"Sus...." ucap Lisa membuat suster itu menoleh ke arahku.
"Ya? Bisa saya bantu"
"Kapan bayiku akan diantar ke kamarku?"
"Hmm..." suster itu menatap sebentar nomor kamar Lisa dan sedikit mengingat-ingat.
"Saya coba tanyakan dokter dulu" suster itu mengangguk sopan dan berjalan menjauh.
"Aku harus menunggu lagi atau..."
"Apa aku saja yg menemui bayiku ya?" Lisa diam sesaat menatap pintu kamar mandi di mana Jisung belum juga keluar darisana.
"Sepertinya aku yg harus kesana" ucap Lisa dengan senyuman mengembang di bibinya berjalan perlahan ke arah ruang bayi.
..........
"Permisi....suster apa aku boleh melihat bayiku?" Lirih Lisa bertanya pada seorang suster yg sedang berjaga.
"Oh ibu yg tadi ya?" Tanya suster yg tadi sempat Lisa tanyai baru saja keluar ke sebuah ruangan yg berada di dalam ruangan bayi.
"Dokternya sedang di luar, saya tidak tau apakah diijinkan atau tidak, tapi..."
"Aku hanya ingin melihat bayiku, kalau aku belum diijinkan untuk menyentuhnya tak apa, hanya ingin melihatnya" ucap Lisa memohon
Kedua suster saling menatap satu sama lain, kalau untuk kasus biasanya, akan boleh-boleh saja seorang ibu untuk melihatnya bayinya sendiri, tapi Lisa itu....pasien Vip, dan bayi Lisa termasuk bayi yg dalam pengawasan ketat.
Seorang suster menggelengkan kepalanya kepada teman suster yg satunya. Tapi...suster yg satunya berkata.....
"Bu, anda hanya diperbolehkan untuk melihatnya dari jarak agak jauh tanpa boleh menyentuhnya apa nggak apa-apa?"
"Nggak apa-apa sus, boleh?" Lisa mengangguk antusias, kemudian suster itu berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan di dalam ruangan perawatan bayi.
Tadinya di dalam ruangan itu berjajar rapi keranjang bayi dengan bayi yg sangat lucu di setiap keranjangnya, dengan satu deret bayi berselimut pink, dan satu deret di seberangnya bayi berselimut biru.
"Ah selimut biru pasti anak laki-laki"
"Jadi pasti bayiku salah satu diantara mereka" lirih Lisa dengan senyuman mengembang di bibirnya menatap bayi itu satu persatu.
Tapi....wait....sampai di urutan bayi yg terakhir, tidak ada bayi dengan label nama
Ny Lisa dan Tn Park Jisung.
Ada satu pintu masuk lagi, dan Lisa terus berjalan mengekori kemana langkah suster itu.
Sedikit terkejut Lisa menatap beberapa keranjang bayi dengan bayi dan terbungkus selimut dengan warna yg sama tapi...
Sepertinya mereka sedang kurang sehat tidak seperti bayi sebelumnya, ada yg memakai alat bantu pernafasan, ada yg di infus di tangannya bahkan di kakinya.
Suster itu masih belum berhenti, terus berjalan hingga membuka satu pintu ruangan lain dan berhenti tepat di depannya, kemudian berbalik arah menatap Lisa yg berdiri di belakangnya.
"Mungkin disana tempat bayiku" lirih Lisa berjalan perlahan ke arah suster itu berhenti.
Sedikit gemetaran karna ruangan ini tidak seperti ruangan yg sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
Fiksi PenggemarJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
