"Li ayo belanja keperluannya baby Park"
"Hmm? Sekarang banget?"
"Iya...emang kenapa?"
"Terlalu awal Jie, baby Park baru 4bulan"
"Masih terlalu jauh, nanti aja kalau sudah mendekati HPL nya"
"Beli sekarang dan nanti memang bedanya apa sayang?"
"Terlalu awal aja, takut pamali..."
"Kalau begitu beli satu aja sayang, misal pakaian bayi atau selimut gitu? Mumpung di USA kan bisa buat dikenang baju pertamanya baby Park beli di USA"
"Nanti aja..." Lisa menggelengkan kepala dan tersenyum tipis.
Jisung yg berbaring di atas tempat tidurnya dan menatap langit-langit kamarnya, kembali teringat ucapan Lisa sesaat sebelum mereka kembali ke Korea.
"Mama benar, aku brengsek karna berfikir seorang Lisa bisa mengkhianati ku, tapi...di mana kamu sekarang Li...?" Lirih Jisung.
🐹🐹🐹
Lisa mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yg begitu menyilaukan di matanya.
"Sudah bangun Li?"
"Apa yg terjadi denganku?" Lirih Lisa memijat pelipisnya karna kepalanya yg terasa pusing.
"Kamu? Tidur...." Ucap enteng orang yg berdiri di hadapan Lisa.
"Aku harus pulang" ucap Lisa berusaha bangkit dari tempat tidur meskipun untuk berdiri saja masih sempoyongan.
"Pulang? Pulang kemana Li?" Junho terkekeh
"Aku harus pulang ke rumah, atau orang rumah akan mencariku"
"Rumah? Rumah mana yg sedang kamu bicarakan pemimpi? Wake up sweety"
"Di sini rumahmu, rumah pemberian ayahmu kalau kamu lupa sayang" ucap Junho dengan tangan terulur hendak membelai pipi Lisa
"Jangan sembarangan menyentuhku kalau kamu tidak ingin jarimu terlepas dari tubuhmu" bentak Lisa menghempas tangan Junho
"Oh wow....takut...."
"Apa yg bisa kamu banggakan sekarang Li?"
"Keluarga Park yg sudah membuangmu itu?"
"Mereka bahkan tidak mencarimu" Junho tersenyum remeh.
"Aku tidak akan pernah terpengaruh oleh ucapanmu itu, jadi maaf kalau mengecewakan mu, karna pada kenyataannya dibuang atau tidak....aku tetap jatuh cinta padanya" ucap Lisa yg ternyata berhasil memprovokasi Junho yg terbukti dengan sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lisa tapi untungnya Lisa masih sempat berpengantar pada ujung ranjang sehingga tidak sampai jatuh ke lantai.
Junho tetaplah Junho, semiskin dan setidak bisa apapun dia setidaknya dulu dia memiliki Lisa yg selalu memujanya.
Dan dia tidak akan pernah rela kehilangan Lisa
"Kenapa? Tersinggung? Marah?" Lisa balik memprovokasi.
"Lebih baik menjadi budak orang kaya raya setidaknya aku mendapatkan banyak uang dan semua fasilitasnya, daripada menjadi budakmu dan keluargamu yg hanya bisa memorototiku terus menerus bahkan aku nggak pernah sanggup sekedar membeli makanan enak" bentak Lisa.
"Lalisa" bentak balik Junho yg lagi lagi menampar Lisa
"Sekali lagi kamu berbicara buruk tentang keluargaku, aku akan menjadikan hidupmu seperti di neraka!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
FanfictionJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
