Sedikit berjongkok, Lisa mengamati koleksi bunga yg tertata rapi di halaman depan, attensinya teralihkan saat mendengar suara pintu terbuka dan membuat Lisa menoleh.
"Eonni...." Ucap Lisa dengan senyuman lebar karna tadinya Lisa fikir itu Wendy.
Senyuman Lisa menguap saat melihat siapa orang di balik pintu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Park....house?" Lisa membaca tulisan di sebelah pintu kemudian menatap tajam ke arah Jisung. "Jadi selain ternyata putra Sajangnim, ibumu adalah Wendy Park dan ternyata rumahmu disini? Bukan di apartment Ttukseom?" "Berapa banyak kebohongan yg sudah kamu lakukan padaku?"
"Woah....teryata menjadi orang kaya dan berkuasa selain bisa melakukan apapun juga bisa mempermainkan hidup orang lain ya?" "Dan bagaimana rasanya? Menyenangkan Sajangnim?" Ucap Lisa penuh penekanan.
"Naik kereta setiap hari, mengaku tinggal di apartemen Ttukseom, karyawan di lantai7, dan setelah tau seberapa bobrok kehidupanku kamu berasa bebas mengomentarinya" "Dan setelahnya? Seperti orang asing yg tidak melakukan apapun" "Aktingmu bagus sekali, Sajangnim....." ucap Lisa dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Baiklah....aku rasa aku yg berlebihan, aku yg terlalu sensitif berharap memiliki teman yg satu frekuensi denganku tentang pekerjaan dan tentang hidup, aku yg terlalu naif berharap mungkin akan benar ada teman yg seperti itu" "Dan Sajangnim....lakukan apapun yg ingin kamu lakukan, aku tidak akan bersikap seolah pernah mengenalmu karna memang aku tidak mengenal dirimu yg sesungguhnya" ucap Lisa membungkuk sesaat kemudian berjalan menjauh.
"Kebohongan? Aku tidak pernah membohongimu" ucap balik Jisung yg membuat langkah Lisa terhenti.
"Tentang naik kereta? Aku tidak berbohong, jika aku berbohong bagaimana mungkin kita bisa bertemu di gerbong kereta pertama kali saat kamu menjatuhkan cincinmu padahal saat itu aku sama sekali tidak mengenalmu"
"Tentang karyawan lantai7? Aku juga tidak berbohong, aku benar artis di 88rising, kamu bisa mengeceknya di link data karyawan"
"Tentang aku putra Mr Park? Apa aku perlu mengatakannya pada siapapun yg aku temui di jalan bahwa aku anak seorang CEO?" "Apa yg perlu aku banggakan dengan berdiri di atas kesuksesan papaku?" "Aku lebih senang dikenal sebagai musisi daripada putra seorang CEO"