"Hmm...ngomong-omong nyonya Lee...kenapa kamar yg itu jendelanya di tutup papan setebal itu?" Tanya Jisung menunjuk satu kamar di lantai dua rumah itu.
"Ah itu...itu bukan kamar, itu gudang dan...terlalu banyak tikus disana jadi kami menutup rapat kamar itu"
"Gudang di lantai dua dengan balkon?"
"Terdengar sedikit aneh, tapi...baiklah aku permisi nyonya Lee" Jisung pamit dan segera berlalu dari rumah itu.
🐹🐹🐹
Jisung duduk bersandar di sebuah kursi yg berada di dalam kamar hotelnya.
Ya....Jisung lebih memilih untuk menginap pada sebuah hotel di kota Daegu untuk mengunjungi langsung 200an alamat orang yg baru pindah dari kota Seoul ke kota Daegu daripada harus berbolak-balik Seoul-Daegu.
Dengan memutar sebuah pena yg terselip diantara jemari tangan kanannya, Jisung mencoret alamat yg tidak terbukti ada Lisa disana termasuk alamat ke 61 yg baru saja Jisung kunjungi.
"Rumah itu....terlalu aneh" gumam Jisung.
"Kamar dengan balkon itu seharusnya jadi kamar utama....kenapa malah jadi gudang?"
"Ah...sejak kapan aku peduli dengan urusan orang lain" acuh Jisung yg memilih merebahkan tubuhnya yg terlalu lelah ke atas ranjang.
"Kamu dimana Li...." lirih Jisung menatap banyak foto Lisa di galery ponselnya.
"Kamu boleh marah, memukulku atau melakukan apapun padaku asal....pulang Li" Jisung meneteskan air matanya.
🐹🐹🐹
Pintu kamar Lisa kembali terbuka, Junho lagi.
Junho berjalan berlahan ke arah Lisa yg setia duduk menatap ke arah jendelanya meski hari ini mendung, jadi tak ada sedikitpun cahaya matahari yg masuk ke celah jendela.
Lisa acuh, tak sedikitpun menoleh ke arah Junho sampai sebuah buku Junho sodorkan ke hadapan Lisa sontak membuat Lisa menoleh.
"Hanya buku, tidak ada pensil atau pena"
"Aku tidak mau mengambil resiko kamu melakukan sesuatu yg aneh-aneh"
Senyum Lisa mengembang menerima sebuah buku yg kemarin dia minta pada Junho.
"Gomawo....oppa" Lisa masih tetap tersenyum yg membuat Junho gagal fokus menatap secantik itu Lisa saat tersenyum.
"Aku lupa kapan terakhir kamu tersenyum untukku Li" lirih Junho.
"Aku akan tersenyum saat aku merasa bahagia" lirih Lisa
"Dan kamu setuju jika aku bilang saat ini aku bisa membuatmu bahagia Li?"
"Ummm hari ini aku sangat bahagia" Lisa kembali tersenyum.
"Kamu cantik saat tersenyum Li, sangat cantik"
"Lebih sering tersenyum ya"
"Oppa?" Bukan suara Lisa, itu suara Minnie yg tiba-tiba masuk ke dalam kamar Lisa.
"Hmm?" Junho hanya berdehem tanpa menoleh.
"Ada yg ingin aku katakan pada oppa"
"Katakan saja...."
"Tidak disini!!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Snow (Lalisa-Park Jisung)
Hayran KurguJatuh cinta itu nggak salah, tapi kalau jatuh cintanya sama istri orang?
