Blank

387 63 10
                                        

"Aku baru tau....apapun yg aku ucapkan atau jelaskan padamu selama ini hanya hal percuma  karna pada intinya..."
"Kamu....tidak pernah mempercayaiku" lirih Jisung dengan suara paraunya berlutut di hadapan Lisa dan menatap sendu ke arah Lisa.

Lisa diam dan bungkam, tidak tau apa yg harus dia lakukan dan ucapkan.
Saat ini otak dan hatinya sedang tidak sinkron.

"Apa yg selama ini aku lakukan itu salah?"
"Jadi bagian mana yg salah....aku tidak tau" gumam Lisa dalam hati tanpa berani menatap mata Jisung.

"Selesai...." Ucapan Jisung sedikit tersenyum mengalihkan atensi Lisa yg kembali menatap tangannya yg tadi terluka saat ini sudah berbalut perban.

Mengerti Lisa hanya bungkam seperti sedang linglung, Jisung mencoba mengalihkan pembicaraan dan tidak ingin menambah beban fikiran Lisa.

"Jisoo bilang ketemu kamu di rumah sakit"
"Sakit apa?" Celetuk Lisa

"Hanya pindah tidur, bukan sakit yg berarti" Jisung terkekeh mendengar Lisa mempertanyakan hal yg seharusnya dia tau apa jawabannya.

"Kalau bukan sakit yg berarti kenapa sampai dirawat di rumah sakit?"

"Nuna tau sendiri mamaku sedikit....alay, hehehe...mama tidak ingin khawatir meninggalkanku di rumah sendirian, jadi mama membuatku menginap berhari hari di rumah sakit hanya agar mama mudah mengawasiku"

"Tapi kamu terlihat kurusan" ucap Lisa menatap Jisung yg berjalan mengembalikan kotak obat ke dalam lemari.

"Berat badanku normal nuna, mungkin karna nuna lama tidak melihatku jadi aku terlihat sedikit lebih kurus" Jisung terkekeh berdiri membelakangi Lisa.

"Bohong....lenganmu mengecil" ucap Lisa yg entah kapan berjalannya tapi tiba-tiba berada di belakang Jisung dan memegang lengan Jisung membuat sang pemilik terhenyak kaget.

"Nuna....jangan seperti itu, mengagetkanku" Jisung hanya mencoba untuk tidak lagi melakukan skinship dengan Lisa.

"Kamu benar....aku lama tidak melihatmu" ucap Lisa tersenyum tipis menatap Jisung.
"Eh...tapi tidak juga, aku sering melihatmu..." celetuk Lisa

"Hmm? Melihatku? Mana mungkin?"
"Aku dirawat di rumah sakit hampir satu bulan, di mana nuna melihatku?"

"Di stasiun...."
"Di dalam gerbong kereta...." Celetuk Lisa membuat Jisung mengerutkan dahinya, kapan terakhir kali Jisung berada di stasiun atau menaiki kereta pun Jisung sudah lupa karna sudah lama.

"Stasiun? Gerbong kereta?" Jisung semakin bingung.

"Maaf...." Lirih Lisa tiba-tiba raut wajahnya berubah sendu, mendudukkan diri pada meja yg berada di sebelah Jisung, memeluk lengan Jisung dan menyandarkan kepalanya pada pundak Jisung.
"Aku...sedang tidak bisa mengendalikan diriku dan isi otakku, bahkan aku tidak mengerti kenapa aku melakukan sesuatu dan mengucapkan kalimat yg tidak seharusnya aku ucapkan" lirih Lisa.

"Karna pada kenyataannya langkah kakimu membawamu kesini meski otakmu berkata aku penjahatnya?" Tebak Jisung

"Hmm..." Lisa mengangguk.

"Nuna apa kabar satu bulan terakhir ini?" Lirih Jisung tidak ingin memperkeruh keadaan dulu, Jisung hanya ingin menikmati sejenak moment seperti ini, kalau-kalau beberapa saat kemudian Lisa akan kembali berubah fikiran lalu kembali pada suaminya.

Snow (Lalisa-Park Jisung)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang