Flash back

400 58 12
                                        

Jisung itu.....tipe yg menepati janjinya, saat dia bilang fokus merevisi skripsi, dia benar fokus.

Kedua mata fokus menatap layar laptop dengan kacamata bertengger di hidungnya, meski rambutnya semakin acak-acakan.

Aku fokus membaca buku-buku di hadapanku, aku tidak terlalu mengerti tentang seni, tapi...ternyata Jisung punya banyak buku referensi.

Bagaimana tidak....dia dan papanya sama-sama musisi.
Ku tanya padanya kenapa tidak minta bantuan papanya untuk membuat skripsi?

Dia bilang...ingin berusaha sendiri dulu, kalau sudah mentok tak ada jalan keluar, baru Jisung akan menghadap papanya.
Dia selalu seperti itu.

Fyi saat ini kami tidak sedang berada di apart, kami di rumah keluarga Park.
Aku heran padanya, papanya punya perpustakaan kecil dengan rak buku menjulang tinggi, jangan ditanya koleksi bukunya yg sebanyak itu.

Kalau itu aku, ini akan menjadi tempat favoritku.

........

"Disini ada semua referensinya, kenapa kusut?" Heran Lisa menatap Jisung.

"Iyakah?"

"Ini apa?" Ucap Lisa menunjukkan isi buku yg barusaja dia baca.

"Waktu aku baca nggak ada kok, kenapa tiba-tiba sekarang ada? Aneh...." Elak Jisung

"Kamu yg aneh.....tentu saja tidak ada kalau tidak pernah dibaca" Lisa memicingkan mata.

"Hehehehe....." Jisung nyengir tanpa dosa.

"Dapat privilege itu digunakan sebaik mungkin Jie....ada perpustakaan dengan koleksi buku selengkap ini harusnya dibaca, jangan cuma untuk pajangan"

"Dibaca kok....sama papa, hehehe"

"Ckkkk....ngeles aja"
"Coba baca lengkap bagian ini, tinggal diikuti alurnya, di buku tertulis semua"

"Seni kan tentang rasa nuna, bukan ilmu eksak yg sesuai dengan isi buku"

"Hanya sebagai referensi Jie...bukan untuk meniru sama persis, rasa pun juga butuh pedoman kan"

"Pedoman seperti apa?" Tanya Jisung

"Pedoman apakah rasa itu benar atau tidak..." ucap Lisa mengetik serius pada layar laptop

"Seperti kita?" Celetuk Jisung.










🐹🐹🐹

"Hei.....Lisa...." Sapa mama Wendy saat masuk rumah dan hal yg pertama dilakukan adalah peluk Lisa.

"Baru pulang tante?"

"Iya Li....barusan ada operasi pemasangan ring jantung"

"Wah...nggak serem itu tan? Lihat darah dimana-mana" ucap Lisa bergidik ngeri.

"Enggak....udah sering liat darah dari dulu kok, jaman sama sebelum sama papanya Jisung" celetuk mama Wendy tersenyum, tapi Lisa malah menatap bengong.

"Sssttttt....jangan berisik" ini Jisung yg bersuara, menempelkan jari telunjuk di bibirnya tanpa mengalihkan atensinya dari layar monitor di hadapannya.

"Pindah tempat yuk Li....ada yg lagi fokus" Lisa dan mama Wendy terkikik geli.


.......

"Lisa....tante minta maaf ya...." Lirih mama Wendy menatap tulus ke arah Lisa.

"Minta maaf untuk apa ya tante?"

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang