cuping telinga hingga area leher.

Tapi Jisung dengan cepat mengubah posisi hingga kini Lisa berada di bawah kungkungannya.

"Show me..." pinta Jisung

"Hmm?"

"Show me what do you do when you want me" ucap Jisung menyingkir dari atas Lisa untuk memberikan akses Lisa menunjukkan kepadanya.

Lisa tersenyum tipis dengan jemari tangan kirinya yg menyusup masuk ke dalam kemejanya bergerak naik hingga mencapai sesuatu yg kenyal di sana dan perlahan mulai merematnya, dan menekuk kedua lututnya kemudian perlahan membuka kedua kakinya dengan jemari tangan kanan bergerak perlahan mengusap miliknya.

"Like this?" Lisa mulai memejamkan kedua matanya kala kedua tangannya sedang sibuk dan sesekali terhentak saat dengan sengaja jemari di tangan kanan Lisa, Lisa tekan kuat.

"Damn...you make my passion is burn baby" Jisung tidak bisa berfikir lagi, segera kembali mengungkung Lisa di bawah kendalinya dengan kedua tangan Lisa yg sudah terkunci di atas kepala Lisa.

"And you make me wet...so wet" bisik balik Lisa.

"Oh my God...aku tidak bisa membayangkan ada laki-laki lain yg akan memasukimu, Li"

"Hanya tentang itu?"

"No....aku sangat mencintaimu Lalisa, sangat sangat mencintaimu, aku bahkan tidak bisa merasakan apapun lagi dengan wanita lain selama empat tahun ini, dan aku benar bisa gila melihatmu dengan laki-laki lain meski mungkin orang itu lebih bisa membuatmu bahagia daripada aku, tapi aku hanya menginginkan seorang Lalisa untukku, untuk Park Jisung"

"Marry me....Lalisa"

"Hmm? Harus banget dalam posisi seperti ini?" Lisa sedikit terkekeh.

"Harus...aku nggak mau terlewatkan moment lagi, takut kamu nya keburu berubah fikiran juga"
"So?"

"Yes, i do" ucap Lisa dengan senyuman di bibirnya.

"Oke...jawabannya sudah dikunci dan apapun yg terjadi jawabannya nggak boleh diralat, atau...."

"Atau?" Lisa menaikkan sebelah alisnya.

Snow (Lalisa-Park Jisung)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang