Over 2

364 60 8
                                        

"Nggak....aku nggak ngerti dan nggak mau mengerti" ucap Jisung menahan lengan Lisa yg hendak pergi.

Tapi saat Jisung menatap yg melingkar di jari manis tangan kiri Lisa bukan lagi cincin pemberiannya, Jisung baru sadar.

Jisung menatap jemari Lisa kemudian menatap Lisa yg berontak ingin melepaskan diri dari genggaman Jisung.

"Di mana cincin dariku?"

"Aku menyimpannya di rumah"

"Kapan aku mengijinkanmu untuk melepaskannya?" Tanya Jisung penuh penekanan dengan semakin erat menggenggam tangan Lisa.

"Kenapa aku harus memakainya?" Bentak Lisa sontak membuat Jisung melepaskan genggamannya pada tangan Lisa.

"Semuanya berakhir?" Lirih Jisung menatap dalam kedua mata Lisa.
"Kalau begitu.....suruh aku pergi" lirih Jisung dengan mata berkaca-kaca.

Bohong jika Lisa tidak merasa ikut sakit mendengarnya, hati Lisa mencelos tapi...kembali lagi nalarnya yg berbicara, Jisung pantas mendapatkan wanita yg jauh lebih baik darinya.

"Pergilah....." lirih Lisa yg langsung berbalik badan tanpa berani menatap wajah Jisung lagi.

"Saat kamu menyuruhku pergi, selamanya aku tidak akan pernah kembali" kalimat terakhir yg Jisung ucapkan sebelum Lisa mendengar derap langkah yg berjalan menjauh hingga derap langkah itu tak lagi terdengar oleh Lisa.





Kuat Lisa
Kamu kuat
Yg kamu lakukan ini benar
Mengakhiri kesalahan itu benar
Seorang istri memang seharusnya mempertahankan rumah tangganya
Jangan nangis Lisa
Ini hanya terbawa suasana sesaat
Lambat laun kamu akan terbiasa tanpanya










🐹🐹🐹

Berakhir?
Aku tau hari ini akan datang
Tapi aku tidak pernah menyangka aku akan menjadi pecundang nya








...............

"Jie.....udah minumnya, bisa nggak bangun seminggu kalo kayak gini caranya!" Bentak Mark menghentikan botol alkohol yg entah keberapa yg mendak di tenggak Jisung

"Better sekalian nggak usah bangun nggak sih?" Jisung terbahak menertawakan dirinya sendiri.

"Sinting....gara-gara cinta doang udah bosen hidup, malu sama orang tua kamu"

"Doang?" Kesal Jisung refleks mencengkeram kerah Mark.
"Kalau nggak tau apa-apa nggak usah sok tau anjing!!!!" Maki Jisung yg memilih pergi meninggalkan bar milik Mark meski berjalan sempoyongan dan beberapa kalo nyaris menabrak orang di hadapannya.

"Sorry....nggak bermaksud seperti itu, hanya benci banget denger orang mau mengakhiri hidup hanya karna cinta, come on bro...ini bukan kiamat, masih banyak hal positif yg bisa dilakukan daripada memilih mati"

"Berisik....!" Umpat Jisung dan tiba-tiba memuntahkan semua isi perutnya dan jatuh terduduk

"Bawa diri sendiri aja nggak bisa, sok sokan ngatain anjing bro...bro"

"Berisik banget....lagi nggak butuh ceramah siapapun!!!" Umpat Jisung

"Berisik begini juga demi kebaikan kamu, masih banyak hal yg bisa dilakukan daripada mati, contohnya itu" ucap Mark menunjuk pada seseorang yg barusaja masuk ke dalam barnya
"Kata pegawaiku di depan, dia kesini nyariin Park Jisung" ucap Mark membuat Jisung menoleh ke arah yg ditunjuk Mark.

Snow (Lalisa-Park Jisung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang