Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lisa hanya melirik sesaat rentetan notifikasi yg barusaja masuk ke ponselnya.
Sebenarnya tanpa melihatnya pun, Lisa tau siapa pengirimnya.
"7 jam lebih lambat disana?" Gumam Lisa dalam hati tanpa berniat untuk membalas.
Yg Lisa rasakan saat ini? Entahlah....
Sembari sedikit melamun, Lisa kembali memikirkan semuanya, semua yg terjadi, semua yg dia alami selama ini, termasuk semua ucapan Sullyoon.
Batin menolak semua kalimat Sullyoon, Jisung tidak sejahat itu, tapi...nalarnya menolak.
Semuanya terlalu masuk akal.
Tidak ingin terlalu berfikiran negatif atau menjudge sesuatu tanpa bukti, dan Lisa yg tidak ingin terlalu terjebak dengan fikiran ambigu lebih lama.
"Aku harus membuktikannya sendiri" batin Lisa berjalan menuju parkiran mobil sepulang kerja.
Mengarahkan laju mobilnya ke suatu tempat,
Apartemen Jisung
Lisa tau ini tidak sopan, masuk ke tempat orang tanpa ijin, tanpa sepengetahuan sang pemilik tapi....Lisa sungguh berharap menemukan bukti untuk memperjelas semuanya.
Setidaknya untuk memperjelas bahwa Jisung tidak sejahat yg Sullyoon ucapkan.
Bergegas masuk ke dalam apartmen, tidak terlalu banyak barang milik Jisung di dalam sini, bahkan....hanya ada satu stel pakaian di dalam lemari?
Terlalu aneh untuk sebuah tempat tinggal
Kalau Jisung bilang dia sering bolak-balik apart-rumah....seharusnya ada lebih dari satu stel pakaian bukan? Bahkan anak kosan pun seperti itu
Hanya ada satu stel pakaian, satu pasang sepatu, tidak ada barang milik pribadi lainnya? Satu-satunya yg terisi full hanya kulkas itupun Lisa yg mengisinya penuh saat Jisung sakit tempo hari, dan semua posisinya pun masih sama persis sejak Lisa meletakkannya ke dalam kulkas ini.
Bagaimana mungkin lebih dari satu minggu tapi isi kulkas dan letak isinya tidak berkurang bahkan bergeser pun enggak.
Okay, anggap dia tidak pernah makan makanan di dalam kulkas karna dia selalu delivery order makanan, tapi...bagaimana dengan galon air?
Bahkan mug berwarna kuning favorit Lisa dengan isi air seperempat dari mug masih di posisi yg sama.
Kenapa Lisa ingat? Lisa yg meletakkannya disana
Dia tidak pernah minum juga itu terlalu mustahil.
"Dia tidak pernah tinggal di sini?" Lirih Lisa dengan tubuh gemetaran mencoba mencari bukti yg lain. "Seberapa jauh dia membohongiku?"